Tag Archive: Surabaya



Hi Salam wildlife!Cerita kali ini berasal dari seorang rekan Sueto yang bergabung dengan SaveStreetSurabaya..Sebuah Komunitas yang merangkul anak-anak jalanan di Surabaya untuk menjadi lebih kreatif lagi dalam menjalani kerasnya hidup di kota khususnya di Surabaya
Sedikit cerita dari Firman D’sueto
Selama ini kutemui banyak anak-anak “merdeka” (julukan untuk anak jalanan, anak-anak pengamen, anak-anak yang tinggal di tempat yang kurang layak) di Kota Surabaya yang memiliki semangat yang tinggi dalam belajar maupun bekerja, berjuang untuk dapat merubah nasib mereka dan keluarga mereka, tidak pernah mengeluh tentang keadaan mereka, tetap tersenyum walaupun mereka terkadang tertekan dengan kehidupannya, selalu bersyukur dengan apa yang terjadi dengan mereka. Pada saat usai pulang sekolah mereka membantu orang tuanya untuk berjualan, ketika tiba waktu belajar dan bermain bersama kami @sschildsurabaya dan @tidar.sscs mereka pun ikut belajar agar mendapatkan ilmu yang lebih yang tidak hanya didapatkan di Sekolah saja. Bahkan ada beberapa anak yang ngotot terhadap orang tuanya untuk bisa belajar bersama kami walaupun orang tua mereka tidak mengijinkan karena harus tetap bejualan. Setelah belajar pun ada beberapa anak tetap melanjutkan berjualan, walaupun mereka merasa lelah, mereka ttp berjualan tanpa mengeluh. Waktu untuk bermain dengan anak-anak yang lain sangatlah sedikit dibandingkan kita yang ekonominya berkecukupan bahkan lebih.
Arti merdeka buat saya dalam memperingati hari kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan tentang terbebasnya kita dari para penjajah, bukan terbebasnya utang negara, bukan pula tentang politik yang bisa berubah menjadi lebih baik
Arti merdeka buatku yaitu ketika melihat anak-anak “merdeka” dimana pun berada khususnya yang sering kutemui dapat meraih cita-cita atau impian yang mereka inginkan, masa depan mereka berubah menjadi lebih baik karena aq tahu mereka insya Allah bisa melakukannya, karena mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi
Dan berharap ketika impian mereka tercapai atau menjadi orang sukses, mereka tidak lupa dengan lingkungan sekitar dan dapat bergantian membantu orang-orang disekelilingnya yang memiliki nasib yang sama seperti mereka saat ini, walaupun membantu dalam hal kecil seperti memberikan ilmu atau jika memiliki harta lebih, mereka mereka dapat menyekolahkan atau memberi beasiswa kepada anak-anak lainnya yang lebih membutuhkan agar dapat memberikan manfaat & menjadi amal jariyah di Akhirat kelak. Amiin
Monggo yang ingin bergabung bisa kunjungi instagramnya di @SaveStreetSurabaya, FB : SaveStreetSurabaya, Twitter : SSChildSurabaya
Post by insta @suetoclub

Bantu Salsa berjuang dari meningoencephalocele

HI salam wildlife!Kali ini kami ingin sekali membantu adik salsa salah satu anak dari rekan kami mengalami penyakit langka..simak cerita lengkapnya dibawah ini :

Halo #OrangBaik,

Perkenalan Saya Dila, Saya ingin menggalang dana untuk Adek salsa. Saya adalah teman dari mamanya Salsa. Salsa adalah pejuang cilik yang sedang berjuang untuk sembuh dari meningoencephalocele.

Saat mengandung salsa dengan usia kehamilan 8 bulan, mamanya salsa mengalami demam tinggi dan sakit cacar. setelah sembuh dari sakit sang mama melakukan kontrol rutin dan USG ke dokter. Saat itu dokter mendiagnosa, bahwa janin kurang bagus dan ada kelainan pada kepalanya. dokter menyarankan kalau persalinan sebaiknya dilakukan melalui proses caesar. ternyata tuhan berkehendak lain, salsa lahir dengan proses persalinan normal dan ada benjolan di bagian kepalanya. benjolan ini adalah sebagian otak dan pembuluh darah yang keluar karena tempurung kepala salsa tidak sempurna, dalam bahasa medisnya meningoencephalocele. 

(Operasi pertama kali 24 oktober 2018)

 Meningoencephalocele disebabkan oleh gangguan dari pembentukan tabung saraf selama perkembangan janin saat dalam kandungan. hal ini dikarenakan gangguan pembentukan tulang kranium saat dalam rahim, seperti infeksi atau kekurangan asam folat. Kelainan ini menyebabkan benjolan pada kepala. Selain adanya benjolan, saat ini dokter juga mendiagnosa ada kista occipital di kepala salsa.

96a27ffe-1142-445e-8a12-a6a3ae2863ac.jpg

a34ab609-634b-4270-89d0-e0ed9443f9fd.jpg

Penanaman selang pada tubuh salsa

Saat ini usia salsa sudah memasuki 3bulan 20 hari, dalam 3bulan ini salsa sudah melakukan operasi sebanyak 7x di RSUD Dr Soetomo – SBY. operasi ke-7 dilakukan pada tanggal 8 januari 2019 kemarin. Saat ini adek salsa dalam proses steril karena akan ada tindakan operasi ke-8. Semua keluarga berharap salsa segera sembuh dan bisa pulang kerumah, karena sejak lahir hingga saat ini salsa belum pernah pulang kerumah.

7dcf2c92-4244-40f9-907d-df20729bdfb1.jpg

Operasi ke-7 8januari 2019, setelah di diagnosa ada kista occipital

933226e5-4956-4c48-9a09-dd894c91d164.jpg

alsa anak hebat

Jika teman-teman ingin membantu silahkan berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran GO-PAY atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

Jika ada pertanyaan mengenai penggalangan dana ini, teman-teman bisa menghubungi ibu Rosita (mamanya adek salsa) 0877-8660-6075

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya, semoga tuhan membalas semua kebaikan teman-teman semua #OrangBaik.


14600855_10206071608224034_8297327135995982661_n

Salam wildlife!Hi ketemu lagi kali ini sueto team akan mengadakan ekspedisi memasak di Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa timur dan Jawa tengah ini. Jika ingin tahu tentang G. Lawu ini langsung saja kunjungi linknya di https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Lawu

Sueto team berangkat ke G. Lawu beranggotakan Gsoe, Cipethi, Jal, Takim dan Setet, start dari Bungurasih hari Sabtu jam 15.00WIB. Menggunakan Bus jurusan Madiun biaya Rp 45.000,-/orang kemudian naik bus lagi menuju Maospati Rp 5000,- dan sampai di Maospati sekitar jam 19.00WIB. Kemudian kita mencari angkot untuk tujuan cemoro sewu/tawangmangu dengan biaya Rp 35.000,-/orang. Sampai sekitar pukul 23.30. Langsung istirahat didepan pos perijinan dan makan malam.

Sesudah istirahat dan persiapan selesai kami melakukan perizinan pendakian (tarif perizinan Rp 15.000,-/orang). Langsung start menuju pos 1 bayangan (Sumber Penguripan) dan sampai sekitar jam 02.15WIB dini hari. Target sampai pos 2 ternyata sampai jam 3 sore dikemudian harinya (Minggu).Begitu indah perjalanan saat itu berangkat diterpa badai, ada yang kedinginan tenda bocor dengan hujan yang begitu deras, dahaga kekeringan karena kekurangan air, beberapa kaki keseleo  dan akhirnya sampailah kami untuk menambah keindahan tersebut dengan cangkruk dan mengobrol bersama  menikmati kopi dan masakan sederhana (perjalanan ini dilakukan karena hanya ingin mengubah suasana makan bersama saat dikota ke gunung dengan suhu udara yang extreme).

Sedikit foto dokumentasi :

Setelah puas cangkruk bersama kami kembali turun dan sampai perizinan  sekitar jam 12.30 (Senin) kemudian menaiki angkot (Rp 30.000/orang) dari cemorosewu-maospati dengan perjalanan 1 setengah jam, dilanjutkan naik Bus Mira menuju Bungurasih Surabaya dengan tarif Rp 28.000,- dan akhirnya sampai Surabaya pukul 23.00WIB.

Terimakasih para pembaca semoga dengan cerita perjalanan-perjalanan ini kami terus punya semangat untuk menikmati ke indahan alam tanah air Indonesia ini.

Berikut Videonya :


IMG_5754

Hi salamwildlife!Libur Lebaran 2016 Sueto tim memulai melakukan touring lagi, ada beberapa rekan sueto yang melakukan perjalanan ke Gunung Prau/dieng dan Teluk Love Jember. Nah perjalanan Sueto kali ini tujuannya adalah Pantai Patuk Gebang, Pantai jung pakis dan Kedung Aqua/Kalipucung. Rencana awal memang dilakukan untuk sekalian mengunjungi rekan-rekan Sueto yang banyak berdomisili di Jombang, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. Oleh karena itu kita memilih destinasi itu karena pada waktu lebaran tahun kemarin kita hanya sampai Pantai Sanggar, dan ujung karang.

Kami tertarik pada medannya yang berat menyusuri hutan perbukitan dan salah satu destinasinya yaitu Kedung Aqua.

peta

Keberangkatan tetap dimulai dari Surabaya karena ada anggota tim Sueto yang memang kampoeng halamannya asli Surabaya. Berangkat h+2 jumat malam bertandang ke Jombang dulu kemudian langsung menuju Tulunggungagung kota arah pantai popoh. Setelah sarapan sekitar jam 5 pagi di Tulungagung kamipun langsung menuju arah Pantai Sanggar untuk cerita sebelumnya ke Pantai Sanggar bisa dilihat di link ini

 

http://www.suetoclub.com/2015/07/salam-wildlifetak-henti-hentinya-kami.html

 

Jalanan dari Tulungagung sampai arah tiket masuk sekarang sudah bagus ada papan penunjuk arahnya dan tidak seperti dulu yang harus bertanya-tanya ke warga. Sampai loket pantai Sanggar sudah ada tarif resminya sekarang Rp3000,- kalau dulu hanya sumbangan sukarela tapi jalannya tetap sama extreme untuk rider tertentu.

Sampai pantai Sanggar kita parkir Rp 2000,- kemudian prepare sebentar dan bersiap untuk trackking menuju arah Patuk Gebang. Ini pertama kalinya Sueto tim melewati track ini..karena memang tidak ada penunjuk jalur yang jelas temenan, akhirnya kita ke sasar akhirnya tim dibagi tiga untuk menelusuri jalur…usut punya usut ternyata memang banyak pengunjung lain juga kesasar..Setelah akhirnya kami telusuri kami menemukan beberapa jalan yang bisa dilalui bisa dibilang jalurnya ternyata ada 4 jalur dan semuanya menaiki bukit baru bertemu hutan basah mengetari pinggir pantai.

Jalur wedok 1 dari pertigaan kebun pisang langsung belok kiri yang paling kiri jalurnya agak landai dan besar nanti sampai keatas akan bertemu jalur 2 nah dari situ akan melewati hutan gundul dan tinggal sejalur saja untuk menuju pantai patuk gebang.

Jalur lanang 2 dari pertigaan kebun pisang belok kiri yang kedua jalurnya agak kecil tracknya terjal batu-batu dan tanjakannya lumayan menguras tenaga otomatis turunnya juga susah.

Jalur Liar 3 dari pertigaan kebun pisang lurus saja jalannya besar tapi setelah ditelusuri jalurnya akan menjadi acak dan memasuki kebun pisang yang gersang kemudian dari situ anda akan disuruh memilih lewat jalur babat alas kekiri nanti langsung bertemu juga di hutan gundul setelah menaiki bukit (jangan harap ada trak pemandu disini karena memang jalurnya liar).

Jalur Ojek 4 Nah jalur ojek ini dilalui agak berbeda dari awal jalur ojek ini adalah jalur yang dilewati ojek-ojek trail dari patuk gebang ke sanggar. Jalurnya agak memutar untuk yang pernah menaiki ojek jalurnya bisa cukup extreme.

Akhirnya setelah melalui beberapa jalur hampa diatas maka sekitar 2jam kami Alhamdulillah sampai di pantai Patuk gebang. Karena ada beberapa rekan yang kaget dan cidera maka beberapa ada yang istirahat dahulu.

Setelah istirahat tenaga kami sudah terisi sambil mengambil dokumentasi ada beberapa ojek yang menawarkan jasa ojek dari Patuk gebang-Sanggar atau sebaliknya, Patuk Gebang-Kedung Aqua-Sanggar dengan beberapa tarif kalau dari Patuk-sanggar biaya Rp 25.000,- sekali jalan kalau dari Patuk gebang-Kedung Aqua-Sanggar Rp 35.000,- (kalau dibonceng hati-hati ya)haha

Terus kamipun merencanakan bagi anggota yang perempuan bisa balik pakai ojek saja kalau yang laki-laki kalau bisa waktunya diteruskan saja ke jung pakis tapi ternyat yang cewek-cewek masih mau ikut ke Jung pakis dulu.

Perjalanan dari Pantai Patuk Gebang ke Pantai Jung Pakis cuman 100meterkok jadi deket jalan kaki paling cuman 10-15menit. Karena Jungpakis pantai tidak seberapa buas seperti Patu Gebang ya kami menikmati airlautnya dulu saja sambil memetik buah degan disekitar pantai lumayan kan gratis tapi sudah seijin pemilik kebun setempat.

Setelah selesai dokumentasi sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan ke kedung Aqua yang ternyata jaraknya masih separuh jarak sanggar-patuk gebang tentunya dengan jalan kaki dan hari sudah mulai petang saat itu sekitar jam 4 belum (mungkin kami sarankan kalau mau ke kedung aqua lain kali bisa naik ojek aja tantangan baru/ datang lebih pagi dari patuk gebang atau bisa camp di patu gebang).

Akhirnya kami kembali menjalani trak patu gebang-sanggar ternyata eh ternyat tenaga pulang lebih cepat daripada tenaga berangkat cuman 35menit saja sudah sampai sanggar kemudian Ishoma dan balik Tulunggagung mampir dulu ke waduk wonorejo dan jam 11malam langsung balik ke Jombang. Besoknya hari Minggu langsung prepare ke Surabaya.

Dokumentasi :

 

Kalau ingin lihat medan tracknya bisa lihat video dibawah ini :

 

 

Terima kasih telah membaca cerita touring kami mudah-mudahan kalau mampir kesini juga dijaga kebersihaanya seperti sampah botol-botol Aqua yang harus dibawa balik dan dibuah sesuai tempatnya. Maklum karena di Pantai Patuk Gebang tidak ada orang berjualan kemudian biasanya wisatawan yang sudah kecapaian dia tidak mau kerepotan membawa sampahnya. Apalagi ada memang beberapa trak licin saat dihutan.

 

 


IMG_3982

Hi Salam wildlife!Cerita perjalanan ini lanjutan dari touring pulau tabuhan dan kawah wurung part 1…Langsung saja sekitar jam 5 pagi kami dari hotel merah putih langsung prepare berangkat menuju destinasi kedua yaitu “kawah wurung” yang jalannya itu lo membuat orang wurung (gak jadi) ke tempat tersebut..haha tapi ya sejarahbukan itu..

Perjalanan kami Lanjutkan dari pantai Kampe menuju keselatan melewati pelabuhan ketapang, masuk arah kota Banyuwangi kemudian ikuti saja plakat arah ke kawah ijen melewati kecamatan glagah yang ada desa penghasil durian merah itu lo yang harga perbuahnya Rp150.000-Rp300.000,-

tabuhan wurung

Bagi anda sekalian berkunjung ke ijen pakai motor matic atau bebek ya sebaiknya sebelum memasuki kekawasan licin-sempol isi bensin dulu di pom bensin terkahir di kecamatan glagah. Setelah itu perjalanan kami lanjutkan sampai beberapa menit kemudian kami sampai lokasi tiket masuk kawasan ijen dengan membayar tiket retribusi sekitar Rp 3000,-. Kemudian lanjut….Langsung dihadapkan dengan track yang lika-liku dan naik turun curam tapi sekarang sudah bagus mulus beraspal berbeda saat kami dulu 2012 pertama ke ijen via jalur Banyuwangi. Lagi-lagi mengenang masalalu dari 2009, 2012, 2014, dan 2016 kami kembali ke Ijen memang pesonanya seakan tak habis hawanya juga masih lebih dingin dari cangar dan bromo kalau saya rasa. Sampai di pos pendakian kawah ijen kami berhenti sejenak sarapan dan lain-lain.

Misal anda lewat via Banyuwangi kawah wurung ini berada setelah pos pendakian ke kawah ijen tapi masih di wilayah ijen jadi ikuti aja arahnya ke arah kota Bondowoso, air terjun yang berbatu dipinggir jalan itu masih lurus sampai masuk ke kebun dan pertanian nanti ada plakatnya sebelah kiri jalan menuju kawah wurung.

Masuk area kawah wurung ditarik retribusi lagi dan dihimbau agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarang seperti dicek berangkat bawa apa pulang bawa apa kalau bisa pulang bawa sampah lebih banyak lebih bagus dan sebagai greentouringer pengelolaan yang peduli lingkungan seperti ini kami sangat bangga dan kegiatan seperti ini harus dilestarikan kalau tidak mendengarkan atau lalai membawa sampah kembali terkena denda lo sekitar Rp 50.000-100.000,- jadi memang benar-benar pagi pengunjung sekalian harus diperhatikan. Tak lupa harga tiket retribusi sekitar Rp 5000,-/Perorang.

Saat masuk wilayah kawah wurung yang terletak di jampit kecamatan sempol ini sebenarnya ada beberapa spot view untuk bisa dinikmati keindahan kawah wurung ini. Fasilitas juga sudah tersedia parkir untuk mobil dan motor, warung makanan cemilan juga sudah ada. Juga sudah dibangun gazebo-gazebo untuk menikmati suasana sekitar. Tidak hanya bisa menikmati keindahan kawah dari bibir kawah saja tapi anda bisa menuruni bukit jalan kaki atau pakai motor bagi yang bernyali. Suasananya mirip bukit telletubies bagus dan pesona zamrud hijaunya itu lo menyejukkan mata.

Waktu berlalu karena lupa mendokumentasikan keindahan alam ini dan hujan pun mulai datang akhirnya kami tak sempat mengeksplor jauh lebih dalam untuk sekalian datang guest house jampit. Kemudian tujuan terkhir adalah cafe ijen. Cafe yang berada persis disebelah pos masuk pertama yang dari kota Bondowoso untuk sejenak menghangatkan badan dan menikmati berbagai cita rasa kopi khas ijen. Hmm terasa begitu romansa suasananya saat itu. Hujan pun reda dan hari mulai sore, acara langsung balik ke Surabaya pun disiapkan. Begitulah sepenggal cerita perjalanan dari kami Suetoclub mudah-mudahan bergunan bagi para pembaca sekalian ketemu lagi di next trip yap..

Dokumentasi :

 

Videonya :

pulau tabuhan dan kawah wurung by suetoclub


SJCM0070_1

Salam wildlife!Tak henti-hentinya kami bercerita tentang perjalanan mengenai wisata-wisata indah di Indonesia dan masih di jawa timur untuk mengisi libur lebaran 2015. Kali ini dikatakan perjalanan yang berawal dari pulang mudik ke Jombang H+2 kami putuskan untuk melakukan penjelajahan ke daerah tulungagung, memilih area wisata dari beberapa wisata pantai yang bagus-bagus di kabupaten tersebut yaitu pantai patuk gebang karena kami tertarik dengan gebrosnya dan isu jalannya yang ekstrem.

Kami pun berangkat pagi sekitar jam 8. Berangkat 7 orang dan tersisa tinggal 5 orang haha..Karena banyak jalan yang bisa kami tempuh jadi berangkat dari Jombang bersama hanya sampai kota pare setelah itu kita pilih jalan masing-masing saya lewat arah Kelud melewati beberapa kecamatan, satu lagi melewati pare ambil arah kediri, yang satu lagi ini lewat jalur selatan blitar. Karena maklum jalanan waktu agak padet karena memang musim liburan serempak. Lihat di bawah ini jalurnya sekalian kami bisa membuat alternatif jalur mana yang enak ditempuh dari Surabaya-Jombang-Tulungagung

rute 1 rute 2 rute 3 sanggar

  • Track 1 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Kediri-Badal-Keras-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 2 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Wonodadi-Ngantru-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar
  • Track 3 dari Mojowarno-Bareng-Pare-Djengkol-Wates-Blitar-Rejotangun-Tulungagung-Boyolangu(arah prigi)-Campur Darat-Desa Gamping-Tanggunggunung-Sanggar

Kota demi kota kami lewati dan akhirnya sampai kecamatan terakhir yaitu Tanggunung mungkin singkatan dari gunung tanggung karena memang daerah ini banyak jajaran perbukitan tipikal daerah laut selatan. Saat itu kamipun baru tahu bahwa ternyata oh ternyata pantai patuk gebang itu jadi satu area dengan pantai sanggar dan pantai ngalur jika seperti itu adalah sebuah kebetulan.

Akhirnya tim penelusur bersatu kembali di pintu masuk pos penjagaan ke pantai sanggar tapi hanya 5 orang sisa 2orang ternyata belum sampai masih dimakam bungkarno(HAHAHA) yang akhirnya karena kesorean mereka putuskan untuk kembali karena ada keperluan urgent.

By the way HTM ke pantai Sanggar hanya ditarik sumbangan seiklhasnya. Selanjutnya masuk track yang sekiranya bisa di bilang offroad abis. Skutik boncengan bisa dibuat keteteran disini dan beneran si mio hitam pun overheat terlihat dari medan yang hanya setapak saja hanya bisa dilalui 1 sepeda motor saja dan jika berpapasan ya salah satu harus minggir dahulu. Ada beberapa tikungan yang sangat tajam dan di salah satunya kami berhenti sejenak untuk mendinginkan si mio hitam lebam ini. Berfoto dan berfikir sejenak dari pos masuk bila ingin jalan kakipun bakal terasa sangat jauh dengan jalan yang naik turun. Mungkin bagi sebagian backpacker ini cocok tapi bagi yang tidak berpengalaman mending ngojek saja, karena mobil jelas tidak bisa check in sampai pantai. Sekitar 4km kurang lebih tracknya untuk sampai ke pantai dan banyak anjing liar entah itu bersahabat atau tidak.

Saat perjalananpun ada jembatan rusak yang harus dibenahi karena memang jembatan itulah akses satu-satunya bagi kendaran yang akan ke pantai untung saja aliran air sedang kering jadi tak masalah.

Sampai pantai pertama yaitu pantai sanggar terlihat sudah ramai para pengunjung juga ada yang berkemah, kami langsung prepare memburu waktu menuju sebelah barat pantai sanggar yaitu pantai patuk gebang. Terlihat medannya melewati batu-batu karang kebetulan laut sedang surut waktu itu karena sudah sore kami sampai ke patuk gebang. Untuk melihat banyu gebros khas patuk gebang juga harus menanjak melewati perbukitan karang dan medannya benar-benar harus hati-hati terutama untuk perempuan, untungnya sudah disediakan tali tampar untuk mendaki tapi ya tetap be aware lo.

Sampai di tebing utama pemandangan bisa dikatakan cukup memuaskan karena kita bisa melihat landscape secara keseluruhan area pantai disini, terlihat sepanjang mata pantai sanggar dari kejauhan dan sebelah timur ada pantai ngalur yang masih bersih pasir pantainya seperti surga bagi para penjelajah  pantai. Beberapa kegiatan kami lakukan sambil menunggu momen banyugebros yang bagus .

Tak terasa waktu sudah berlarut malam mungkin kami jadi wisatawan yang paling malam waktu itu kecuali yang buka tenda,  sekitar jam 6 sore kami check out dari pantai melewati jalanan yang tadi semakin malam seru abis medannya benar-benar lebih menantang saat malam hari. Keluar dari kecamatan Tanggunggunung  perjalanan kami masih tersisa sekitar 3 jam lagi untuk sampai ke Mojowarno sembari pulang dengan kecepatan santai kami sempat mampir di alun-alun Tulungagung untuk dinner dan jam 10.40 kami sampai di Mojowarno siap istirahat untuk besoknya kembali ke Suarabaya. Semoga ceita ini bermanfaat terus bercerita terus berkarya yo kawan-kawan pembaca demi 100 hari keliling Indonesia!haha

Foto-foto :

SJCM0157 SJCM0118_1 SJCM0043 P_20150719_172533_HDR P_20150719_165233_HDR

11057224_921990887860770_1301626634836788298_n

11738040_921990991194093_5378973831692502843_n

11745714_1467540323564416_8495730755306674307_n

 

 

11750610_921990371194155_1798583951681815697_n

11752552_921990394527486_7180760894796132431_n

11811580_1474249999560115_6856888330983400861_n

P_20150719_162407_PN P_20150719_162426_MT P_20150719_160127_PN P_20150719_155507_PN P_20150719_150651_LL ngalur mtf_EmFzM_195 IMG_4254 IMG_4236 IMG_4231 IMG_4214 IMG_4211 IMG_4199 IMG_4188 IMG_4187 IMG_4181 IMG_4176 brum2

Berikut videonya :


IMG_3995

Hi salam wildlife!Bulan Mei ini 2015 banyak liburnya lo ambilah libur yang paling panajng..Maka kami memanfaatkanya menjelajah tempat-tempat baru destinasi untuk touring yang cocok. Kami voting dua pilihan di group FB antara ke pantai clungup Malang atau ke air tejun tumpak sewu Pronojiwo. Akhirnya terpililah tujuan destinasi kami yaitu ke pantai clungup(area pantai tiga warna). Prepare dan terkumpulah peserta dari suetoclub siap berangkat dari Surabaya berkumpul di pom Aloha sekitar jam 11 malam.

Perjalanan langsung menuju target dengan titik pemberhentian berikut rutenya Surabaya-Malang-Kepanjen-Turen-TPI sendang biru-Clungup jarak yang kami tempuh kurang lebih 180km jadi untuk PP360km sehingga yang pakai pertamax atau premium bisa diperhitungkan sendiri . Kami berhenti di kota Malang untuk beli bekal kemudian melewati kepanjen dan stadion kanjuruan makan pagi di turen kemudian langsung lanjut menuju Clungup untuk melakukan checkin, waktu itu sampai sekitar jam 5 pagi. Beberapa tahun lalu sekitar 2010-2012 kami suetoclub pernah menjelajah sekitar area yang sekarang katanya observasi ini karena memang waktu itu data dan waktu kami terbatas jadi belum benar-benar terang agambaran rute di area itu. Nah ternyata sekarang area segitiga emas ini sudah menjadi area observasi wisata jadi bila masuk pantai atau berlibur disini ada peraturannya.

Jadi bagi para traveler kalau ingin liburan ke kawasan pantai area observasi yang telah di kelola Bhakti Alam ini harus melakukan reservasi tiket dulu atau booking nama kelompok dulu karena memang area ini dibatasi hanya untuk 450 orang pengunjung untuk setiap harinya jadi bila tidak melakukan booking ya tidak bisa masuk.

Sebenarnya sueto tim waktu itu sudah booking tapi karena ada miss komunikasi karena pihak bhakti alam tidak memberitahu kami bila pada hari itu sudah penuh dengan salah satu pengelola bhakti alam akhirnya kami tidak bisa masuk lewat jalur utama padahal ya sebenarnya kita sudah tahu treknya sebelum dibentuknya bhakti alam ini, sehingga  kami yang pada awalnya hanya berniat menyusuri atau jelajah pantai di beri arahan informasi oleh warga sekitar yang memang sangat welcome pada kami seperti sebelum-sebelumnya untuk menempuh lewat jalur lainJ.

Kemudian untuk rute kami masuk akan kami benar-benar rahasiakan dan kami hanya memberikan sebuah “clue” saja yang nanti akan kami jelaskan secara detail lewat rute track penjelasan dibawah :

peta sendang biru segitiga emassegitiga emas baru


peta sendang biru 2peta sendang biru 3

Setelah itu kami briefing kepada peserta suetoclub tentang pentingnya kebersihan akan sampah bawaan pribadi yang harus dibawa kembali lagi dan dibuang di tempat sampah bila sudah keluar area observasi dan menentukan rutenya ingin masuk lewat mana dulu, akhirnya kami masuk lewat rute selatan memakirkan sepeda di perkampungan penduduk dan kami langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, ngomong-ngomong tracknya sangat seru melewati mangroove area, perkebunan pisang, rawa-rawa, bukit-bukit kecil hati-hati bila tak paham tracknya bisa tersesat tapi tak masalah selama bisa bertanya warga sekitar dan kami susuri saja sampai bertemu beberapa pantai seperti misalnya pantai gatra. Kami pun beristirahat sejenak di pantai ini dan sudah ada beberapa kelompok orang yang sengaja camping juga pemandangannya pun indah, kami pun beristirahat sejenak sambil mendokumentasikan beberapa moment di pantai ini, detail letaknya pantai gatra bisa dilihat di gambar berikut ini :

IMG_3951 IMG_3980 IMG_4012 IMG_4098 IMG_4108 IMG_4112 IMG_4134 IMG_4152 IMG_4159 IMG_SDD4118 landscape gatraj  2

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

1431835453422

Puas sudah beristirahat selama 2 jam di pantai gatra kami sebenarnya ingin menuju pantai clungup tapi jalannya memutar ya sudah kami langsung menuju pantai “WATU PECAH” saja dan menaiki bukit karena ingin melihat landscape area observasi dari atas dan darisinillah kami benar-benar menyebutkan tempat ini sedikit mirip “MINI RAJA AMPAT” mungkin terlalu berlebihan tapi memang benar-benar bagus pemandangan saat kami ada di atas bukit dan dari atas sini pun terlihat pantai “TIGA WARNA” yang bisa dibuat snorkling itu. Ya kenapa disebut pantai tiga warna mungkin karena gradasinya warna airnya kalau dilihat dari atas itu seperti ada warna hijau, biru muda dan biru tua, Yup pastinya tak lupa didokumentasi jugakok.

Kemudian kami melajutkan perjalanan kembali keperkampungan sehingga ada waktu untuk istirahat dan tidak pulang terlalu larut ke Surabaya, sebenarnya ingin snorkling tapi apa daya tenaga sudah boros habis haha karena memang semalaman langsung tancap gas…akhirnya kami kembali ngopi aja di warkop warga menikmati buih-buih angin pantai dan tertidur pulas sampai sore sekitar jam 3 sore. Saat itu kami juga penasaran apakah jalan tembus Bajulmati-Balekambang sudah bisa dilewati dengan nyaman ataukah masih seperti beberapa tahun silam ternyata oh ternyata jalur ini sudah diperbesar meskipun ada beberapa bagian yang masih offroad tapi paling tidak mobil sedan pun sudah bisa ber offroad ria sampai pantai Balekambang dan setelahnya kami langsung tancap gas lagi untuk checkin home sweet home Surabaya city J.Perjalanan kami memang pure benar-benar bantuan dari warga jadi untuk tarif kami memberi selayaknya karena memang untuk kepentingan dokumentasi.

The best Regard : Terima kasih juga kepada para warga Kampung nelayan Sendang Biru yang baik hati telah memberi kami beberapa informasi yang menarik…

Attention :

Cerita perjalanan ini hanya menyarankan kepada para pembaca sekalian untuk benar-benar memahami area perjalanan yang dituju sebelum melakukan keputusan untuk memilih destinasi perjalanan karena pada realisasinya ada hal-halnya yang tak terduga akan kita hadapi diluar kemampuan kita seperti tersesat, kurangnya bekal makanan, safety perjalanan, obat-obatan karena kurangnya pengetahuan akan medan yang dituju dan nantinya dapat membahayakan diri kita sendiri . Sebaiknya untuk masalah kebersihan harus dikordinasikan dahulu secara kelompok atau pribadi sehingga kita pun sebagai traveller punya cadangan untuk sampah kita sendiri dan tidak sampai mengotori alam sekitar bila perlu sekalian menghimbau warga sekitar agar pentingnya edukasi tentang green traveller.

Info :

Area pantai Tiga warna, Clungup, Gatra ini adalah area konservasi kalau ingin berlibur kesini sebaiknya anda menghubungi Pak Saptoyo 081233339889 (ada beberapa guide lainnya bila sampai boleh dimintai nomer telpon juga) untuk pemesanan tempat camping dll. Saran : sebaiknya anda menelpon langsung(jangan di sms karena saya pikir sistem administrasi mereka belum seberapa bagus masih dalam tahap pengembangan karena memang dikelola sendiri oleh pihak Bhakti Alam) 2 minggu sebelum hari H keberangkatan karena terutama hari libur pesanan akan membludak berbeda dengan hari-hari biasa yang sepi.

Tarif :

HTM : Rp 6000,-/orang

Parkir motor : Rp 5000,-/orang

Sewa Tenda : Rp 25.000,-/5 orang

Sewa alat Snorkling Rp 15.000,-/orang

Biaya sewa lahan untuk kamping Rp 25.000,-/orang

Biaya sewa Guide Rp 75.000,-/1 kelompok isi 10 orang

Untuk menjelajah spot snorkling dan diving anda bisa negosiasi dengan nelayan setempat tentunya dengan adanya pemandu.

Biaya denda bila ada barang atau sampah yang tidak sesuai dengan apa yang di bawa pergi dan pulang : Rp 100.000/orang (bila ada barang hilang tidak ada yang bertanggung jawab jdi harus hati-hati meskipun barang sewa karena kita tidak membayar asuransi)

Sebenarnya bila Bhakti Alam ingin mengedukasi customernya juga melakukan penambahan paket perjalanan seperti edukasi pemeliharan tanaman bakau dan pemeliharaan terumbu karang agar para wisatawan dapat sekaligus berwisata dan belajar.

Alamat FB Bhakti Alam : https://www.facebook.com/profile.php?id=100006090019340

Yups sedikit info traveller dari kami (suetoclub) tentang destinasi Malang jawa timur yang menarik untuk dikunjungi semoga bermanfaat bagi pembaca dan salam lestari untuk keindahan alam Indonesia di masa depan.


20140730_163531

Salam wildlife! Kali ini bercerita tentang perjalanan Hilmy sueto menuju ke Pantai di dalam kawasan TNMB(Taman Nasional Meru Beitiri) bisa mampir di http://www.merubetiri.com/Pertama kalau dari Surabaya rute nya begini menurut google map :

Picture1

 

Berikut peta kota Jember dan kawasan area TNMB

jember-map-high

Peta Merubetiri

peta_wisata_jember

Berangkat dr rmh (dukuh dempok wuluhan, jember) jam 10 .. nggak jauh untuk mencapai perkebunan karet milik ptpn , lalu karena jalannya bnyak lubang , jam 11 baru nyampe pos pertama yg aq foto .
dari pos tsb ke tujuan adalah sekitar 14km .

Lalu dari pos tsb sudah mulai tdk ada aspal , jlnnya bebatuan tinggi (saran: jgn pakai mobil selain mobil dg ban besar seperti jeep ato rangers)
Jalan ini yg membuat perjalanan menjadi semakin jauh .
sampe ke pos berikutnya (penjaga portal meminta 4rb untuk buka portal)

oiya , pos pertama aq lupa bayarnya brp , untuk yg di pos pertama , mobil dihitung sendiri dan orang pun dihitung sendiri .

lanjut yg td ,, jalan aja ngikutin jalan .. ntar menemui berbagai tanaman tanaman langka , pohon pohon yg dilindungi perhutani , dan monyet liar yg sesekali muncul ke jalan .

sampai ke pos berikutnya yg ber-portal , adalah kawasan TNI , kita disuruh mengisi buku aja , nama masing masing dan keperluannya ..
kami isi dengan keperluan berlibur ke pantai bande alit .

lalu setelah portal dibuka .. (pos ini ada tulisan tiga , eh dua , anak cukup) .
kami lanjut perjalanan , saya lupa daerah itu namanya apa , tp kami sholat dhuhur dan ashar (diqoshor) disana sembari melepas kepenatan di jalan makadam .

daerah ini dikelilingi oleh pegunungan kecil dan sinyal hp disini bener bener ndak ada .
daerah ini ada jalan kereta api lori (kereta api angkut tebu) .
spot disini bagus .

setelah melewati desa ini , terdapat jembatan yg longsor , sehingga kita melewatinya dengan melewati ka
li kecil .

lalu ada percabangan dua arah , satu ke bandealit , satu lagi ke teluk hijau .

Bandealit ke arah kanan .

Berikut foto-fotonya :

20140730_115537 20140730_115619 20140730_115818 20140730_120651 20140730_121320 20140730_123015 20140730_130533 20140730_132523 20140730_133433 20140730_133442 20140730_134553 20140730_134746 20140730_135002 20140730_135024 20140730_140922

20140730_142037

20140730_142308

20140730_144725

20140730_144815 20140730_144828 20140730_144836 20140730_145242 20140730_145522 20140730_150041

20140730_150437

20140730_151509

20140730_151556

20140730_151705

20140730_162836

20140730_163011

 

Yup begitulah kurang lebih bila ada kurangnya di lebihi atau bila ada lebihnya dikurangi 🙂 oh iya bisa mampir kedestinasi TNMB lainnya misalnya ke sini https://suetoclub.wordpress.com/2014/06/11/touring-kilat-ala-sueto-ke-merubetiri-greenbay-sukamadebanyuwangi/ untuk videonya segera di update..THX para pembaca

Video :


IMG_3647

Hi Para pembaca dalam edisi part 2 ini kami sueto tim akan melanjutkan cerita perjalanan dari pantai sowan nih..Jadi langsung berlanjut saja sewaktu diperjalanan keluar pantai sowan sebenarnya yang kami pikirkan adalah salah satu tujuan wisata air terjun lainnya yaitu air terjun..di daerah…tapi karena jaraknya masih sekitar kurang lebih 25km dari kecamatan bancar maka kami putuskan lanjut sajalah ke “pantai pasir putih remen” dikarenakan memang waktu yang sudah menjelang sore daripada ke maleman dan tidak dapat pemandangan yang bagus..Ayok dilanjutkan saja touring-nya ke pantai pasir putih remen.

Pantai pasir putih remen ini letaknya memang tidak dipinggir jalan pantura agak masuk-masuk desa tapi paling gampang kalau dari arah Rembang ada pertigaan besar dan pos polisi pereng-belok kiri-TPPI-masuk desa remen-perempatan setelah sdn remen 2 belok kiri lurus terus arah utara pantai …Kalau dari arah Tuban paling mudah dari arah terminal wisata kambang putih-pantai kute/cemara-mangroove center-terus ke barat setelah pasar jenu-jalan bercabang ambil kanan-PLTU-desa wadung-desa rawasan-desa mentoso-desa remen-perempatan setelah balai desa lurus-mentok belok kanan arah pantai

peta

Sesampainya masuk dikawasan desa remen arah pantai  yang terlihat adalah sudah mulai pantai yang bernama pasir putih remen ini ramai oleh pengunjung apalagi waktu itu libur tanggal merah. Jadi untuk yang membawa kendaraan roda dua bisa parkir sampai dipantai dan untuk kendaraan roda empat lahan parkirnya terbatas. Masuk kawasan pantai pasir putih remen hanya membayar biaya parkir saja Rp 2000,- untuk roda 4  kami kurang tahu karena memang baru beberapa minggu ini lahan parkir di buka dan katanya mulai bulan maret 2015 ini pantai remen akan diresmikan oleh pemerintahan setempat.

Kami pun mulai mengexplore kawasan pantai pasir putih remen ini yg memang termasuk pantai yang belum banyak dikenal bahkan oleh warga Tuban sendiri. Melihat-lihat secara landscape kawasan pantai ini memang sungguh indah ada seperti beberapa kubangan air yang membentuk danau-danau kecil di sekitar pantai kemudian beberapa tumbuhan cemara di tepi pantai dengan garis pantai pasir putih yang panjang, pasirnya memang benar-benar putih dengan latar belakang sebuah pabrik ini yang menjadikan pantai pasir putih remen ini pantai yang paling unik mempunyai ciri khas dan indah di sekitar pesisir pantai utara di jawatimur.

Hari itu terlihat ramai pengunjung  banyak anak muda-mudi dan beberapa keluarga berkunjung bahkan tidak hanya dari  penduduk lokal saya pikir banyak yang dari luar kota juga,  untuk menikmati keindahan pantai pasir putih remen. Coba simak beberapa dokumentasinya dan angin disini cukup semilir-semilir kencang tak terkendali..hehe

landscape2 landscape1 IMG_3707 IMG_3697 IMG_3684 IMG_3672 IMG_3634 IMG_3631 IMG_3630 IMG_3628 IMG_3626 IMG_3623 IMG_3597 IMG_3582 IMG_3571 IMG_3575 IMG_3523 IMG_3566 IMG_3535

Tapi saat itu mendung apalagi hari sudah mulai sore dan sebenarnya kami masih ingin menikmati  pantai ini lebih lama tapi apa daya kota kami bekerja sudah memanggil tuk singgahi lagi oleh karena itu kamipun bergegas  pulang ke Surabaya. Ya pesen kami pantai ini benar-benar prospek untuk dijadikan tempat wisata yang istimewa tapi tentunya dengan selalu menjaga kebersihan  kawasan wisata itu sendiri sehingga nantinya akan menambah beberapa daftar wisata terpopuler di jawa timur. Fasilitas disini untuk toilet umum belum ada kayaknya mungkin ponten portable bisa menjadi alternatif disini, tapi sudah ada warung-warung kecil model warkop sudah tersedia dan tentunya memang lahan parkir yang belum memadai karena memang akses jalannya masuk desa jadi agak sempit juga untuk dilalui dua mobil sekaligus. Oke guys sekian ceritanya kami berjalan-jalan di daerah kawasan Tuban ini mudah-mudahan kami suetoclub bisa terus menceritakan destinasi-destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur agar kelak generasi muda akan terus menjaga kelestarian dan keindahan di bumi pertiwi Nusantara ini :)Thanks..

Berikut videonya :

Oh iya ini lanjutan cerita mengenai situasi yang unik saat kami berada dalam perjalanan pulang(lanjutan dari cerita part 1 yang aneh)haha tapi betul atau tidak kamipun tak mengerti waktu itu karena waktu sudah menjelang magrib kami butuh tempat ibadah untuk menenagkan segenap pikiran dan bersyukur tapi dengan tidak sengaja kami kembali ke Pom bensin  yang kami singgahi untuk istirahat juga pada waktu berangkat tapi tidak isi bensin hanya untuk istirahat saat kekamar mandi ternyata kami baru sadar bahwa situasi pom bensin ini aneh(terletak di sekitar jalan pantura) sebelah kiri jalan kalau arah dari Tuban. Aneh bagikami kenapa karena banyak truk dan mobil tanpa awak berhenti disana sama saat kami datang dan kembali posisinya juga sama saja, keadaan kamar mandi tak terawat, ada beberapa sepeda motor dengan tidak beraturan parkiernya, tempat mushola kotor, kantor pertamina kosong, air dari tempat wudhupun kadang keluar kadang tidak pintu kamar mandi pun terlihat bergerak dengan suara sayatan bila terkena angin aku pikir situasinya pun semakin aneh karena disebelah ada sebuah mobil sedan yang penyok tapi tak berpenghuni dengan isi didalam yang masih baru sepertinya para penumpang keluarga tapi tak ada orang sedikitpun disana sama seperti mobil-mobil lainnya seperti, panther, pickup dan truk..akhirnya kami berfikir sejanak dan tertawa haha coba kita datang malam-malam ditempatingin istirahat  seperti ini dan kehabisan bensin. Yap begtulah ceritanya jadi bagi pengendara yang melewati daerah pantura ini sebaiknya berhati-hati dan mempersiapakan kondisi motornya sebagus mungkin karena minimnya lampu penerangan juga di daerah ini..xixixixixi


10888727_10202388090218386_3721856908862112600_n

Salam wildlife!Di penghujung tahun 2014 banyak kali hari libur ataupun cuti bersama  oleh karena itu kami sempatkan untuk menjelajah wisata ranu di daerah Probolinggo. Pada awalnya kami sueto tim selalu berfikir untuk menjelajah tempat-tempat yang memang masih alami dan pilihan destinasi touring saat itu akhirnya jatuh pada beberapa wisata ranu yang ada di kabupaten Probolinggo salah satunya ranu Agung di kecamatan Tiris. Perjalanan yang niat awalnya dilakukan pada malam hari akhirnya di tunda karena hujan deras dan dilanjutkan pagi harinya. Berangkat dengan 3 sepeda motor dari Surabaya jam 7 pagi dengan rute Suramadu-Aloha-Sidoarjo-Porong-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Kraksaan-Tiris, sampai disana mungkin sekitar jam 10 an lebih. Jalan yang ditempuh sebenarnya mudah ikuti aja jalur arah Songa arum jeram terus ke arah selatan terus sampai masuk ke kecamatan Tiris dan anda akan menemui Plakat Ranu pertama yaitu Ranu Segaran..Pikirnya pada saat itu kami bakal mengunjungi Ranu Segaran pada saat kembali arah pulangnya..Akhirnya kami langsung menuju lokasi Ranu Agung nah kalau kesini anda harus doyan tanya kalau tidak ya jelas sesat dijalan kecuali anda-anda sekalian para touringer punya indra keenam..

Berikut petanya :

peta2

Lokasi masuk dari desa terakhir memang jalannya sangat sempit mungkin hanya bisa dilewati satu mobil saja dan tidak ada tiket masuk hanya membayar parkir seikhlasnya saja kepada penjaga warung setempat kemudian jika ingin ke pinggir ranu harus treking menuruni bukit gak jauh kok mungkin 600-700m saja kurang lebih..

Nah sesampainya di ranu pada waktu itu mungkin saat liburan ada beberapa wisatawan 1 keluarga dan orang-orang camping satu tenda saja dan ketiga kelompok kami jadi terlihat sangat sepi dan memang indah ranu nya airnya yang hijau dan tenang membuat kami betul-betul langsung bersahabat dengan ranu ini tak terkesan aura mistisnya malah ditutupi dengan keindahan dinding batu  yang menjadi keistimewaan Ranu Agung ini dari ranu-ranu lainnya. Bagiku Ranu Agung ini benar-benar istimewa mungkin bisa dikategorikan Ranu Agung ini dari salah satu ranu yang terbaik bahkan di Indonesia dan tetunya tak kalah istimewa dengan Ranu Kumbolo yang sudah terkenal mendunia itu opini pribadi tapi setiap orang yang datang ke Ranu Agung pasti merasakannya. J

Meskipun susasana hari itu tak cukup cerah dan sedikit mendung kami pun tetap tergoda bermain air dan getek yang memang tersedia secara gratis disana ya..mungkin kalau lagi ramai pengunjung harus gantian atau kalau anda kreatif anda memungkinkan bisa bikin getek sendiri disana..Mengayungkan bambu untuk menjalankan getek sampai ketengah danau dengan ketenangan khas Ranu agung benar-benar membuat hati ini tentram dan bakal selalu kangen dateng ketempat ini 🙂 Tempat ini juga cucok dibuat foto prewed..hehe

Foto-foto :

9494_10202388002656197_2159162345092892547_n 1464051_10202388650592395_9100017322549646531_n 1472812_10202388005136259_8965559535489142350_n 1800464_10202388654312488_5106690331492557381_n 10264941_10202388318144084_1408766665397472268_n 10307203_10202389281128158_5184555100974231388_n 10329045_10202388649472367_1486915901834373021_n 10393847_10202390438157083_3683624013268463633_n 10418905_10202388657752574_5107948296602339466_n 10420354_10202388059097608_7530705989211959497_n 10885318_10202387946934804_5675625766575350419_n 10882199_10202388056137534_1528837067347388256_n 10710533_10202388653272462_7117866236882322689_n 10676119_10202390996091031_7308352597932763945_n

Akhirnya tak terasa hari pun sudah mulai sore dan hujan deras pun mengguyur padahal kami belum selesai sesi foto-fotonya, kamipun bergegas naik ke tempat parkiran di atas sambil menunggu di pos berharap hujan reda tapi apadaya hujan semakin merata dan semakin lebat..Akhirnya kami putuskan untuk langsung kembali ke Surabaya sore itu juga..

Sebenarnya sungguh menyesal kami tidak bisa mengunjungi ranu-ranu lainnya misal seperti RANU Segaran, Ranu Merah, Ranu Tlogoargo, Ranu jangkang bahkan kebun teh diatas bukit yang mengarah ke Selatan G. Argupuro  tapi itu menjadi motivasi kami untuk nantinya kembali ke sini lagi..hehe

Oh iya karena tempat-tempat ini masih asri jangan kotori dengan sampah-sampah plastik justru kalau ada sampah plastik dipungut dan dibuang sayangkan ini wisata kita di Jawa Timur dan Indonesia yang sangat indah untuk juga dinikmati oleh anak cucu kita kelak dikemudian hari Je..

Selamat bertemu di perjalanan menjelajah berikutnya bersama Suetotim, terima kasih juga para pembaca yang terhomat untuk setia selalu memantengi blog kami.

landscape

%d blogger menyukai ini: