Archive for Januari, 2017


Dakar Rally


Setelah dirudung sejumlah masalah, para pembalap Honda di Dakar Rally 2017 Stage 7, Senin (9/1) akhirnya menggila. Empat pembalap yang menunggnagi Honda CRF 450 ini berhasil menembus lima besar pembalap terbaik di stage ini. Stage 7 dimulai setelah sebelumnya stage 6 dibatalkan. Stage 7 awalnya para rider harus menjalani balapan dari La Paz menuju Uyuni […]

via Dakar Rally 2017-Stage 7, Pembalap Honda Menggila — Proud2ride Independent Blogger

Iklan

Hari ini, selasa, 10 Januari, Yamaha Mengumumkan harga Aerox 155VVA-S Version yakni Rp26.150.000. Wow, harganya cukup super ternyata. Jika dibanding Aerox paling bawah yang dibandrol 21.850.000, selisihnya sangat jauh. Sampai 4,3 juta. Bahkan, harga Aerox 155VVA-S Version nyaris mendekati harga NMax ABS yang kini berbandrol 28.850.000. Keduanya sama sama punya teknologi rem ABS. Dengan diumumkannya […]

via Aerox Kasta Tertinggi Lampaui Harga NMax Non ABS — Proud2ride Independent Blogger


Edo Rusyanto's Traffic

tabrakan-nori

JANGAN kaget, kelompok usia dewasa dan tua, yakni rentang usia 40-59 tahun kian banyak menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Nggak percaya?

Data Korlantas Mabes Polri memperlihatkan bahwa pada 2016, kontribusi rentang usia tersebut melonjak hingga 225% dibandingkan dengan tahun 2015.

Jika pada 2015 kontribusinya baru sekitar 8%, tahun 2016 meroket menjadi 26%. Ada apa di kelompok usia dewasa dan tua ini?

Apakah artinya rentang usia itu kian berisiko saat mengemudi? Kemampuan konsentrasinya kian menurun dibandingkan saat usia muda? Bisa jadi.

Oh ya, pada 2016, setiap hari rata-rata ada 59 orang yang memicu terjadinya kecelakaan di jalan.

Bila rentang usia 40-59 tahun adalah kelompok kedua terbesar, rentang usia muda, yakni 15-29 tahun masih menempati posisi teratas.

Pada 2016, menurut data Korlantas Mabes Polri, rentang usia 15-29 tahun berkontribusi sekitar 43% terhadap total pelaku kecelakaan di Tanah Air. Tahun lalu, setiap hari ada 97 anak muda yang memicu terjadinya kecelakaan.

Nah…

Lihat pos aslinya 70 kata lagi


Hanya Dalam 3 Detik Maling Ngembat Tas Dalam Mobil Pake Serpihan Busi. Yup,maling terus mengupgrade kemampuan gan. Untuk memecah kaca kini cukup beberapa detik saja langsung remuk, Continue reading →

via Hanya Dalam 3 Detik Maling Ngembat Tas Dalam Mobil Pake Serpihan Busi — Bonsai Biker


img-20170105-wa0039

Salam Wildlife dan Selamat tahun baru 2017! Ini tulisan pertama kami suetoclub di tahun baru ini..Kali ini menceritakan perjalanan turing setet sueto 3 hari sebelum event perjalanan ke Bali akhir tahun 2016. Perjalanan ini dilakukan secara solo turing kali ini Jendro tidak bisa ikut karena ada halangan. Berangkat dari Surabaya hari Sabtu dini hari sekitar jam 3 pagi start dari Masjid Agung Surabaya. Perjalanan di tempuh 4 jam jalan santai dan sampai di Lumajang sekitar jam 7 pagi

Saat di Lumajang setet sueto bertemu rekan sueto lainnya yaitu mbak cienta guide lokal asal Lumajang untuk memandu perjalanan menuju Coban Kabut Pelangi di daerah Pronojiwo karena hujan akhirnya tidak jadi terus berganti haluan ke kebun teh di kertowono tapi kondisi track makadam ternyata gak sesuai dengan kondisi motor yang brebet. Akhirnya perjalanan turing untuk hari itu di batalkan dan diganti hari esoknya.

Untuk Foto Coban Kabut Pelangi Hasil Cari di Google :

 

Kalau Foto Kebun Teh Kertowono bisa masuk ke link ini :http://www.suetoclub.com/2016/10/jalan-jalan-ke-kebun-teh-kertowono.html

Hari Minggu sekitar jam 7 perjalanan dilanjutkan ke Gua Pawon di daerah Gucialit waktu tempuhnya dari kota Lumajang kurang lebih sekitar satu setengah jam. Petanya bisa cek by google Map dibawah ini :

map

Sampai tempat parkiran motor kemudian harus jalan kaki sekitar 3km untuk mencapai ke airterjun. Untuk tracknya sendiri lumayan licin jadi cocok-cocokan alas kaki ajalah biar lebih hati-hati.

Sampai di Coban Pawon yang katanya dapur dengan suasana alam itu ternyata desainNYa indah sekali Lo..Berikut dokumentasinya :

Pertama kali kami tahu info tentang coban pawon ini adalah di tahun 2013 oleh karena itu untuk masalah akses dan sarana penunjang tentunya sekarang sudah baik daripada tahun 2013 sudah ada plakatnya, jelas kalau dari arah kota Lumajang.

Kemudian hari sudah mulai siang dan waktunya prepare kembali ke Surabaya untuk persiapan 3 hari lagi turing akhir tahun Bali 2016. Gas solo turing “simple but strong”

Terima kasih semoga cerita perjalan ini bermanfaat Jal.


Edo Rusyanto's Traffic

tahun-baru-2017-dan-motor2

MEMASUKI tahun 2017 banyak harapan yang dibangun. Tapi, sedikit barangkali yang merangkai kalimat resolusi, “tahun baru, perilaku berkendara baru.”

Setelah melewati tahun 2016 yang masih diwarnai puluhan ribu kecelakaan lalu lintas jalan, tentu kita berharap 2017 menjadi lebih baik. Lantas, apa itu perilaku baru?

Bila tahun yang lalu masih mudah mengumbar emosi di jalan raya, alangkah eloknya, memasuki tahun yang baru semua itu berganti lebih santun dan bersahabat. 

Jika tahun yang lalu mudah sekali merampas hak sesama pengguna jalan. Kini, jadikan hal itu sebagai kenangan. Berganti dengan perilaku yang damai dan sudi toleran. 

Saat tahun sebelumnya gegap gempita meminta prioritas, bahkan arogan, lupakan. Tahun yang baru jadilah pengguna jalan yang rendah hati dan memprioritaskan keselamatan di jalan. 

Ketika tahun yang lampau tertib masih sebatas kewajiban, kini berganti sebagai kebutuhan. Tanpa penegakan hukum sekalipun, bila sebagai kebutuhan bakal diperjuangkan, dilakukan dengan ikhlas dan hati riang. 

Saat tahun silam mudah mengumbar sumpah…

Lihat pos aslinya 71 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

sepatu-motor4

PERTANYAAN di atas pernah terucap dari seorang pesepeda motor di Jakarta. Waktu itu konteksnya, bersepeda motor saat hujan. Lalu, merembet ke soal naik motor untuk jarak dekat.

Untuk soal jarak, masih belum ada kesepakatan berapa jarak yang dimaksud. Satu kilometer kah? 500 meter kah? Atau, 200 meter?

“Misalnya, dari rumah ke depan kompleks perumahan,” kata dia, pada suatu ketika, penghujung November 2016.

Balik lagi soal pemakaian sepatu.

Sepatu dipakai untuk membuat bersepeda motor lebih nyaman dan selamat. Bahkan, kini juga meluas bahwa sepatu bagian dari gaya hidup (life style). Kian trendy sepatu yang dipakai, kian terkatrol kelas sosial sang pemakai. Katanya.

Secara umum, memakai sepatu lebih nyaman ketimbang tanpa alas kaki, bahkan jika dibandingkan memakai sandal jepit. Kaki tidak dihembus oleh angin secara terus menerus dan tidak terkena air secara langsung, jika berkendara saat hujan sedang. Bagi saya juga begitu. Rasanya lebih nyaman. Tambah percaya diri.

Nah, kalau soal keselamatan…

Lihat pos aslinya 164 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka-bus-parahyangan_viva

TAHUN 2016 masih diwarnai puluhan ribu kecelakaan lalu lintas jalan. Ribuan anak negeri meregang nyawa di jalan raya. Belum lagi mereka yang menderita luka-luka.

Faktor manusia menjadi mayoritas pemicu terjadinya kecelakaan di Tanah Air. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua para pengguna jalan.

Dari banyaknya kecelakaan tersebut setidaknya tercatat 13 kecelakaan mengenaskan atau tabrakan maut. Selain merenggut banyak korban jiwa, kecelakaan-kecelakaan itu juga membuat bulu kuduk. Di bagian lain, sejumlah pengemudi yang memicu kecelakaan ditetapkan sebagai tersangka. Artinya, sang pengemudi tadi memikul lagi beban berat dampak dari kecelakaan.

Berikut ini kecelakaan maut yang terjadi sepanjang 2016.

1). Kecelakaan Maut Fortuner Jakarta, 8 Februari 2016
Pada 2016, Jakarta sempat dikejutkan oleh kecelakaan maut antara mobil sport utility vehicle (SUV) Toyota Fortuner dengan sepeda motor. Kejadian pada Senin, 8 Februari 2016 pagi itu menewaskan empat orang. Dua dari sepeda motor, yakni pasangan suami isteri yang ditabrak dan dua orang dari penumpang…

Lihat pos aslinya 1.240 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

mobil-vs-angkot-kalibata-2016b

RASANYA tak ada yang tak butuh tidur. Manusia perlu mengistirahatkan tubuhnya dengan tidur.

Lewat tidur yang cukup, berkisar 6-8 jam, saat bangun badan kembali bugar. Karena itu, ketika rasa kantuk sudah tiba, tak perlu dilawan. Tidur adalah jawaban.

Ngantuk menjadi panggilan alam. Jam biologis tak perlu ditawar-tawar. Rasa kantuk sebuah isyarat untuk kita beranjak beristirahat. Tidur yang nyenyak dan berkualitas tentu menyenangkan.

Melawan kantuk dan tetap melaksanakan aktifitas bisa bikin hasilnya tidak karuan. Bukan apa-apa, konsentrasi menjadi terganggu. Apalagi memaksakan diri mengemudi. Bisa runyam. Bisa tidur selamanya.

Konsentrasi yang terganggu bikin tidak fokus. Padahal, bekal utama berkendara adalah konsentrasi. Fokus dan waspada memudahkan pengendara menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat.

Rasa kantuk membuat pengendara sulit menyerap informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Bahkan, kemampuan mengantisipasi situasi pun menjadi amat berkurang. Saat itulah peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan menjadi amat lebar. Sudah banyak fakta yang memperlihatkan kepada kita soal…

Lihat pos aslinya 89 kata lagi

%d blogger menyukai ini: