Tag Archive: wonosalam



Salam wildlife!Kawan Akhir-akhir ini kan wisata puncak bukitkan lagi hits nah tak sengaja waktu kami berkunjung ke rumah rekan kami eh malah setelahnya langsung bertolak ke bukit watu jengger karena letakya memang sangat dekat sih..

Untuk mengisi kekosongan waktu maka kita coba berangkat survey tempat karena memang kami sebelumnya memang belum pernah dan belum ada rekan-rekan yang kesana.

Perjalanan dari Dlanggu kami tempuh tak sampai sejam menuju ke wisata bukit watu jengger..Kalau ingin lihat petanya bisa dibawah ini.

Kondisi Jalannya sih waktu masuk desa nawangan sudah baguskok tapi sedikit terjal saat masuk dari area wonosalam..ada beberapa jalan menuju desa Nawangan yang masih makadam..

Desa Nawangan ini masih masuk Mojokerto, Tapi kita masuk melalui jalur Wonosalam yang sudah area Jombang jadi antar bukit hanya di batasi sebuah sungai saja.

Masuk ke desa Tarif Parkirnya sekitar Rp 5000,- saja karena biasanya para pendaki akan mendaki malam atau sore untuk camping..

Setelah parkir  jangan lupa bawa bekal makanan-minuman ada beberapa warung disekitar desakok bagi yang tidak membawa persiapan..Karena jarak pendakiannya sekitar 3km kan lumayan tuh..

Penjual makanan-dan minuman sih terakhir ada di pos tiket masuk utama saja di pos 1,2 dan 3 apalagi puncak tidak ada sama sekali lo..

Jarak dari tempat parkir k epos tiket utama lumayan sekitar 1 km an kayaknya kurang-lebih sih..Nanti baru dari sana kita akan di Tarik tarif lagi untuk data diri dan administrasi. Tiketnya bisa ditebus sekitar Rp 11.000,-/orang nanti mungkin akan ditanya estimasi perjalanan PP selama pendakian hanya untuk info saja sih..

Kemudian setelah admin selesai langsung deh ngetrack menuju pos 1, Suasananya hanya melewati kebun-kebun, baru setelah itu arah pos 2 kita akan masuk hutan, Masuk pos 3 kita sudah bisa melihat ketinggian samping kanan-kiri udah bukit-bukit saja..

Nah di pos 3 ini tempatnya agak luas kalau mau liat sunrise dan camping disini karena puncak di 1100mdpl gak ada tempat untuk campingkok..

Nyampai di Puncak pemandangannya lumayan bagus tapi memang saat itu kami kurang pagi dan sudah mendung meskipun hujan tak melanda..Santai sejenak adalah tujuan utama berada di puncak dan menikmati udara pegunungan

Setelah semua lelah ini terlepas barulah kami beranjak turun..Medannya sih tidak berat cocok bagi pendaki pemula yang ingin cari keringat tapi tracknya lumayan tidak pendek juga sih..

Sembari kami berjalan menuruni bukit maupun berangkat selalu ada beberapa pemuda yang lalu lalang untuk mengumpulkan sampah supaya jalur pendakian dan sekitarnya tetap bersih..menurut saya ini sih bagus juga dibudayakan..Tapi saya ingatkan juga bagi pengunjung untuk membantu meringankan beban pemuda-pemuda desa ini untuk tidak membuang sampah sembarangan OK.

Jalur turun terasa lebih cepat seperti biasanya..sebenarnya ada spot menarik sebelum masuk k epos tiket utama..Yup ada hutan pinus untuk objek foto sih..Gak kalah bagus kok dengan hutan-hutan pinus yang sudah terkenal seperti di Jogja atau Wonosalam…

Kemudian kami langsung pulang saja ke Surabaya waktu itu setelah bersih-bersih..

Kesimpulannya sih Bolehlah bukit watu Jengger ini dicoba khususnya untuk pendaki pemula soalnya kan lagi hits tuh sekarang yang bukit-bukit, jalan tak terlalu ekstrem landau tapi panjang, pemeliharaan sudah memadai hanya saja kalau untuk dating menggunankan mobil jangan pakai sedan, pakai mobil-mobil niaga saja karena meskipun jalan desa udah bagus jalan masuk desanya yang masih makadam,

Parkir mobil ada disediakan lahan tapi tak muat banyak, misalkan pengunjung membludak, naik motor lebih baik sudah ada tempat parkirnya dirumah-rumah wargakok..

Terimakasih sudah membaca cerita kami..Ready to Next Adventure Guys?Sueto Explore Go!

Untuk videonya bisa lihat di link ini

jangan lupa subscribe ya

Thanks Gaess


HI Suetoclub!Sebelumnya kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Lebaran kali ini mau kemana ya?Kalau gak unjung-unjung ya liburan ketempat wisata terdekat saja.

Karena akhir puasa di 2019 ini cuacanya terang benderang dan langit pun membiru mengundang kami tuk mengabadikan pesonaNya.

Awalnya bermula dengan berkunjung kesawah belakang rumah di desa kedung pare setiap pagi ku menikmati embun itu dan setiap sore Kunimakti berkas-berkas cahaya jingga menutup hari hingga malam tiba dan saat itu hujan tak pernah datang.

Esoknya kan lebih elok karena langitpun membiru tanda cuaca bersahabat kepadakami hari itu. Perjalanan dimulai dan kami ternyata kembali ke Bukit Gandrung Tanggulasi yang sebelumnya di 2 tahun lalu kami pernah kesana. Tak akhyal nostalgia itu un terlanjut.  Tapi kali ini kami tidak akan melewatkan momen terbaik pada hari ini.

 

 

Untuk info mengenai Tiket masuk terbaru :

1. Parkir Rp 2000,-

2. Masuk ke taman Rp 6000,-

3. Toilet Seikhlasnya

4. Ngopi dll masih standar murah

Saat itu Ngopi Pagi menjadi sebuah kewajiban untuk menemani suasana pagi kami bercerita dengan suasana dan mendengar hiruk pikuk para pedagang warung yang baru buka dan merasakan udara segar khas pegunungan. dan Alhamdulillah masih banyak jajan lebaran di warung yang ternyata gratis anggap saja yang datang ke warung adalah mertamu.

Sembari menunggu kru kami yang masih tertidur dan tidak bisa bangun pagi..hahah kami dokumentasi saja menikmati setiap sudut detail keindahan dan mengabadikannya dalam sebuah frame.

Setelah fajar mulai meninggi kami pun menuju tempat selanjutnya dan momen indah itu masih megikuti kami melewati jalanan pegunungan. Sumber biru adalah tujuan kami berikutnya.

Eloknya jalan pegunungan yang naik turun seperti sebuah perjalanan cinta mengantarkan kami ke destinasi kedua dari kisah kami di hari itu. Sesampainya di parkiran kami berjalan menyusuri jalan setapak yang sudah di bangun rapi oleh penduduk sekitar dengan warung dikanan kiri. Memang tempat ini adalah salah satu tempat yang cozy untuk ngopi bareng bersama keluarga agar lebih mendekat dengan alam ditemani gemericik aliran air yang akan membasahi kaki-kakimu dan menyegarkan pikiranmu untuk hidup yang lebih berkualitas gaess.

Harga di warung-warungnya pun masih sangat bersahabat dan bisa diantar di tempat kalian bercengkrama bersama keluarga.

info : Tiket masuk Rp 10.000,- termasuk parkir motor  (ada pembatasan pengunjung jadi kalau terlalu ramai wisatawan mungkin akan menunggu sehingga kualitas liburan benar-benar terjaga)

Saat itulah kami sampai lupa akan sinyal yang sulit terlupakan saat di keramaian kota bahwa seharusnya kami menghubungi kru kami yang malas bangun. Akhirnya kami menyambung sinyal itu lagi keluar dari ketenangan dan bergabung dengan kru kami yang lain mencari ketenangan baru dilain tempat lagi.

Sebenarnya Hati ingin menuju AIr Terjun Tretes tapi mengapa hari tak membolehkan langkah kami sehingga Aliran Sungai Desa Jarak di kaki gunung Anjasmoro menjadi pilihan berikutnya.

Airnya yang bening dan dingin tidak tercemar oleh sentuhan menjadi tujuan utama kami untuk membasuh muka dengan air murni di padu dengan suasana khas pegunungan yang tenang.

Tak Lupa Bersyukur Indahnya alam bumi pertiwi di Jombang ini. Kami abadikan dalam sebuah video cinematic dibawah ini dan terimakasih telah berkunjung dan menikmati keindahan bersama kami.

Bila ada salah kata Kami Mohon Maaf Lahir Bati ya Gaess.

%d blogger menyukai ini: