Tag Archive: utara



IMG_3995

Hi salam wildlife!Bulan Mei ini 2015 banyak liburnya lo ambilah libur yang paling panajng..Maka kami memanfaatkanya menjelajah tempat-tempat baru destinasi untuk touring yang cocok. Kami voting dua pilihan di group FB antara ke pantai clungup Malang atau ke air tejun tumpak sewu Pronojiwo. Akhirnya terpililah tujuan destinasi kami yaitu ke pantai clungup(area pantai tiga warna). Prepare dan terkumpulah peserta dari suetoclub siap berangkat dari Surabaya berkumpul di pom Aloha sekitar jam 11 malam.

Perjalanan langsung menuju target dengan titik pemberhentian berikut rutenya Surabaya-Malang-Kepanjen-Turen-TPI sendang biru-Clungup jarak yang kami tempuh kurang lebih 180km jadi untuk PP360km sehingga yang pakai pertamax atau premium bisa diperhitungkan sendiri . Kami berhenti di kota Malang untuk beli bekal kemudian melewati kepanjen dan stadion kanjuruan makan pagi di turen kemudian langsung lanjut menuju Clungup untuk melakukan checkin, waktu itu sampai sekitar jam 5 pagi. Beberapa tahun lalu sekitar 2010-2012 kami suetoclub pernah menjelajah sekitar area yang sekarang katanya observasi ini karena memang waktu itu data dan waktu kami terbatas jadi belum benar-benar terang agambaran rute di area itu. Nah ternyata sekarang area segitiga emas ini sudah menjadi area observasi wisata jadi bila masuk pantai atau berlibur disini ada peraturannya.

Jadi bagi para traveler kalau ingin liburan ke kawasan pantai area observasi yang telah di kelola Bhakti Alam ini harus melakukan reservasi tiket dulu atau booking nama kelompok dulu karena memang area ini dibatasi hanya untuk 450 orang pengunjung untuk setiap harinya jadi bila tidak melakukan booking ya tidak bisa masuk.

Sebenarnya sueto tim waktu itu sudah booking tapi karena ada miss komunikasi karena pihak bhakti alam tidak memberitahu kami bila pada hari itu sudah penuh dengan salah satu pengelola bhakti alam akhirnya kami tidak bisa masuk lewat jalur utama padahal ya sebenarnya kita sudah tahu treknya sebelum dibentuknya bhakti alam ini, sehingga  kami yang pada awalnya hanya berniat menyusuri atau jelajah pantai di beri arahan informasi oleh warga sekitar yang memang sangat welcome pada kami seperti sebelum-sebelumnya untuk menempuh lewat jalur lainJ.

Kemudian untuk rute kami masuk akan kami benar-benar rahasiakan dan kami hanya memberikan sebuah “clue” saja yang nanti akan kami jelaskan secara detail lewat rute track penjelasan dibawah :

peta sendang biru segitiga emassegitiga emas baru


peta sendang biru 2peta sendang biru 3

Setelah itu kami briefing kepada peserta suetoclub tentang pentingnya kebersihan akan sampah bawaan pribadi yang harus dibawa kembali lagi dan dibuang di tempat sampah bila sudah keluar area observasi dan menentukan rutenya ingin masuk lewat mana dulu, akhirnya kami masuk lewat rute selatan memakirkan sepeda di perkampungan penduduk dan kami langsung melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, ngomong-ngomong tracknya sangat seru melewati mangroove area, perkebunan pisang, rawa-rawa, bukit-bukit kecil hati-hati bila tak paham tracknya bisa tersesat tapi tak masalah selama bisa bertanya warga sekitar dan kami susuri saja sampai bertemu beberapa pantai seperti misalnya pantai gatra. Kami pun beristirahat sejenak di pantai ini dan sudah ada beberapa kelompok orang yang sengaja camping juga pemandangannya pun indah, kami pun beristirahat sejenak sambil mendokumentasikan beberapa moment di pantai ini, detail letaknya pantai gatra bisa dilihat di gambar berikut ini :

IMG_3951 IMG_3980 IMG_4012 IMG_4098 IMG_4108 IMG_4112 IMG_4134 IMG_4152 IMG_4159 IMG_SDD4118 landscape gatraj  2

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

1431835453422

Puas sudah beristirahat selama 2 jam di pantai gatra kami sebenarnya ingin menuju pantai clungup tapi jalannya memutar ya sudah kami langsung menuju pantai “WATU PECAH” saja dan menaiki bukit karena ingin melihat landscape area observasi dari atas dan darisinillah kami benar-benar menyebutkan tempat ini sedikit mirip “MINI RAJA AMPAT” mungkin terlalu berlebihan tapi memang benar-benar bagus pemandangan saat kami ada di atas bukit dan dari atas sini pun terlihat pantai “TIGA WARNA” yang bisa dibuat snorkling itu. Ya kenapa disebut pantai tiga warna mungkin karena gradasinya warna airnya kalau dilihat dari atas itu seperti ada warna hijau, biru muda dan biru tua, Yup pastinya tak lupa didokumentasi jugakok.

Kemudian kami melajutkan perjalanan kembali keperkampungan sehingga ada waktu untuk istirahat dan tidak pulang terlalu larut ke Surabaya, sebenarnya ingin snorkling tapi apa daya tenaga sudah boros habis haha karena memang semalaman langsung tancap gas…akhirnya kami kembali ngopi aja di warkop warga menikmati buih-buih angin pantai dan tertidur pulas sampai sore sekitar jam 3 sore. Saat itu kami juga penasaran apakah jalan tembus Bajulmati-Balekambang sudah bisa dilewati dengan nyaman ataukah masih seperti beberapa tahun silam ternyata oh ternyata jalur ini sudah diperbesar meskipun ada beberapa bagian yang masih offroad tapi paling tidak mobil sedan pun sudah bisa ber offroad ria sampai pantai Balekambang dan setelahnya kami langsung tancap gas lagi untuk checkin home sweet home Surabaya city J.Perjalanan kami memang pure benar-benar bantuan dari warga jadi untuk tarif kami memberi selayaknya karena memang untuk kepentingan dokumentasi.

The best Regard : Terima kasih juga kepada para warga Kampung nelayan Sendang Biru yang baik hati telah memberi kami beberapa informasi yang menarik…

Attention :

Cerita perjalanan ini hanya menyarankan kepada para pembaca sekalian untuk benar-benar memahami area perjalanan yang dituju sebelum melakukan keputusan untuk memilih destinasi perjalanan karena pada realisasinya ada hal-halnya yang tak terduga akan kita hadapi diluar kemampuan kita seperti tersesat, kurangnya bekal makanan, safety perjalanan, obat-obatan karena kurangnya pengetahuan akan medan yang dituju dan nantinya dapat membahayakan diri kita sendiri . Sebaiknya untuk masalah kebersihan harus dikordinasikan dahulu secara kelompok atau pribadi sehingga kita pun sebagai traveller punya cadangan untuk sampah kita sendiri dan tidak sampai mengotori alam sekitar bila perlu sekalian menghimbau warga sekitar agar pentingnya edukasi tentang green traveller.

Info :

Area pantai Tiga warna, Clungup, Gatra ini adalah area konservasi kalau ingin berlibur kesini sebaiknya anda menghubungi Pak Saptoyo 081233339889 (ada beberapa guide lainnya bila sampai boleh dimintai nomer telpon juga) untuk pemesanan tempat camping dll. Saran : sebaiknya anda menelpon langsung(jangan di sms karena saya pikir sistem administrasi mereka belum seberapa bagus masih dalam tahap pengembangan karena memang dikelola sendiri oleh pihak Bhakti Alam) 2 minggu sebelum hari H keberangkatan karena terutama hari libur pesanan akan membludak berbeda dengan hari-hari biasa yang sepi.

Tarif :

HTM : Rp 6000,-/orang

Parkir motor : Rp 5000,-/orang

Sewa Tenda : Rp 25.000,-/5 orang

Sewa alat Snorkling Rp 15.000,-/orang

Biaya sewa lahan untuk kamping Rp 25.000,-/orang

Biaya sewa Guide Rp 75.000,-/1 kelompok isi 10 orang

Untuk menjelajah spot snorkling dan diving anda bisa negosiasi dengan nelayan setempat tentunya dengan adanya pemandu.

Biaya denda bila ada barang atau sampah yang tidak sesuai dengan apa yang di bawa pergi dan pulang : Rp 100.000/orang (bila ada barang hilang tidak ada yang bertanggung jawab jdi harus hati-hati meskipun barang sewa karena kita tidak membayar asuransi)

Sebenarnya bila Bhakti Alam ingin mengedukasi customernya juga melakukan penambahan paket perjalanan seperti edukasi pemeliharan tanaman bakau dan pemeliharaan terumbu karang agar para wisatawan dapat sekaligus berwisata dan belajar.

Alamat FB Bhakti Alam : https://www.facebook.com/profile.php?id=100006090019340

Yups sedikit info traveller dari kami (suetoclub) tentang destinasi Malang jawa timur yang menarik untuk dikunjungi semoga bermanfaat bagi pembaca dan salam lestari untuk keindahan alam Indonesia di masa depan.


20140730_163531

Salam wildlife! Kali ini bercerita tentang perjalanan Hilmy sueto menuju ke Pantai di dalam kawasan TNMB(Taman Nasional Meru Beitiri) bisa mampir di http://www.merubetiri.com/Pertama kalau dari Surabaya rute nya begini menurut google map :

Picture1

 

Berikut peta kota Jember dan kawasan area TNMB

jember-map-high

Peta Merubetiri

peta_wisata_jember

Berangkat dr rmh (dukuh dempok wuluhan, jember) jam 10 .. nggak jauh untuk mencapai perkebunan karet milik ptpn , lalu karena jalannya bnyak lubang , jam 11 baru nyampe pos pertama yg aq foto .
dari pos tsb ke tujuan adalah sekitar 14km .

Lalu dari pos tsb sudah mulai tdk ada aspal , jlnnya bebatuan tinggi (saran: jgn pakai mobil selain mobil dg ban besar seperti jeep ato rangers)
Jalan ini yg membuat perjalanan menjadi semakin jauh .
sampe ke pos berikutnya (penjaga portal meminta 4rb untuk buka portal)

oiya , pos pertama aq lupa bayarnya brp , untuk yg di pos pertama , mobil dihitung sendiri dan orang pun dihitung sendiri .

lanjut yg td ,, jalan aja ngikutin jalan .. ntar menemui berbagai tanaman tanaman langka , pohon pohon yg dilindungi perhutani , dan monyet liar yg sesekali muncul ke jalan .

sampai ke pos berikutnya yg ber-portal , adalah kawasan TNI , kita disuruh mengisi buku aja , nama masing masing dan keperluannya ..
kami isi dengan keperluan berlibur ke pantai bande alit .

lalu setelah portal dibuka .. (pos ini ada tulisan tiga , eh dua , anak cukup) .
kami lanjut perjalanan , saya lupa daerah itu namanya apa , tp kami sholat dhuhur dan ashar (diqoshor) disana sembari melepas kepenatan di jalan makadam .

daerah ini dikelilingi oleh pegunungan kecil dan sinyal hp disini bener bener ndak ada .
daerah ini ada jalan kereta api lori (kereta api angkut tebu) .
spot disini bagus .

setelah melewati desa ini , terdapat jembatan yg longsor , sehingga kita melewatinya dengan melewati ka
li kecil .

lalu ada percabangan dua arah , satu ke bandealit , satu lagi ke teluk hijau .

Bandealit ke arah kanan .

Berikut foto-fotonya :

20140730_115537 20140730_115619 20140730_115818 20140730_120651 20140730_121320 20140730_123015 20140730_130533 20140730_132523 20140730_133433 20140730_133442 20140730_134553 20140730_134746 20140730_135002 20140730_135024 20140730_140922

20140730_142037

20140730_142308

20140730_144725

20140730_144815 20140730_144828 20140730_144836 20140730_145242 20140730_145522 20140730_150041

20140730_150437

20140730_151509

20140730_151556

20140730_151705

20140730_162836

20140730_163011

 

Yup begitulah kurang lebih bila ada kurangnya di lebihi atau bila ada lebihnya dikurangi 🙂 oh iya bisa mampir kedestinasi TNMB lainnya misalnya ke sini https://suetoclub.wordpress.com/2014/06/11/touring-kilat-ala-sueto-ke-merubetiri-greenbay-sukamadebanyuwangi/ untuk videonya segera di update..THX para pembaca

Video :


IMG_3647

Hi Para pembaca dalam edisi part 2 ini kami sueto tim akan melanjutkan cerita perjalanan dari pantai sowan nih..Jadi langsung berlanjut saja sewaktu diperjalanan keluar pantai sowan sebenarnya yang kami pikirkan adalah salah satu tujuan wisata air terjun lainnya yaitu air terjun..di daerah…tapi karena jaraknya masih sekitar kurang lebih 25km dari kecamatan bancar maka kami putuskan lanjut sajalah ke “pantai pasir putih remen” dikarenakan memang waktu yang sudah menjelang sore daripada ke maleman dan tidak dapat pemandangan yang bagus..Ayok dilanjutkan saja touring-nya ke pantai pasir putih remen.

Pantai pasir putih remen ini letaknya memang tidak dipinggir jalan pantura agak masuk-masuk desa tapi paling gampang kalau dari arah Rembang ada pertigaan besar dan pos polisi pereng-belok kiri-TPPI-masuk desa remen-perempatan setelah sdn remen 2 belok kiri lurus terus arah utara pantai …Kalau dari arah Tuban paling mudah dari arah terminal wisata kambang putih-pantai kute/cemara-mangroove center-terus ke barat setelah pasar jenu-jalan bercabang ambil kanan-PLTU-desa wadung-desa rawasan-desa mentoso-desa remen-perempatan setelah balai desa lurus-mentok belok kanan arah pantai

peta

Sesampainya masuk dikawasan desa remen arah pantai  yang terlihat adalah sudah mulai pantai yang bernama pasir putih remen ini ramai oleh pengunjung apalagi waktu itu libur tanggal merah. Jadi untuk yang membawa kendaraan roda dua bisa parkir sampai dipantai dan untuk kendaraan roda empat lahan parkirnya terbatas. Masuk kawasan pantai pasir putih remen hanya membayar biaya parkir saja Rp 2000,- untuk roda 4  kami kurang tahu karena memang baru beberapa minggu ini lahan parkir di buka dan katanya mulai bulan maret 2015 ini pantai remen akan diresmikan oleh pemerintahan setempat.

Kami pun mulai mengexplore kawasan pantai pasir putih remen ini yg memang termasuk pantai yang belum banyak dikenal bahkan oleh warga Tuban sendiri. Melihat-lihat secara landscape kawasan pantai ini memang sungguh indah ada seperti beberapa kubangan air yang membentuk danau-danau kecil di sekitar pantai kemudian beberapa tumbuhan cemara di tepi pantai dengan garis pantai pasir putih yang panjang, pasirnya memang benar-benar putih dengan latar belakang sebuah pabrik ini yang menjadikan pantai pasir putih remen ini pantai yang paling unik mempunyai ciri khas dan indah di sekitar pesisir pantai utara di jawatimur.

Hari itu terlihat ramai pengunjung  banyak anak muda-mudi dan beberapa keluarga berkunjung bahkan tidak hanya dari  penduduk lokal saya pikir banyak yang dari luar kota juga,  untuk menikmati keindahan pantai pasir putih remen. Coba simak beberapa dokumentasinya dan angin disini cukup semilir-semilir kencang tak terkendali..hehe

landscape2 landscape1 IMG_3707 IMG_3697 IMG_3684 IMG_3672 IMG_3634 IMG_3631 IMG_3630 IMG_3628 IMG_3626 IMG_3623 IMG_3597 IMG_3582 IMG_3571 IMG_3575 IMG_3523 IMG_3566 IMG_3535

Tapi saat itu mendung apalagi hari sudah mulai sore dan sebenarnya kami masih ingin menikmati  pantai ini lebih lama tapi apa daya kota kami bekerja sudah memanggil tuk singgahi lagi oleh karena itu kamipun bergegas  pulang ke Surabaya. Ya pesen kami pantai ini benar-benar prospek untuk dijadikan tempat wisata yang istimewa tapi tentunya dengan selalu menjaga kebersihan  kawasan wisata itu sendiri sehingga nantinya akan menambah beberapa daftar wisata terpopuler di jawa timur. Fasilitas disini untuk toilet umum belum ada kayaknya mungkin ponten portable bisa menjadi alternatif disini, tapi sudah ada warung-warung kecil model warkop sudah tersedia dan tentunya memang lahan parkir yang belum memadai karena memang akses jalannya masuk desa jadi agak sempit juga untuk dilalui dua mobil sekaligus. Oke guys sekian ceritanya kami berjalan-jalan di daerah kawasan Tuban ini mudah-mudahan kami suetoclub bisa terus menceritakan destinasi-destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur agar kelak generasi muda akan terus menjaga kelestarian dan keindahan di bumi pertiwi Nusantara ini :)Thanks..

Berikut videonya :

Oh iya ini lanjutan cerita mengenai situasi yang unik saat kami berada dalam perjalanan pulang(lanjutan dari cerita part 1 yang aneh)haha tapi betul atau tidak kamipun tak mengerti waktu itu karena waktu sudah menjelang magrib kami butuh tempat ibadah untuk menenagkan segenap pikiran dan bersyukur tapi dengan tidak sengaja kami kembali ke Pom bensin  yang kami singgahi untuk istirahat juga pada waktu berangkat tapi tidak isi bensin hanya untuk istirahat saat kekamar mandi ternyata kami baru sadar bahwa situasi pom bensin ini aneh(terletak di sekitar jalan pantura) sebelah kiri jalan kalau arah dari Tuban. Aneh bagikami kenapa karena banyak truk dan mobil tanpa awak berhenti disana sama saat kami datang dan kembali posisinya juga sama saja, keadaan kamar mandi tak terawat, ada beberapa sepeda motor dengan tidak beraturan parkiernya, tempat mushola kotor, kantor pertamina kosong, air dari tempat wudhupun kadang keluar kadang tidak pintu kamar mandi pun terlihat bergerak dengan suara sayatan bila terkena angin aku pikir situasinya pun semakin aneh karena disebelah ada sebuah mobil sedan yang penyok tapi tak berpenghuni dengan isi didalam yang masih baru sepertinya para penumpang keluarga tapi tak ada orang sedikitpun disana sama seperti mobil-mobil lainnya seperti, panther, pickup dan truk..akhirnya kami berfikir sejanak dan tertawa haha coba kita datang malam-malam ditempatingin istirahat  seperti ini dan kehabisan bensin. Yap begtulah ceritanya jadi bagi pengendara yang melewati daerah pantura ini sebaiknya berhati-hati dan mempersiapakan kondisi motornya sebagus mungkin karena minimnya lampu penerangan juga di daerah ini..xixixixixi


Slogannya Dilarang Mesum

Nah…nah..Rekan Sueto akhirnya sampai di lokasi Mercusuar habis muter2 bangkalan maklum gpsnya lagi bleset kali ini..Karena kami dtang terlalu sore mungkin jadi kelihatan sepi tempat ini…biaya masuk cuman bayar ongkos parkir sukarelae relaae seh..tapi pasti kasian kalu liat yang jaga..makanya bayar saja..tempatnya baguskok ditepi pantai bakau yang alami…cuman objek mrcusuarnya kurang terawat tapi tempatnya enak juga kalu buat santai..tapi g boleh mesum kan ada larangannya tuh…Serangkaian acara disini ya….hanya foto2 sambil melepas lelah kan di puncak mercusuar anginnya sepoi-sepoi tapi bagi yang kuat naik tangganya yang berliku-liku dan semakin mengecil di atas…ha2..seru wes..

Mercusuar ini dibangun tahun 1879 dan berada di daerah dusun pernajah, desa sembilangan, desa ujung piring, kecamatan socah, kabupaten Bangkalan jawa timur sekitar 15-20menit dan berjarak 5km dari kota bangkalan. Terbuat dari besi dengan ketinggian 60meter terdiri dari 16 tingkat 17 anak tangga.

Katanya seh mercusuar ini dulu berfungsi membantu kapal-kapal belanda dari laut jawa ke selat Madura untuk kemudian bersandar di pelabuhan tanjung perak Surabya.

Menurut data departemen kebudayaan dan pariwisata, merupakan 5 lokasi bangunan zaman  dahulu di kabupaten Bangkalan.

Empat lokasi wisata sejarah yang sampai saat masih terpelihara di Kabupaten Bangkalan dan banyak di datangi wisatawan masing-masing makam Blega (Pangeran Pragalbo), Museum Bangkalan, makam Agung Arosbaya dan kompleks makan Aermata Ibu di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan.

Poto2nya tentunya ada di bawah sini..Berikutnya kami langsung cabut menuju Pamekasan terus bermalam di Sumenep omahe juragan gebleh..hihihihi..


%d blogger menyukai ini: