Tag Archive: Super Junior



SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :

Iklan

IMG_2865

Salam wildlife!Sudah lama tidak mampir ke kawah ijen mungkin sudah 4-5 tahun lalu…Nah kebetulan  kali ini suetoclub ada jadwal lagi ke kawah ijen tpi khusus untuk mengunjungi Azura(api biru) kayaknya baru diterkenal dijagat blogsphere sekitar tahun 2005.. Yap salah satu wisata unik di jawatimur!kenapa disebut unik ya karena hanya ada di jawatimur pulau jawa dan di Indonesia.

Azura sendiri adalah salah satu anak dari raja ozai dan adik dari pangeran Zuko. Raja Ozai dikenal dengan sifat jahatnya dan tamak pada zaman dahulu. Sehingga Azura pun ngikuti sifat ayahnya ini beda dengan kakanya Zuko yang mewarisi kebaikan dan kelembutan ibunya. Pada suatu waktu peperanganpun dimulai dan masa kejayaan raja Ozai pun mulai berakhir dikarenakan munculnya Avatar seorang anak penyelamat kerajaan menuju kedamaian yang kekuatannya diwariskan oleh dewa secara turun-menurun dibantu dengan pangeran Zuko, raja Ozaipun mampu dikalahkan dan kerajaan api dapat diambil alih sejak itulah Azura yang telah kalah perang menghilang dan bersembunyi  di bali reruntuhan gunung ijen sehingga sekarang disebut “BlueFire”!!hahaha….Eitts kok jadi kemana-mana begini saya luruskan saja apa itu blue fire.

Menurut Bambang Heri Purwanto Selaku ahli gunung api dan badan geologi ciri khas blue fire terjadi karena kadar belerang di kawah ijen sangat tinggi dan blue fire terjadi karena terbakarnya belerang tersebut. Tingkat keasaman belerang di ijen pun sangat keras dengan kadar pH(potential Hidrogen) 0,5. Blue fire sendiri terjadi karena lubang solfatara memiliki temperatur sangat panas yaitu 600derajat celcius dan membakar belerang yang ada di lubang tersebut. Sebelum menjadi abu pembakarang belerang tersebut menghasilkan api biru yang benar-benar biru karena dipengaruhi oleh titik cair belerang yang berkisar antara 160-180 derajat celcius dan berada di bawah angka solfatara. Solfatara mengandung asam sulfat dan air yang tinggi serta sangat berbahaya sehingga dapat mengakibatkan orang tak sadarkan diri bila menghirup asap belerang tersebut dan juga dapat menyebabkan kematian bila terlalu lama menghirup asam tersebut. (sumber : http://hmjfngetop.blogspot.com/2013/11/blue-fire-si-cantik-yang-membahayakan.html)

Perjalanan kami mulai dari Surabaya berangkat orang 4 sekitar jam 5 sore melewati rute Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Paiton-Besuki-Bondowoso-Wonosari-Sukosari-Sempol-Patulding-Ijen. Nah dalam perjalanan ini kami sempat istirahat di Pasuruan sekitar jam 7 kemudian perjalanan dilanjutkan. Sampai di alun-alun kota Bondowoso kami kesasar!maklum sudah lama tidak ke Ijen lupa jalan dan akhirnya kami lewat telagasari berkutat-kutat dihutan tanya orang sana-sini, mencegat orang dikira preman malahan, mampir dirumah penduduk dapet wejangan kopi tertipu pohon beringin dan blusukan ambil jalan alternatif karena ada beberapa jalan kampung yang ditutup..hehe namanya juga sueto klu gak extreme gk seru perjalanannya dan akhirnya kami ketemu jalan sebenarnya yaitu jalan mulus ke pos pertama meneuju Patulding!sampai sekitar jam 1 kurang di tempat parkir pendakian. Pos masuk sekarang sudah tidak seperti dahulu sekarang masuk saja harus melewati 3 pos yang tiap pos masing-masing membayar 10ribu jadi kalau ada 3 pos ya 15-30 belum termasuk tiket pendakian 10ribu tapi gak papa karena memang tempatnya sudah ramai sekali dan penduduk lokal ramah lebih baik lah dari pada di bromo yang sudah terlalu dikomersialkan dan pendudukbromo(meskipun tidak semua) juga orientasi terhadap uangnya daripada ikhlasnya tinggi toleransi untuk wisatawan lokal juga kurang..

Akhirnya jam 1 lebih mungkin setengah 2 pagi dini hari kami mulai start tracking pendakian 3 km sdah 1 jam saja kami lewati dan tiba-tiba sudah di bibir kawah kebetulan cuaca saat itu benar-benar mendukung cerah dan tak seberapa dingin kami langsung ambil view spot dokumentasi yang paling bagus sembari menunggu subuh datang dan sekita jam 5 pagi kami sudah turun dan sampai di tempat parkir . Istirahat 2 jam jam 7 pagi kami pun langsung cabut dan kembali ke surabaya dan sampai Sidoarjo sekitar jam setengah 1siang lebih karena memang besoknya senin sudah langsung menjalani rutinitas lagi. (Perjalanan ini dijadwalkan berangkat sabtu sore dan minggu pagi sudah pulang dari kawah ijen) untuk wisata kebon kopi dan kawah wurung mungkin lain kali bisa kami posting bila ada kesempatan mengunjungi  kawasan gunung ijen lagi misalnya jampit dan kawah wurung 🙂 J…

Berikut Dokumentasinya :

IMG_2810 IMG_2819 IMG_2821 IMG_2822 IMG_2823 IMG_2824 IMG_2833 IMG_2835 IMG_2850 IMG_2859

Terimakasih!


Berjalan, mungkin tidak begitu diperhatikan oleh kebanyakan orang, karena setiap hari dilakukan dari mulai kecil mulai berjalan hingga dewasa. Tetapi, musibah saat pendakian gunung justru datang pada kaki, alat manusia untuk berjalan. Mengapa? Cara berjalan yang salah bisa menyebabkan kaki cepat lelah, lecet hingga bengkak karena salah tumpuan.

Usahakan berjalan dengan badan lurus untuk menyeimbangkan badan atas dan bawah. Pusatkan beban di area pinggang, bukan pundak. Selalu bertumpu pada tumit saat kaki mendarat, kaki harus sedikit membengkok dengan santai, tidak boleh lurus, dan jatuh sejajar dengan badan.

Mengambil jarak langkah yang terlalu lebar dari badan sangat tidak disarankan karena akan beresiko cedera lebih besar dan menguras energi.

Saat kaki telah mendarat sepenuhnya, maka berat tubuh akan bertumpu pada seluruh permukaan kaki sebelum memulai untuk melangkah pergi.

www.belantaraindonesia.org

Tumpuan berat kini akan beralih pada kaki sebelah, dimana kaki Anda yang akan melangkah maju menjadi tuas yang kuat untuk mendorong tubuh kedepan, gunakan kelima jari kaki Anda untuk mencengkeram pijakan sehingga keseimbangan melangkah akan didapat. Lakukan hal ini dengan perlahan, tidak terburu – buru yang mengakibatkan kaki bekerja terlalu keras yang dapat berujung pada cedera.

Saat berjalan usahkan tangan tetap berada di samping badan, bukan di depan pundak. Lebih baik lagi bila menggunakan Trekking Pole saat medan yang ditempuh cukup sulit untuk membantu memudahkan tumpuan beban pada tubuh.

Selanjutnya adalah ketika berjalan pada tanjakan naik.
Tetap gunakan langkah sedang yang sejajar dengan badan atas, tidak membungkuk. Posisi badan agak bersandar kedepan, tapi tidak membungkuk. Porsi banyaknya Anda bersandar adalah tergantung dari sudut kemiringan medan.

www.belantaraindonesia.org

Buat gerakan mendorong kedepan dengan kaki belakang yang lurus, sedang kaki depan menapak perlahan. Bila Anda menggunakan trekking pole, tempatkan pada samping badan Anda, tidak didepan, tidak juga terlalu jauh, untuk menstabilkan keseimbangan badan saat melangkah.

Saat menuruni tanjakan, tetap gunakan tumit dahulu saat mendarat dengan kaki yang dibengkokan perlahan, tidak lurus. Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera pada sendi lutut.

Bila Anda menggunakan Trekking Pole, panjangkan jangkauannya untuk memudahkan tumpuan badan saat menuruni tanjakan. Hindari juga kebiasaan memutar engkel kaki dengan tujuan menyesuaikan kaki dengan medan. Berjalan sejajar saja sudah cukup.

www.belantaraindonesia.org

Memang setiap saat kita menggunakan kaki untuk berjalan, tapi ketika melakukan pendakian, medan yang ditempuh sangat berbeda, bukan jalan yang halus terus menerus.

Lebih penting lagi untuk memilih sepatu yang benar – benar sesuai untuk trek yang ditempuh. Sepatu dengan bantalan tumit yang empuk dan ringan adalah paling baik.

Kaki juga harus tetap bernapas untuk menghindari jamur dan luka. Gunakan kaus kaki saat melakukan perjalanan, dan segera lepas ketika sudah sampai tempat tujuan, lalu jemur sebentar untuk menghilangkan bau dan jangan lupa bersihkan kaki.


Mendaki gunung dan menyusuri rimbanya memang sebuah kegiatan yang membutuhkan stamina dan juga daya ingat yang tinggi. Sebelum mendaki di sarankan membawa bekal makanan dan minuman yang lebih dari cukup, ini untuk mengantisipasi kemungkinan waktu pendakian yang molor karena cuaca atau tersesat.

Apabila tersesat dalam pendakian gunung, lebih baik tenang dan jangan panik. Agar kondisi fisik dan stamina tetap terjaga. Ketenangan juga dapat berdampak pada kejernihan pikiran sehingga pendaki mampu menyelamatkan diri dari ketersesatan.

Dan berikut ini tips agar tidak tersesat dalam pendakian gunung

1. Kala tersesat, jangan pernah turun ke lembah. Naiklah ke dataran yang lebih tinggi agar mudah melakukan orientasi medan.

2. Tiap pendaki harus memiliki tekad atau kemauan hidup. Tidak cuma ingin terbebas dari ketersesatan. Niat inilah yang akan memberikan mereka semangat mencari jalan keluar dan tidak menyerah.

3. Kala mendaki, jangan jadikan puncak sebagai tujuan. Pendakian harus dilalui dengan proses sepanjang perjalanan sehingga Anda dapat kembali turun dengan selamat.

4. Jangan pernah merasa sebagai orang yang kuat, hebat, dan jago. Meski telah sering menanjak gunung, Anda tetap harus waspada dan mempelajari medan yang ditempuh.

5. Sekitar 80 persen pecinta alam meninggal di gunung dalam posisi tengah tidur atau istirahat. Sebab sewaktu lelah, si pendaki tidur dalam kondisi badan tak terlindungi dengan baik. Sehingga hawa dingin menyergap badan dan menurunkan suhu tubuh. Akibatnya, tingkat kesadaran akan turun drastis. ( Mountain Climbing for Everybody )


Pernah dengar Sate Tulang ?

Pernah menikmatinya ?

Kawan, kalau ingin mencoba sate dengan rasa dan gaya yang berbeda maka sajian kuliner ini mantap untuk dicoba. Sate Tulang Bamegah. Dilihat dari namanya sepintas agak unik seakan-akan tulang disate. Seperti apa rasanya, kita akan coba.

Sate ini disajikan dengan bumbu saos merah yang sepintas terlihat pedas, ukuran per potongnya cukup besar sehingga satu tusuk sate terdiri dari 3 potongan daging tulang menjadi besar. Ditemani dengan bumbu saos sambal merah, sate ini dapat dicocolkan ke bumbu tersebut untuk menambah kenikmatan rasanya. Aroma sate panggangnya benar-benar menggugah selera.

Jangan pernah berpikir sate ini hanya mengandung tulang saja, ternyata sate ini diolah dari bagian dada ayam yang telah diremukkan dan diolah lebih lanjut. Semua daging ayam utama memang telah dilepaskan, namun masih cukup banyak daging yang ditinggalkan khususnya daging yang memiliki kekenyalan dan tekstur khusus yang masih menempel di tulang dada itu.

Rasanya sangat nikmat, ada rasa manis dan barbekyu atau panggangan khas. Daging juga tidak terasa alot, dan ditambah dengan keasyikan menggerogoti tulang dan dagingnya itu benar-benar nikmat. Bagi kawan yang suka bergelut dengan kuliner yang mengandung tulang dan menggerogotinya, ini patut dicoba. Asyik dan nikmat. Jangan ada menu khas lainnya yaitu sate kulit yang tak kalah enak dengan sate tulang .

Makanan ini disajikan dengan nasi terpisah dengan harga per porsi tanpa nasi 12.500 rupiah. Harga sate kulit per porsinya Rp 17.500,-

Apabila kawan ingin menikmati Sate Tulang ini bisa langsung menuju Rumah Makan Bamegah jalan Mayjend Sungkono No. 28 telepon 031-5673077. Lokasinya cukup mudah dijangkau dan terlihat jelas di samping SPBU Shell.

Lokasi :

Sate Tulang Bamegah

Jl. Mayjend Sungkono No. 28 Surabaya
Telp. 031-5673077
Harga : Rp 10.000 / porsi sate

(Surabaya, City Guide)


Depot Gudeg Bu Har ternyata memiliki cabang selain di Jalan Pasar Besar Wetan, tepatnya berada di Jalan Dharmahusada. Untu menu tidak berbeda dengan Depot sebelumnya, yakni masih seputar Gudeg, ada juga Gudeg Pecel yang merupakan menu spesial di Depot Gudeg Bu Har. Satu porsi Gudeg terdiri dari ayam/daging, tahu, telur, cecek dan gudeg nangka. Untuk minuman disediakan Es Teler Tidar, Es Campur, Es Kacang Ijo, Es Kacang Ijo Degan, Es Buah, dan lain-lain. Kalau mau pesen untuk acara ulang tahun, pernikahan, meeting, dan lain-lain bisa pesan langsung di Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada.

Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
Jl Dharmahusada No . 48 Surabaya
Telp: 031 5938833
Jam Buka: setiap hari 07.00 – 18.00 Wib

(Surabaya, City Guide)
TS-2011-11-16-025-Depot Gudeg Bu Har Dharmahusada
*) pic kuliner Surabaya.net

Lokasi :


Apa itu EURO EMISSION STANDARD (EUS)

Standar Emisi Eropa mengatur batas batas yg diperbolehkan dari kandungan gas buang dari kendaraan kendaran baru yg dijual di negara2 Eurpean Union (EU). Standar emisi itu diatur secara bertahap dan secara progressive diapplikasikan semakin ketat.

Pada saat ini kadar emisi yg diatur adalah Nitogen Oxide (Nox, Total hydrocarbon (THC), Non-methane hydrocarbon (NMHC), carbon Monoxide (CO) dan partikel lainnya (PM) pada hampir semua jenis kendaraan, termasuk mobil, truk, kereta api, traktor (atau alat berat lainnya), tongkang, namun tidak termasuk didalamnya Kapal Laut (seagoing ship) dan pesawat udara.
Setiap jenis kendaraan berlaku standard yg berbeda. Apakah kendaraan memenuhi standard ditentukan dengan menjalankan mesin dg urutan test yg telah diatur didalam EUS.  Kendaraan yg tidak memenuhi persyaratan standard tidak boleh dijual di negara EU, tapi standard tersebut tidak berlaku pada kendaraan yg telah ada sebelum peraturan berlaku.
Tidak ada aturan khusus yg mengharuskan dipakainya sebuah tehnology yg specific untuk memenuhi EUS. Model kendaraan yg baru harus memenuhi standard yg sedang berlaku atau standard yg akan di berlakuakan yang akan datang, namun model dg revisi yg berlifecycle pendek juga diakomodasi ole EUS pada engine2 yg sebelumnya sudah comply dg peraturan yg berlaku.

CO2 emission

Dalam Uni Eropa, transportasi kendaraan bertanggung jawab atas sekitar 20% dari semua emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12%. Target ditetapkan pada Protokol Kyoto adalah pengurangan 8% emisi di semuasektor ekonomi dibandingkan dengan tingkat 1990 pada 2008-2012.
Emisi CO2 dari transportasi relatif telah meningkat pesat dalam beberapa tahunterakhir, dari 21% dari total tahun 1990 menjadi 28% pada tahun 2004, namun saat ini tidak ada standar untuk batas pada emisi CO2 dari kendaraan. Emisi CO2 transportasi Uni Eropa  saat ini mencapai sekitar 3,5% dari total emisi CO2 global.

Obligatory labelling

Tujuan dari Petunjuk 1999/94/EC dari Parlemen Eropa dan Dewan 13 Desember 1999 yang berkaitan dengan ketersediaan informasi konsumen pada ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 sehubungan dengan pemasaran mobil penumpangbaru adalah untuk memastikan bahwa informasi yang berkaitan dengan ekonomi bahan bakar dan emisi CO2 dari mobil penumpang baru yang ditawarkan untuk dijual atausewa di Masyarakat dibuat tersedia bagi konsumen untuk memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan informasi.

Mulanya di Inggris, pendekatan awal dianggap tidak efektif. Cara informasi disampaikanterlalu rumit bagi konsumen untuk mengerti. Akibatnya, produsen mobil di Inggrissecara sukarela setuju untuk menempatkan lebih “userfriendly,” warna-kodelabel menampilkan emisi CO2 pada semua mobil baru dimulai pada bulan September 2005, dengan surat dari A (<100 CO2 g / km ) ke F (186 + CO2 g / km).Tujuan dari “label hijau” baru adalah untuk memberikan konsumen informasi yang jelas tentang kinerja lingkungan dari kendaraan yang berbeda.

Uni Eropa lainnya negara-negara anggota juga dalam proses memperkenalkanramah userfriendly label.

TAHAPAN PEMBERLAKUAN ATURAN
Tahapan applikasi dari pengaturan emisi gas buang biasanya dikenal sbb:
Untuk kendaran ringan (Light Duty): EURO 1, EURO 2, EURO 3, EURO 4 dan EURO 5 (pakai angka latin)
Untuk kendaraan berat (Heavy Duty): EURO I, EURO II, EURO III, EURO IV dan EURO V (pakai angka romawi)

DASAR HUKUM dan TAHUN PEMBERLAKUAN
* Euro 1 (1993):
o Kendaraan penumpang – 91/441/EEC.[ 12]
o Kendaraan penumpang and truk ringan – 93/59/EEC.
* Euro 2 (1996) Kendaraan Penumpang – 94/12/EC (& 96/69/EC)
o Sepeda motor – 2002/51/EC (row A)[13] – 2006/120/EC
* Euro 3 (2000) Semua jenis kendaraan – 98/69/EC[14]
o Sepeda Motor – 2002/51/EC (row B)[15] – 2006/120/EC
* Euro 4 (2005) Semua Jenis kendaraan – 98/69/EC (& 2002/80/EC)
* Euro 5 (2008/9) and Euro 6 (2014) Kendaraan penumpang ringan dan kendaraan berat – 2007/715/EC

Di bidang bahan bakar, Directive 2001 Biofuels mensyaratkan bahwa 5,75% dari semua bahan bakar transportasi fosil (bensin dan diesel) harus diganti denganbiofuel pada 31 Desember 2010, dengan target antara dari 2% pada akhir 2005.Namun, Parlemen Eropa telah sejak memutuskan untuk menurunkan target inisetelah bukti ilmiah baru tentang keberlanjutan biofuel dan dampak pada harga pangan. Dalam pemungutan suara di Strasbourg, komite lingkungan parlemen Eropamendukung rencana untuk mengekang target Uni Eropa untuk sumber terbarukan ditransportasi sampai 4% pada 2015. Mereka juga mengatakan bahwa tinjauan menyeluruh akan diperlukan pada 2015 sebelum Uni Eropa dapat berkembang menjadi  8-10% pada tahun 2020.

Emission standards for passenger cars

Standar emisi untuk mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan dirangkumdalam tabel berikut. Sejak tahap Euro 2, Peraturan EU memperkenalkan batas emisiyang berbeda untuk kendaraan diesel dan bensin. Mesin diesel memiliki lebihstandar CO ketat tetapi diperbolehkan lebih tinggi emisi NOx. Bensin kendaraan bertenaga dibebaskan dari partikulat (PM) standar sampai tahap 4 Euro, namunkendaraan dengan mesin injeksi langsung akan dikenakan batas 0,005 g / km untuk Euro 5 dan Euro 6. Sejumlah partikel standar (P) atau (PN) adalah bagian dari Euro 5 dan 6, tetapi belum final. Standar tersebut harus didefinisikan sesegera mungkindan selambat-lambatnya pada saat berlakunya Euro 6.

Cold engines

Selama beberapa  menit saat setelah menghidupkan  mesin mobil yang belum dioperasikan selama beberapa jam, jumlah emisi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena dua alasan utama:

1. Jika mesin pertama kali dihidupkan biasanya pada waktu pagi hari maka dinding dan bahan bakar masih dingin sehingga bahan bakar sulit menguap dan akan sulit membuat campuran bahan bakar. akhirnya timbulah campuran yang kelebihan bahan bakar saat pembakaran  dan  menghasilkan jumlah besar Hidrokarbon, Oksida Nitrogen dan Karbon monoksida.

Efeknya jika suhu dalam ruang bakar terlalu rendah maka jumlah PM nya akan meningkat dan jika suhu terlalu tinggi maka NOx nya yang akan meningkat.

Dalam mesin diesel, formasi unsur NOx sangat dipengaruhi oleh peningkatan suhu dalam ruang bakar. Maka daripada itu, penting dilakukan menjaga tingkat temperature ruang bakar pada posisi tertentu. Cara mudah untuk mengurangi kadar NOx adalah memperlambat timing semprotan bahan bakar, akan tetapi hal tersebut malah mengakibatkan borosnya bahan bakar sebesar 10-15%.

2. Konverter katalitik sangat tidak efisien ketika dingin. Ketika mesin dingin dimulai, dibutuhkan beberapa menit untuk konverter untuk mencapai suhu untuk beroperasi. Sebelum itu, gas yang jatuh langsung ke atmosfer. Ada banyak cara untuk mengurangi efek ini Menaruh  konverter lebih dekat ke mesin, Superinsulation,pemanas listrik, baterai termal, pemanasan awal reaksi kimia, pemanasan dan pembakaran

Lalu bagaimana caranya supaya PM nya rendah dan NOx nya juga rendah dengan tidak mengorbankan kemampuan mesin, lebih ekonomis bahan bakar dan lebih ramah kepada lingkungan?.

Beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan efisiensi pembakaran banyak macamnya yaitu dengan menggunakan bantuan computer, mengatur kesesuaian semprotan bahan bakar dan udara, menggunakan teknologi common rail dimana menggunakan tekanan yang sangat tinggi dan kesesuaian timing injeksi pada setiap putaran mesin, kepala silinder bermulti-klep dan lain-lain.

File:Euronorms Diesel.png

File:Euronorms Petrol.png

European emission standards for passenger cars (Category M*), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P***
Diesel
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13) 0.14 (0.18)
Euro 2 January 1996 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1† July 1992 2.72 (3.16) 0.97 (1.13)
Euro 2 January 1996 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005**

European emission standards untuk light commercial vehicles ≤1305 kg (Category N1-I), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 2.72 0.97 0.14
Euro 2 January 1998 1.0 0.7 0.08
Euro 3 January 2000 0.64 0.50 0.56 0.05
Euro 4 January 2005 0.50 0.25 0.30 0.025
Euro 5 September 2009 0.500 0.180 0.230 0.005
Euro 6 (future) September 2014 0.500 0.080 0.170 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 2.72 0.97
Euro 2 January 1998 2.2 0.5
Euro 3 January 2000 2.3 0.20 0.15
Euro 4 January 2005 1.0 0.10 0.08
Euro 5 September 2009 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
Euro 6 (future) September 2014 1.000 0.100 0.068 0.060 0.005*
* hanya untuk direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles 1305 kg – 1760 kg (Category N1-II), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 5.17 1.4 0.19
Euro 2 January 1998 1.25 1.0 0.12
Euro 3 January 2001 0.80 0.65 0.72 0.07
Euro 4 January 2006 0.63 0.33 0.39 0.04
Euro 5 (future) September 2010 0.630 0.235 0.295 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.630 0.105 0.195 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 5.17 1.4
Euro 2 January 1998 4.0 0.6
Euro 3 January 2001 4.17 0.25 0.18
Euro 4 January 2006 1.81 0.13 0.10
Euro 5 (future) September 2010 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 1.810 0.130 0.090 0.075 0.005*
* hanya kendaraan dg  direct injection engines


European emission standards untuk light commercial vehicles >1760 kg max 3500 kg. (Category N1-III & N2), g/km

Tier Date CO THC NMHC NOx HC+NOx PM P
Diesel
Euro 1 October 1994 6.9 1.7 0.25
Euro 2 January 1998 1.5 1.2 0.17
Euro 3 January 2001 0.95 0.78 0.86 0.10
Euro 4 January 2006 0.74 0.39 0.46 0.06
Euro 5 (future) September 2010 0.740 0.280 0.350 0.005
Euro 6 (future) September 2015 0.740 0.125 0.215 0.005
Petrol (Gasoline)
Euro 1 October 1994 6.9 1.7
Euro 2 January 1998 5.0 0.7
Euro 3 January 2001 5.22 0.29 0.21
Euro 4 January 2006 2.27 0.16 0.11
Euro 5 (future) September 2010 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
Euro 6 (future) September 2015 2.270 0.160 0.108 0.082 0.005*
* hanya untuk direct injection engines

EU Emission Standards untuk Heavy Duty Diesel Engines, g/kWh (smoke in m−1)

Tier Date Test cycle CO HC NOx PM Smoke
Euro I 1992, < 85 kW ECE R-49 4.5 1.1 8.0 0.612
1992, > 85 kW 4.5 1.1 8.0 0.36
Euro II October 1996 4.0 1.1 7.0 0.25
October 1998 4.0 1.1 7.0 0.15
Euro III October 1999 EEVs only ESC & ELR 1.0 0.25 2.0 0.02 0.15
October 2000 ESC & ELR 2.1 0.66 5.0 0.10
0.13*
0.8
Euro IV October 2005 1.5 0.46 3.5 0.02 0.5
Euro V October 2008 1.5 0.46 2.0 0.02 0.5
Euro VI January 2013 1.5 0.13 0.5 0.01
* untuk engines dg volume 0.75 dm³ per cylinder and a rated power speed of more than 3,000 per minute. EEV is “Enhanced environmentally friendly vehicle“.

Euro norm emissions for category N2, EDC, (2000 and up)
Standard Date CO (g/kWh) NOx (g/kWh) HC (g/kWh) PM (g/kWh)
Euro 0 1988-1992 12.3 15.8 2.6 none
Euro I 1992-1995 4.9 9.0 1.23 0.40
Euro II 1995-1999 4.0 7.0 1.1 0.15
Euro III 1999-2005 2.1 5.0 0.66 0.1
Euro IV 2005-2008 1.5 3.5 0.46 0.02
Euro V 2008-2012 1.5 2.0 0.46 0.02

ketentuan yang lebih ketat. Indonesia masih memberlakukan ketentuan standar Euro2 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 141/2003 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru yang efektif berlaku sejak 2007. selama ini kita dipaksa memakai Catalytic Converter untuk menekan emisi, tapi Kualitas Bahan Bakar tidak memadai, bagaimana mungkin mobil sudah memenuhi  Euro4, sementara kualitas bahan bakar minyak di Indonesia masih memenuhi spesifikasi Euro2. disamping itu pendukung utamanya selain bahan bakar juga ada  fasilitas uji emisi yang memadai.

 
Efek Emisi Kendaraan yang Berlebihan

NOx

Mono-nitrogen oksida NO dan NO2 bereaksi dengan senyawa amonia, uap air, dan lainnya untuk membentuk asam nitrat uap dan partikel terkait. Partikel kecil dapatmenembus dalam ke jaringan paru-paru sensitif dan merusak, menyebabkankematian dini dalam kasus-kasus ekstrim. Menghirup partikel tersebut dapat menyebabkan atau memperburuk penyakit pernapasan seperti emfisema, bronkitisjuga dapat memperburuk penyakit jantung yang ada .  Dalam 2005 US EPA mempelajari emisi NOx terbesar datang dari pada kendaraan jalan motor,dengan penyumbang terbesar kedua menjadi jalan non peralatan yang sebagian besar bensin dan stasiun diesel.

File:SmogNY.jpg

Volatile Organic Compounds

 Ketika oksida nitrogen (NOx) dan senyawa organik volatil (VOC) bereaksi dengan adanya sinar matahari, tanah tingkat ozon terbentuk, unsur utama dalam asap. US EPA pada 2005 memberikan Sebuah laporan tentang kendaraan jalan sebagai sumber terbesar kedua VOC di Amerika Serikat pada 26% dan 19% berasal dari perangkat non jalan yang sebagian besar bensin dan stasiun solar. 27% dari emisi VOC adalah dari pelarut yang digunakan dalam pabrik cat dan thinner cat dan penggunaan lainnya.
File:2005 sources of vocs.png

Ozone

Ozon  bermanfaat dalam atmosfer atas, tetapi tingkat ozon di tanah dapat mengiritasi sistem pernapasan, menyebabkan batuk, tersedak, dan kapasitas paru-paru berkurang di Amerika Serikat., Ozon bertanggung jawab untuk sekitar $500 juta di dalam produksi tanaman yang berkurang setiap tahunnya.

Carbon monoxide (CO)

Keracunan karbon monoksida adalah jenis yang paling umum dari keracunan udarafatal di banyak negara. Karbon monoksida tidak berwarna, tidak berbau danberasa, tapi sangat beracun. Ini menggabungkan dengan hemoglobin untuk menghasilkan carboxyhemoglobin, yang tidak efektif untuk memberikan oksigen ke jaringan tubuh. Di AS 60% dari karbon monoksida disebabkan oleh kendaraan berjalan.

File:MOPITT www.acd.ucar.edu.Web-201003-mixing ratio at surface.png

Hazardous air pollutants (toxics)

Racun Kronis (jangka panjang) paparan benzena (C6H6) dapat menimbulkan kerusakan  sumsum tulang. Hal ini juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menekan sistem kekebalan, meningkatkan kesempatan infeksi. Benzene menyebabkan leukemia dan berhubungan dengan kanker darah lainnya dan pra-kanker dari darah.

Particulate Matter (PM10 and PM2.5)

Dampak kesehatan dari partikel udara padat yang dihirup telah dipelajari secara luas pada manusia dan hewan menimbulkan  asma, kanker paru-paru, masalah jantung, dan kematian dini. Karena ukuran partikel, mereka dapat menembus bagian terdalam dari paru-paru. [21] Sebuah penelitian 2011 Inggris memperkirakan 90 kematian pertahun akibat PM penumpang kendaraan. Dalam sebuah publikasi tahun 2006,US Federal Highway Administration (FHWA) menyatakan bahwa pada tahun 2002sekitar 1 per-sen dari semua PM10 dan 2 per sen dari semua emisi PM2.5 berasal dari knalpot di jalan kendaraan bermotor (kebanyakan dari mesin diesel).

Carbon dioxide (CO2)

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca. Kendaraan bermotor menegluarkan emisi CO2 adalah bagian dari kontribusi antropogenik terhadap pertumbuhan konsentrasi CO2 di atmosfer yang diyakini oleh mayoritas ilmuwan untuk memainkan bagian pentingdalam perubahan iklim. Kendaraan bermotor dihitung untuk menghasilkan sekitar 20 per sen  Uni Eropa emisi CO2, dengan mobil penumpang memberikan kontribusi sekitar 12 per-sen. Di Eropa rata-rata mobil baru Uniemisi CO2 turun 5,4 per-sen di tahun dengan kuartal pertama 2010, turun ke145,6 g / km.

Jadi mari kita menuju dunia zero emission dengan mengikuti perkembangan teknologi..go wes lah..transport massal zero emission juga penting..apapun itu harus sadar tentang dampak lingkungan dimulai dari manapun…


_MG_4911

Salam Wildlife!Selama masih ada nyali di setiap benak setiap orang SuetoCommunity pasti akan terus dan selalu menjelajah alam Indonesia.

Tour ke Dieng kali ini memang salah satu agenda Sueto yang memang belum dituntaskan. Sebenarnya banyak agenda touring sueto yang memang akan menjadi tujuan berikutnya tapi karena dengan segala kesepakatan bersama akhirnya kami putuskan berangkat menuju Dieng dari Surabaya.

Perjalanan kali ini kami tidak langsung dari Surabaya menuju Dieng. Kami akan mampir dulu di Yogya untuk istirahat dulu dan menyusul anggota dan partisipan yang lain untuk ikut dalam acara tour to Dieng. Jadi kamipun ada tempat istirahat di homebase salah satu anggota  di Yogya.

Hari kamis tepat tengah malam jadi sudah masuk jumat pagi kamipun berangkat dari Surabaya menuju yogya beranggotakan 4 orang 2 motor HSX125 dan PZ00. Perjalanan kami mulai dari post 1 Mojosari menuju post 2 Caruban. Saat melewati daerah Mojosari-Jombang-Kertosono perjalanan waktu itu perjalanan terasa berkabut agak tebal kira jarak pandang 30-40meter tapi lama-lama mata kami perih ternyata itu adalah sebuah kabut hasil polusi pembuangan truk angkut berat yang membuang berkilo-kilo karbon pada saat malam hari mungkin kami pikir inilah yang disebut ABC’s(Atmospheric Brown Cloud‘s)pernah di bahas di post https://suetoclub.wordpress.com/2012/01/08/atmospheric-brown-cloudsabcs-efek-polusi-yang-ada-dikota-kota-besar-asia-termasuk-indonesia/.

     Bentuknya agak sedikit berbeda dengan kabut seperti efek rumah kaca jadi awan coklat kabutnya hanya berkecimpung didaerah itu saja seperti tidak bisa keluar akhirnya setelah kami melewati kota kertosono kabut coklatnya menghilang dan mata kami tidak perih lagi. Jadi memang telah parah polusi di Indonesia terutama di jalur utama yang dilewati  truk angkut  berat. Ini terjadi waktu tengah malam mungkin akan lebih parah bila terjadi sianghari atau saat jam aktif. Efeknya secara tidak langsung akan berpengaruh kepada penduduk sekitar wilayah itu. Polusi kian merambah dimana-mana tidak hanya dikota-kota besar. Memang efek paling terasa dari truk angkut berat dari pada mobil dan motor yang terus diperbarui produsen otomotif yang mana memang kebanyakan kondisi truk angkut berat untuk distribusi industri  tidak layak pakai dan tidak sesuai standar Euro2 atau 3 tapi selalu lolos dalam pengcekan uji emisi. Bagaimana mengatasinya?kalau masalah sudah sedemikian rumit ya memang harus ada kesadaran diri dari berbagai pihak juga masyarakat akan pentingnya kesehatan dan minimalisasi efek polusi.

Perjalananpun kami teruskan menuju post2 berhenti di Indomaret kota Caruban untuk istirahat dan ngopi. Setelah itu langsung kami lanjutkan menuju post 3 Sragen untuk istirahat dan subuh sambil menunggu kesiapan tuan rumah yang ada di Yogya. Sekitar jam 7 kami sampai Yogya jadi total perjalanan SBY-Yogya 7jam terhitung +-300km banyak kemacetan dijalan sekarang mungkin karena padatnya penduduk Indonesia dan aktifitasnya.  Akhirnya kami istirahat dulu di pombensin awal masuk Yogya sambil menunggu tuan rumah menjemput. Sampai di Home kamipun Jumatan dan langsung istirahat.

Pada malam harinya kami sempatkan berkeliling Yogya juga sambil mencari makan. Menyusul partisipan lain yang ada di Yogya terus dinner deh. Setelah berkeliling Yogya akhirnya kami sampai di Resto SegoSambel, rata-rata memang banyak makanan khas SegoSambel ini di Yogya. Setelah makan kenyang kamipun kembali beristirhat di homebase untuk persiapan berangkat ke Dieng besok paginya.

Paginya Sueto Tim bersiap prepare menuju Dieng Plateau Wonosobo beranggotakan fix 8orang 4motor sekitar jam7 pagi dari Yogya kami berangkat melalui jalur MagelangTemanggung-Wonosobo-Dieng yang jaraknya +-150km dari Yogya. Perjalanan melewati Magelang menuju post1 Temanggung untuk sarapan kemudian langsung menuju kota Wonosobo untuk post2. Perjalanan waktu berangkat cuacanya cerah jadi kami bisa tepat waktu.

Sebelum memasuki kawasan Dieng kami ditarik karcis retribusi Rp2500,-per orang karena 8 orang total jadi Rp20.000,- ada retribusi tapi jalur untuk penarikan karcis retribusi  jelek dari jalur utama yang dialihkan. Kami kira ada sedikit ketidakberesan disini kalau memang kawasan wisata yang termasuk skala internasional seharusnya  tempat penarikan karcis retribusi seharusnya yang layak juga.

Kemudian perjalananpun kami teruskan menuju perkampungan Dieng plateau waktu itu disekitar jalan menuju Dieng banyak plakat-plakat di dieng yang memang sudah usang contohnya seperti gapura Dieng plateau. Tapi kami terus berjalanan dan terkesima melihat pemandangannya yang masih bagus. Diiringi cuaca yang kian dingin dan berkabut kami terus mendaki melewati bukit-bukit sampai menuju kawasan Dieng Plateau yang  terletak pada ketinggian 2000 meter dpl.

     Sejarahnya nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “di” yang berarti tempat, dan “hyang” yang berarti dewa pencipta. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata “edi” yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan “aeng” yang berarti aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan.

     Memasuki Dieng Plateau area kami mencoba berkeliling di area Dieng ini mencari referensi spot yang bagus untuk diabadikan sambil memutuskan spot wisata mana yang dituju. Akhirnya kami putuskan untuk memasuki kawasan utama komplek Candi Arjuna, Kawah Sikidang dan Telaga Warna memang tiga tempat ini yang paling sering dikunjungi dan yang benar-benar berbeda dari tempat yang lainnya. di Dieng ini ada sekitar 20 spot yang masih dikunjungi sebenarnya. Tapi karena waktu kami terbatas jadi kami utamakan 3spot dulu. Karena kami pikir spot yang lainnya juga tidak berbeda dengan spot wisata diluar Dieng seperti telaga, candi-candi, kawasan industri dan lainnya.

    Pertama kami menuju spot komplek candi arjuna biaya retribusi tiket masuknya Rp10.000,- per motor 2 orang sudah dapat dua tiket tiket ke komplek candi dan ke kawah sikidang kalau minta peta kawasan Dieng juga dikasihkok, tapi ongkos segitu belum biaya parkir yang ditarik Rp 2000,- mobil motor tarifnya sama. Pada awalnya kami kaget ternyata bayar segitu masih pakai biaya parkir. Tapi ya sudahlah kita menikmati perjalanannya saja.

      Kompleks Candi Arjuna yang merupakan candi hindu tertua di Pulau Jawa masih berdiri dengan tegaknya di tengah deraan waktu dan cuaca, menjadi bukti warisan kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun beberapa bagian candi mulai aus dimakan usia, namun candi pemujaan Dewa Siwa yang dibangun pada tahun 809 M ini tetap kokoh berdiri memberikan nuansa kedamaian di tengah keheningan alam pegunungan.

    Di komplek ini kami memanfaatkan moment untuk berfoto dan dokumentasi sambil menikmati suhu yang dingin di pegunungan Dieng ini yang katanya Suhu udara pada siang hari berkisar antara 15-20 derajat celcius sementara pada malam hari berkisar antara 10 derajat celcius. Pada bulan Juli dan Agustus suhu bisa mencapai 0 derajat celcius pada siang hari dan -10 derajat celcius pada malam hari. Wah!makanya sampai ada salju turun di Dieng kalau lagi bulan Juli dan Agustus ternyata suhunya bisa mencapai minus derajat celcius.

Sesungguhnya Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa. Datarannya terbentuk dari kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah ini terlihat jelas dari dataran yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan disekitarnya. Namun meskipun gunung api ini telah berabad-abad mati, beberapa kawah vulkanik masih aktif hingga sekarang. Di antaranya adalah Kawah Sikidang, yang selalu berpindah-pindah tempat dan meloncat-loncat seperti “kidang” atau kijang.

     Setelah dari komplek Arjuna kami menuju spot ke-2 yaitu kawah sikidang letaknya tidak jauh dari spot komplek arjuna. Ternyata setalah masuk di area kawah sikidang ada sebuah pasar kecil yang menjajakan buah atau sayuran khas Dieng seperti Carica, pepaya, Kentang, Kubis dll. Tidak lama kami langsung menuju spot kawah sikidang mengambil view kawah dari atas bukit sungguh pemandangan yang indah. Sementara beberapa teman kami menunggu di bawah. Ketika mau bernjak dari spot-2 ada sebuah kejanggalan lagi bagi kami karena waktu itu ada 2 orang teman kami yang memang menjaga sepedamotornya dan tidak parkir hanya menunggu di luar area karena memang 2 orang itu alergi bau kawah yang menyengat tetapi mereka masih ditarik retribusi parkir Rp 2000,- padahal tidak parkir. Mungkin orang parkirnya pikir setiap memasuki kawasan wisata parkir atau tidak yang penting membayar dan memang tidak ada karcis retribusinya. Anehnya lagi parkir mobil sama motor tarifnya sama Rp 2000,- seharusnya dibedakan.

     Spot terakhir yang kami tuju adalah telaga warna. Spot ini menjadi yang terakhir karena memang ada keterbatasan waktu dan cuaca yang memang bakal tidak bersahabat mulai turun hujan jadi terpaksa kami undurdiri setelah spot telaga warna. Waktu akan memasuki telaga kami ditarik lagi retribusi parkir Rp 2000,-. Sebelum masuk kami membeli jajanan khas Dieng yaitu tempe kemul. Setelah masuk loketnya Rp 5000,- per orang . Mencoba mengitari kawasan sekitar danau ternyata banyak gua tapi kami tidak catat namanya juga patung Dewi beserta patung Gajah Mada di cat emas akhirnya kami melepas lelah disebuah padepokan di telaga. Sebenarnya apa yang ingin kami dapatkan di spot terkhir ini adalah bagaimana mendapatkan gambar dengan view dua telaga warna dari atas bukit tapi sebelum kami menuju spot tersebut cuaca  mulai tidak bershabat akibatnya nanti waktu pulang bisa bahaya lagi pula jalannya menuju spot itu ternyata sudah longsong karena erosi alam yang tak tahu apa penyebabnya. Akhirnya sebelum keluar tempat wisata saya ambil view dari atas saja yaitu Museum Theater Dieng. 

Keunikan proses terbentuknya kawasan Dieng menghasilkan bentang alam yang eksotik dan tidak ada duanya. Telaga Warna yang memantulkan warna hijau, biru dan ungu.

     Pada faktanya kami tidak menemui perubahan warna di telaga warna kami kira telaga warna ini seperti telaga warna kelimutu. Setelah kami cari informasi ternyata telaga warna ini bisa berwarna dikarenakan adanya batu seperti safir yang bisa berubah warna tapi pada saat ini batu safir itu telah tiada karena telah dijual ke investor yang berasal dari Jepang. Pada saat mendengar seperti ini kami Suetoclub benar-benar kecewa kenapa kekayaan alam yang sebetulnya adalah sebuah warisan harta dari nenek moyang yang perlu dilestarikan kenapa malah dijual ke negara lain dan tidak dijaga sebaik-baiknya. Mungkin kami tidak tahu pelakunya dari pemerintahan atau masyarakat Dieng tapi pada akhirnya inilah awal sebuah kerusakan di Dieng. Terus kalau dijual buat apa uangnya?pembangunan di Dieng juga pelestariannya juga tidak benar-benar tampak secara realistis manfaatnya.

     Secara langsung kami berkesimpulan bahwa kami terkesima bukan karena tempat wisata karena memang yang menantang kami adalah serunya perjalanan  dan indahnya geografis alam di Dieng ini. Begitu dengan biaya retribusi yang tak masuk akal untuk kualitas wisata yang kurang memadai misal seperti tiap spot ditarik karcis masuk Rp 5000,- dan tarif parkir Rp 2000,- jika ada 20 spot kawasan wisata berarti dikalikan saja 20×7000=Rp 140.000 paling tidak kita kurang lebih mengeluarkan biaya segitulah tapi ini hanya misal apa tidak terlalu over. Tapi mungkin ini hanya pandangan  kami semata.

    Satu lagi alasan kami menulis judul Dieng Plateau belum habis  karena kami sendiri memang belum mengexplore spot wisata di Dieng secara keseluruhan tapi paling tidak kami sudah paham secara garis besar. Tentunya kawasan wisata ini juga belum habis wisatawannya asalakan bisa mengalirkan retribusi dengan tepat guna dan pengolahan kawasan wisata yang benar sehingga patut menjadi kawasan wisata internasional yang bisa dibanggakan Indonesia.

    Pulang dari Wonosobo-Temanggung-Yogya perjalanan kami diguyur hujan deras. Sesampainya di homebase kami langsung istirahat dan bersantai selama satu hari lagi sambil cari oleh di Malioboro. Kemudian pulang kembali ke Surabaya. Perjalanan Yogya-Surabaya juga diguyur hujan pulangnya tetap stay to step by step on post sampai Sidoarjo. Yang paling mengejutkan ternyata konsumsi PZoo sama kayak HSX125 PP Sidoarjo-Yogya cuman Rp 70.000,- premium ngirit deh.  Terima kasih sekian liputan perjalanan dari Sueto Tim Tour to Dieng. Tetap semangat menjelajah Indonesia tercinta!

_MG_4755

_MG_4769

_MG_4806

_MG_4830

_MG_4848

_MG_4849

_MG_4850

_MG_4858

_MG_4888

_MG_4898

_MG_4901

_MG_4899

_MG_4920

_MG_4926

_MG_4932

_MG_4950

Simak Videonya :


Halo Salam Wildlife Pernah mampir ke kabupaten Subang Jawa Barat?Itung-itung Sueto pernah dua kali lewat Kabupaten ini tapi hanya lewat soalnya waktu itu tujuannya Kabupaten Banten dan dari Bandung menuju ke Cirebon. Pada awalnya Subang menjadi jalur alternatif kami menuju Puwakarta terus Karawang. Jalannya yang naik-turun dan berkelok-kelok  sangat seru apabila dilewati malam hari suasana alamnya juag segar mungkin karena letaknya di kawasan pegunungan. Jadi disini kami coba mencari info salah-satu wisata di Subang seandainya kami lewat sini kemudian hari jadi bisa sekalian tour ke tempat wisata di Subang.

Subang county, West Java province, Indonesia

Image via Wikipedia

Nah!Kabupaten Subang ini dilintasi jalur pantura, namun ibukota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem danPamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang melintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, KabupatenSumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu.

Penduduk Subang pada umumnya adalah Suku Sunda, yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Namun demikian sebagian kawasan di pesisir penduduknya menggunakan Bahasa Jawa Dialek Cirebon (Dermayon).

Di Subang ini wisata alamnya banyak lo..Di antara rimbunnya perkebunan Teh, diwilayah Selatan, Kabupaten Subang memiliki sumber mata air panas yang terus mengalir di daerah Ciater. Sari Ater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal karena ke-khasan-nya dan ramai pada saat liburan terutama pada saat liburan Hari Raya Lebaran. Sari Ater selain menyediakan kolam pemandian air panas juga memiliki penginapan – penginapan yang dikenal dengan Saung Kabayan sehingga sangat cocok bagi sebuah keluarga yang ingin berlibur. Kemudian juga terdapat klinik kebugaran (Spa) air panas yang letaknya berdekatan dengan obyek wisata Sari Ater. Selain itu Kabupaten Subang memiliki tujuan wisata alam air terjun yang memiliki pemandangan yang cukup indah dimana hingga saat ini belum dikelola secara serius yaitu Curug Cijalu yang terletak di daerah Sagalaherang dan Curug Cileat yang berada di Kecamatan Cisalak.sebelumnya juga ada Gunung berapi Tangkuban Perahu (su: Tangkuban Parahu) yang memiliki keindahan kawahnya dan udaranya yang sejuk. di bagian subang tengah sampai ke barat ada pantai pondok bali yang setiap tahunnya di gelarfestival ruatan laut, di daerah ciasem juga ada pantai kalapa-kalapa tapi tidak begitu ramai pengunjung karena pengetahuan masyarakat yang kurang. dan di daerah blanakan ada tempat penangkaran buaya, di sana kita bisa melihat buaya dari yang masih bayi sampai ke buaya yg tertua.

Kali ini kami kutip Curug Cijalu saja. Menurut cerita, sebelum diberi nama Cijalu, curug itu biasa disebut Curug Cikondang. Namun ketika seorang pendekar (jawara) datang ke daerah ini ketempat tersebut yang dipercaya oleh masyarakat sekitar mempunyai taji/jalu (siih dalam bahasa Sunda). Sehingga tersebarlah berita bahwa di tempat itu tinggal seorang yang digjaya yang mempunyai taji/jalu. Akhirnya nama Cikondang diubah menjadi Cijalu, Nama ini perpaduan antara dua kata cai dan jalu (bahasa Sunda).

Curug Cijalu memiliki ketinggian lebih dari 70 meter dengan tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekitar 1300 meter di atas permukaan laut,  Curug Cijalu ditemani oleh air terjun lain yang dikenal dengan nama Curug Perempuan yang terletak sekitar 100 meter sebelum Curug Cijalu.

Suasana yang asri dan indah, serta didukung dengan berbagai fasilitas tempat yang cukup memadai. Curug cijalu merupakan salah satu tempat ideal bagi para wisatawan yang menyukai  kegiatan berkemah.  Dengan suasana alam yang masih bersih, rimbunan pohon yang menutupi sebagian daerah curug serta kicauan burung yang bernyanyi tiada henti membuat kondisi panorama alam disekitar tempat ini benar-benar terlihat asri, sejuk dan menyegarkan. Sangat tepat untuk dijadikan sebagai salah satu tempat dalam perjalanan agenda tujuan wisata anda bersama keluarga tercinta di Kabupaten Subang Jawa Barat.

Lokasi

Berjarak 37 Km dari kota Subang ke arah Selatan (1 jam perjalanan) atau sekitar 50 km dari Kota Bandung kearah utara (1,5 jam perjalanan).  Sekain itu juga dapat dicapai melalui Purwakarta kurang lebih 25 km ke arah Wanayasa.  Kondisi jalan, umumnya beraspal dan hanya sebagian kecil yang masih berupa jalan batu, dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Jika dari arah Wanayasa (di jalan taya yang menghubungkan Subang dan Purwakarta) sekitar 5 km setelah pasar Wanayasa, tepatnya di pangkalan ojek Kampung Legok Barong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes ambil belokan kanan memasuki jalan desa ke arah Desa Cipancar.  Jarak Curug Cijalu ini dari pangkalan ojek tersebut sekitar 4 km.  Jalan masuk ke curug ini sudah ditandai plang dan petunjuk arah yang jelas.

Curug Cijalu yang sesungguhnya memang tak terlalu jauh dari bumi perkemahan. Sekitar satu kilometer di sebelah timur. Namun, karena diapit dua punggungan memanjang dan terjal, serta terlindungi oleh hutan yang mengagumkan, air terjun itu tak banyak diketahui para wisatawan.

Curug Cijalu ini berada dalam kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang yang sesungguhnya lebih pantas disebut Cagar Alam Gunung Sunda yang memiliki luas 2 Ha dan termasuk di hutan produksi blok Cijengkol KPH Bandung Utara, BKPH Wanayasa, RPH Tangkuban Perahu.  Konfigurasi lapangan umumnya bergelombang dengan curah hujan 2.700mm/th dan suhu udara berkisar 18-26C.

Hanya sepasang air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah bukit di puncak Gunung Sunda, sekira 800 meter di atas permukaan laut.

Transportasi

Sarana transportasi umum yang ada adalah ojek atau colt carteran dari Wanayasa.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Purwakarta naik angkot 01 jurusan Pasar Rebo.  Selanjutnya dari Pasar Rebo ini disambung dengan elf jurusan Wanayasa.

Setelah itu memasuki ke perkebunan teh dan kina yang langsung berbatasan dengan kawasan objek wisata.  Selanjutnya di tengah kebun teh sekitar 500 m sebelum
sebelum pintu gerbang bumi perkemahan, akan ditemui sungai dangkal melintang memotong jalan.  Inilah Sungai Cijalu yang mengalir dari hulu Curug Cijalu.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di lokasi wana wisata ini adalah pos jaga, tempat parkir, shelter, tempat sampah, jalan setapak, tempat duduk, mushola dan instalasi air.  Juga terdapat pula lapangan sebagai areal untukcamping bagi para pengunjung. Bagi Anda yang berjiwa petulang sebaiknya datang kesini tak hanya melihat dan berenang, namun juga menginap 1-2 malam untuk merasakan malam disini sehingga akan merasakan sensasi yang luar biasa.

Berikut Videonya dan Selamat Travelling.


  

Telaga ngebel Ponorogo adalah salah satu tempat wisata yang menjadi andalan kota Ponorogo adalah telaga ngebel ( tlogo ngebel ). Danau yang memiliki daya pikat tersendiri bagi warga sekitar dan wisatawan yang mengunjunginya. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di danau ini, seperti berkemah, bertamasya, dan kegiatan lainnya.

Objek wisata air ini terletak 24 km ke arah timur laut menuju Ponorogo dari arah utara. Kawasan ini memiliki panorama menarik. Berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 734 meter dpl, udara terasa sejuk. Suhu rata-rata 22-23 derajat Celcius. Ditambah dengan uap air yang menyegarkan suasana, orang akan betah berlama-lama di sini.

History

Konon cerita awal mula terbentuknya danau ngebel adalah penjelmaannya seekor naga, yang konon naga itu penjelmaan dari keris empu yang terkenal pada masa itu. Ketika sang naga meminta pengakuan kepada sang empu bahwa dia adalah anaknya, karena sang empu mengetahui bawasanya naga itu adalah penjelmaan keris pusaka, maka sang empu memberikan syarat kepada naga itu. Apakah syratnya, hemmm syaratnya adalah jika sang naga dapat melingkari gunung wilis denga tubuhnya, maka diakuinya dia menjadi anaknya.

Ternyata dibalik syarat yang diberikan sang empu kepada naga ada tipu daya. Karena sang naga tidak dapat melingkari gunung wilis dengan tubuhnya, maka dia menjulurkan lidahnya. Nah disinilah tipu daya itu. ketika sang naga menjulurkan lidahnya, tiba-tiba sang empu memotong lidah itu. Apa gerangan yang terjadi? Berubahlah lidah sang naga menjadi keris pusaka, sedang sang naga sendiri menjelma menjadi seorang anak yang bernama BARUKLINTING.

Disinilah awal permulaan ceritamya, tatkala sang naga telah menjelma jadi manusia, dia merasakan kelaparan yang amat sangat. Disaat itu bersamaan dengan adanya pesta dari seorang perempuan yang kaya raya. Ketika Baruklinting meminta makanan dipesta itu, bukan makanan yang didapat, akan tetapi diusir dan dimaki habis-habisan dia oleh sang perempuan kaya.

Baruklinting sakit hati dengan perlakuan yang diterimanya. Saat Baruklinting akan pergi dari desa itu, rasa laparnya belumlah hilang, ketika itu ada seorang nenek lewat dan memberinya makanan(mbok rondo). Baruklinting senang sekali karena rasa laparnya kini telah hilang oleh pertolongan mbok Rondo. Karena rasa sakit hatinya pada penduduk desa dan si perempuan kaya yang telah memaki dan mengusirnya, dia mempunyai rencana untuk membalasnya. Ketika rencana tersebut akan dilaksanakan, berpesanlah Baruklinting pada mbok rondo untuk mempersiapkan lesung(alat untuk menumbuk padi yang bentuknya seperti prahu) dan entong kayu(alat untuk mengambil nasi).

Berangkatlah Baruklinting kedesa itu, diadakannya sayembara, yang isinya: barang siapa dapat mencabut kayu yang saya tancapkan ini, maka saya akan meninggalkan desa ini. Semua penduduk desa mencobanya satu persatu, tapi apa gerangan yang terjadi? Tak ada satupun yang dapat mencabutnya. Ketika para penduduk desa tak sanggup mencabutnya, dicabutnya sendiri kayu itu. Apa gerangan yang terjadi? Keluarlah air yang deras dari bekas tancapan kayu itu. Tak sorangpun dapat menghentikan alirannya, terjadilah bencana air bah, tenggelamlah para penduduk desa itu, tak seorangpun selamat, kecuali Mbok Rondo sang dewi penolong Baruklinting, dengan menaiki lesung, sesuai amanat dari Baruklinting. Maka jadilah danau desa tersebut, yang sekarang dipanggil dengan sebutan Danau Ngebel. Legenda Telaga Ngebel, terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo selain tarian Reog khas Ponorogo .

Danau ini masih asri dan indah dengan pemandangan alam yang menajubkan. Dibalik keindahan danau ini menyimpan mitos yang sangat luar biasa hingga danau ini tetap tentram dan sejuk serta indah. Selalu tampak lenggang dan sedikit menyeramkan.

Activity in Ngebel Lake

Telaga dengan luas permukaan 1,5 km dan dikelilingi jalan sepanjang 5 km ini menjadi sumber ikan bagi penduduk setempat. Keramba dipasang berderet-deret di telaga. Setiap pagi dan sore, para pemilik keramba sibuk memberi makan ikan. Jumlah keramba yang terhampar di sini sekitar 900 yang dikelola 12 kelompok. Ikan yang ditanam adalah nila, wader, dan mujair.

Bagi yang tidak memiliki keramba, telaga ini menjadi tempat memancing yang menyenangkan. Aktivitas memancing banyak dilakukan sore hari. Biasanya mereka duduk di tepi telaga berlama-lama sambil menunggu kail-kail yang dipasang dimakan ikan.

Ingin melihat keramba dari dekat banyak caranya salah satunya mengitari telaga lewat jalan darat yang ada di sekeliling telaga cukup menyenangkan. Tetapi cobalah berkeliling dengan bus air. Ada dua bus air dengan kapasitas 20 penumpang yang siap mengantar mengelilingi telaga, melihat keramba dari dekat. Tarif naik bus air relatif murah. Dengan Rp 5.000 per orang, pengunjung bisa berkeliling menyusuri keluasan danau selama 30 menit.

Gandi, 47, pengemudi bus air di Telaga Ngebel menjelaskan, untuk memberangkatkan perahu yang disupirinya ada syarat khusus. Jika jumlah penumpang di di bawah sepuluh orang, maka bus air belum diberangkatkan. Jika penumpang tak sampai sepuluh orang, pendapatannya terlalu kecil.
“Boleh di bawah sepuluh orang, tetapi penumpang harus membayar lebih. Sekali jalan, minimal Rp 50.000 ribu,” kata Gandi.

Yang tak ingin segera beranjak dari telaga dan ingin menikmati malam di tepi telaga, pengunjung bisa menghabiskan malam di penginapan. Memang hotel atau penginapan belum sebanyak di Telaga Sarangan tetapi cukup menyenangkan jika membawa keluarga menginap. Salah satu penginapan yang dekat dengan telaga adalah Pesanggrahan Songgolangit.

Setiap akhir pekan jumlah pengunjung mencapai 2.500. Ini jumlah yang rendahh dalam perhitungan Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pariwisata dan Seni.
“Kami terus berkampanye untuk mengembangkan wisata Telaga Ngebel. Imej saat ini, Telaga Ngebel angker, padahal tidak. Kami juga melibatkan 40 pamuda desa di dekat telaga untuk menjadi pemandu wisata,” kata Suhardjiman Darwanto, Kepala Seksi Rekreasi Dinas Pariwisata dan Seni Ponorogo.
Selain itu, saat hari-hari libur nasional, di Telaga Ngebel diadakan panggung terbuka. Harapannya, dengan adanya panggung terbuka, maka jumlah pengunjung meningkat.

Kuliner

Di sekitar telaga ini ada lima warung yang menjajakan ikan bakar. Yang membuat nikmat, ikan yang dibakar adalah ikan tangkapan dari telaga. Mereka baru membakar ikan jika ada yang memesan. Pengunjung boleh memilih ikan yang dikehendaki. Sambil menunggu ikan dibakar pengunjung bisa duduk mencangkung menikmati hembusan angin di telaga. Bau masakanan ikan bakar menusuk hidung dari dapur pun mengundang perut yang lapar. Sekitar sepuluh menit kemudian, hidangan ikan nila bakar pun tersaji lengkap dengan sambal dan lalapan plus nasi. Tak ada yang mengalahkan rasa nikmat makan di alam terbuka dengan seporsi ikan bakar segar. Harga yang dipasang pun tidak mahal. Satu prosi nila bakar Rp 5.000. “Bumbu ikan bakar, ya seperti memasak ikan bakar umumnya. Namun, kami memiliki resep khusus supaya rasanya lebih lezat,” tutur Ny Ani, salah satu pemilik warung ikan bakar di tepi Telaga Ngebel yang terkenal karena ikan bakarnya gurih dan sambalnya pas di lidah.

Berkunjung ke Telaga Ngebel, rasanya tidak cukup hanya menikmati keindahan alam dan sajian ikan bakar nila. Telaga Ngebel memiliki potensi pertanian dan perkebunan sebagai penghasil buah-buahan. Di sini bisa dijumpai durian, manggis, dan pundung. Buah-buahan itu bisa dijumpai saat musim penghujan atau sekitar bulan Desember hingga Maret. Begitu musim buah datang, pengunjung dari luar kota biasanya memadati jalanan tempat durian, manggis, dan pundung dijajakan. Harganya yang cukup murah membuat pengunjung selalu kembali saat musim buah. Durian, misalnya. Buah ukuran besar bbisa dinikmati dengan harga Rp 4.000 – Rp 5.000. Padahal, jika durian Ngebel itu sudah dibawa turun dan dijajakan di tepi Jalan Ponorogo-Madiun, harganya bisa mencapai dua kali lipat.
“Ngebel memang terkenal dengan durian. Selain murah, durian Ngebel itu enak dan isinya tebal-tebal,” sebut Ny Wiwik memuji durian Ngebel.
Saat musim durian, petani di kawasan Telaga Ngebel bisa tersenyum lebih lebar. Hampir setiap petani memiliki pohon durian di kebunnya. Ini bisa mendongkrak penghasilan keluarga.

Menu lain yang bisa dinikmati disini adalah yaitu ikan Ngogok dan ikan khas telaga lainnya. Ikan ini disantap dengan nasi tiwul, lalapan dan sambal pedas.

Transport

Menuju Telaga Ngebel tidak sulit. Jarak Telaga Ngebel dari kota Ponorogo sekitar 24km kalau dari Madiun sekita 40km. Kendaraan umum siap mengantar dari Terminal Ponorogo  Sub Terminal Jenangan, Ponorogo. Perjalanan dari Ponorogo makan waktu 45 menit. Jika dari Madiun hampir 1 jam tanpa menyentuh kota reog ini. Begitu lepas dari Madiun bisa melalui Mlilir atau Dolopo. Yang disebut terakhir ini adalah daerah surga durian dengan harga murah karena langsung mengambil dari kebun.
Seperti daerah pegunungan lain, sepanjang perjalanan terhampar pepohonan dan pemandangan menyejukkan mata. Dari kejauhan pantulan air telaga tampak berkilauan.

Homestay

Salah satu penginapan yang dekat dengan telaga adalah Pesanggrahan Songgolangit. Penginapan milik Pemkab Ponorogo dan memiliki sepuluh kamar ini disewakan Rp 45.000 – Rp 75.000 per malam.

Other Object in Ngebel Lake Ponorogo

Pletuk Waterfall(Air Terjun Pletuk berada di dusun Kranggan, Jurug kec.Sooko – Ponorogo) dan Selorejo Waterfall(Dari kantor kecamatan Ngebel kita ambil arah ketimur kira-kira 200m. Terus ada petunjuknya mulai dari situ, ikuti jalannya  kira-kira 12km dari danau. Cagar Alam Gunung Picis dan Sigogor(secara administrasi berada di Dusun Toyomerto, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo).

%d blogger menyukai ini: