Archive for Agustus, 2013



Salam wildlife!Kali ini cerita dan sharing destinasi baru yang ditulis, mengenai hasil jalan-jalan rekan hilmy sueto di Jember. Jadi ceritanya seperti ini :

Air Terjun Tancak adalah wisata di Jember yang masih sangat jarang dijamah wisatawan kecuali para pendaki lokal dan para pramuka, tanpa adanya tangan pemerintah daerah yang ikut campur sehingga belum ada fasilitas yang cukup memadai namun Alhamdulillah masih bersih dari sampah non daur ulang. Air Terjun Tancak ini tanpa tiket masuk alias  GRATIS.
Tepat lebaran tahun lalu saya dan adek kembar (dek fizha – dek ipung) menakhlukan trekking menuju Air Terjun Tancak kawasan Gunung Pasang di Jember. Gunung Pasang ini sendiri merupakan anak gunung dari Gunung Argopuro, tepatnya di bagian selatan Gunung Argopuro.
Letak Air Terjun ini berdasarkan lokasinya berada sekitar 16 km arah Barat Daya kota Jember, di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Dengan Koordinat GPS  -8.0726890 113.6228790 (googlemaps,2013).

Meskipun saya orang Jember asli, tapi Air terjun ini baru saya kunjungi tahun lalu (2012).

Jika dari arah Surabaya, atau arah barat kota Jember, tidak perlu memasuki kota Jember. Setelah melalui pasar Rambipuji, akan menemui lampu lalu lintas pertigaan. Ambil arah kiri ke arah Rambi Gundam terus ke Panti, dan lanjutkan perjalanan hingga menemui petunjuk arah ke Air Terjun Tancak. Pertigaan ini tempat bertemu dari arah kota atau timur Jember (boerhunt,2012).

Pada tahun 2007 kawasan Air terjun tancak pernah longsor hebat, perjalanan menuju lokasi juga hancur, jembatan besar menuju desa suci juga terputus. Setelah masuk daerah Serut, nanti terlihat jembatan kayu, jembatan penghubung sementara setelah kejadian longsor. Saya pun mengabadikan jembatan kayu itu, bagus sekali.

Ada pos perhentian untuk istirahat di pos evakuasi bencana gunung pasang, terdapat warung dan masjid disana, dan tepat berhadapan dengan sungai yang jembatannya terputus pula, sehingga desa terisolasi pada waktu itu.
Jembatan baru pada awal saya kesana (2011) masih berupa tanah tak beraspal, namun kokoh.
Pada awal saya kesana bersama ibu dan bapak serta dek fizha, kami gagal karena hujan lebat saat mencapai pos evakuasi bencana gunung pasang. Kunjungan kedua pun menuai kegagalan karena salah jalan.
Pada kunjungan ketiga, yaitu tahun lalu, saya dengan adek kembar berhasil mencapai Air Terjun Tancak.

Destinasi pertama adalah Pos evakuasi bencana Gunung pasang, Destinasi kedua adalah Tempat Parkir pintu awal dimulainya trekking disebelah musholla (tempatnya pak war).

Untuk bisa mencapai lokasi Air terun Tancak pun perlu perjuangan yang tidak mudah. Maklum, untuk mencapainya harus memarkirkan kendaraan cukup jauh dari lokasi, menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dengan mendaki lereng Gunung. Selain itu, terdapat banyak jalur yang mengecoh para pendaki.
Perjalanan ke Air terjun Tancak dikatakan berhasil ketika kami melewati hutan bambu.
Hutan bambu hanya terdapat di jalur asli menuju Air Terjun Tancak. Panorama jalur menuju lokasi Air Terjun Tancak akan melewati argowisata hutan kopi, hutan cokelat, sungai kecil yang mengalir sayu dengan air yang sangat jernih, hutan bambu yang cukup mendebarkan, beberapa jalur pendakian (disarankan ada guide), anak gunung lain dari gunung Argopuro, dan hijaunya Indonesia 🙂
Akan ada tebing yang sangat curam dengan posisi sudut depresi 30 derajat, disini saya sangat beruntung membawa tali, dan saya naik menggunakan bantuan akar pohon dan tali yang diikat di pohon yang kuat. Pendakian (hiking) tebing curam hanya ada dua, sisanya kami lanjutkan trekking seperti biasa. Air Terjun Tancak bisa dibilang memiliki level kesulitan Medium, sehingga ketika hari sabtu, banyak para pramuka dan atau pendaki pemula untuk tes pendakian disini.

Setelah terlihat jelas Air Terjun Tancak dari kejauhan, semangat kami makin membara, untuk mencapai final step, kami menelusuri sungai kecil dengan pohon raksasa tumbang diatasnya, disini saya kehilangan minuman sprite yang sengaja saya beli di terminal Rambipuji Jember.

Air Terjun Tancak sangat indah sekali, disana suara kami menggema karena dikelilingi oleh tebing yang sangat curam. Waktu kami kesana, kami mendapati bekas api unggun yang telah menjadi abu. Areal perkemahan disini lumayan luas. Disini dingin sekali suhunya, sangat dingin. Saya sempatkan sholat diatas batu yang datar sebelum kami melakukan perjalanan balik. Air Terjun Tancak yang memiliki debit air sekitar 150 m3 per detik ini (nusapedia, 2013).
Waktu yang kami tempuh dari lokasi parkir pak war dengan monyet jahilnya menuju Air Terjun Tancak adalah 2,5 Jam pendakian selama kurang lebih 3KM, 1 jam menikmati Air Terjun Tancak dan 2 jam turun (balik pulang). Total waktu yang dihabiskan adalah 5,5 jam.

Maka saya sarankan :
1. Nyampe pos parkir kendaraan (2rb spd motor, 4rb mobil) jam 9 pagi, biar bisa lama di lokasi Air Terjun.
2. Jika mau berkemah, bilang ke bapak penjaga parkir kendaraan (pak War) yg ada monyetnya.
3. Siapkan Kamera dan baterai yang benar-benar full (klo ada batere cadangan silahkan dibawa).
4. Jaket tebel (dingin banget di lokasi Air Terjun Tancak).
5. Tali pramuka.
6. Pisau/Alat tajam pemotong ranting.
7. Alas kaki dengan grip yang bagus (klo ada sepatu gunung silahkan pakai).
8. Tanya Jalur yang jelas menuju Air Terjun Tancak kepada petani lokal (ada banyak jalur di perjalanan).
9. Klo ada temen yang dah pernah sih mending diajak buat jadi guide, klo nggak ada hubungi pak war.
10. Perhatikan cuacanya, jika kabut telah sedikit terlihat (biasanya jam 4 sore) atau awan mendung (you know what I mean, 2 tebing curam yang dilewati sangat rawan banget klo hujan) maka lebih baik turun.

Berhubung laptop saya hilang dan data-data SUETO hilang semua , mohon maaf jika saya tidak dapat melampirkan video dan foto perjalanan kami.

Berikut foto-fotonya :

Pos nya cak war ,, penguasa gunung pasang, hahahaha! (jemberajib,2010)

Jalur yang banyak tuh menantang banget! (jemberajib,2010)

Potrait Air Terjun

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic


foto:dok

SUDAH menjadi rahasia umum, ratusan bahkan ribuan sepeda motor yang berseliweran di jalan setiap hari mayoritas adalah besutan prinsipal Jepang. Mereka tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Ada tujuh pabrikan atau agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang tergabung di Aisi yakni produsen Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kanzen, Vespa, dan Kymco.

Sekadar informasi, empat produsen sepeda motor merek Jepang menguasai sekitar 99% dari pangsa pasar sepeda motor anggota Aisi yang pada 2009 mencapai sekitar 5,8 juta unit. Maklum, para pemain asal Jepang, meski kini sudah bermitra dengan pengusaha domestik, sudah bercokol sejak 30 puluhan tahun lalu. Jaringan mereka, khususnya Honda dan Yamaha, sudah mencapai belasan ribu seantero Nusantara.

Lalu, bagaimana volume penjualan sepeda motor di luar anggota Aisi? Siapa saja mereka?

Di luar anggota Aisi terdapat beragam ATPM dan importir umum, seperti Minnerva, Viar, Torsindo, Piaggio, TVS, Bajaj, Harley-Davidson, dan Ducati.

Segmentasi mereka mulai dari jenis bebek, sport…

Lihat pos aslinya 305 kata lagi





edutelekomunikasi

Jika anda suka menonton film dengan kualitas tinggi seperti film-film HD ber-ekstensi AVI, MP4, DIVX, MOV. Saya sarankan mencoba program pemutar video kualitas tinggi ini. Program ini saya gunakan untuk memutar video dari handycam saya, hasilnya bagus banget, solusi terbaik untuk pengguna camcorder mapun handycam guna memutar klip camcordernya. Bisa dipake di laptop saya (Windows XP) maupun laptop adek saya (Windows 7) dan kualitasnya jauh lebih bagus daripada MPC, GOM, WMP.

Bisa juga kemarin saya coba film berekstensi MKV, alhamdulillah jernih bro! Tapi kalo buat *.FLV ga bisa, soalnya ekstensi FLV termasuk Film kualitas rendah (LD).  Kalo lebih jelasnya lagi, coba deh kunjungin situs ini –> http://mirillis.com/en/products/splash.html (ini Official Website dari Mirillis splash)

Program ini Free, adapun yang berbayar ada embel2 PRO nya (kalo mau nyoba ya download yang versi trialnya). Mau tau program pemutar video ini?

Saya perkenalkan, namanya MIRILLIS SPLASH !!

Ukuran programnya hanya 13 Mb, silahkan download

Lihat pos aslinya 127 kata lagi


IMG_1273

Hi Salam Wildlife!Kali ini perjalanan mengisi libur lebaran 2013 sekalian merasakan serunya mudik, maklum gak pernah mudik dulu-dulu gak punya kampoeng halaman.

Setelah Lebaran saya putuskan untuk touring ke air terjun dolo dan irrengolo yang ada di Kediri soalnya sekalian mampir Jombang jadi ada tempat istirahatlah. Meskipun tempat ini sudah terkenal tapi saya belum pernah kesana jadi bolehlah dicoba tracknya itung-itung buat menambah wacana buat blog.

Berangkat pagi hari dari Sidoarjo menuju ke Mojowarno Jombang lewat jalur Mojosari karena lebih dekat boleh pilih arah Sidoarjo-Mojosari yang lewat Wonoayu atau yang lewat Tulangan kalau berangkat sih kayaknya lebih dekat yang lewat Tulangan pulang baru lewat yang Wonoayu.

Waktu sampai di daerah Mojoagung jalanan di sini biasa memang agak macet karena masih banyak pembangunan jalan, pasar dan penyempitan jalan waktu melewati jembatan biasa penyempitan jalan tapi meskipun macet tetap lancar ambil arah Pare sebelum kota Jombang dan akhirnya tiba deh Mojowarno buat istirahat sebentar buat menjemput kekasih yang lagi dirumah neneknya berangkat jam 06.40 sampai Mojowarno sekitar  jam 08.00.

Kemudian jam 09.40 berangkat dari Mojowarno lewat jalur arah Kelud(Ngoro) terus ke arah Pare lanjut ke arah kota Kediri terus istirahat makan sampai jam sekitar jm 11.15 kemudian perjalanan diteruskan menuju kecamatan Moro melewati jalan Besuki lalu lintas waktu itu lumayan padat tapi lancar. Dari Besuki menuju desa yugo jalanan langsung menanjak terus sampai pos tiket masuk kawasan wisata air terjun dolo. Bayar tarif masuk sekitar Rp 12.000, 2 orang  sekalian sepedamotornya.

Lanjut melewati track menanjak yang seru sekali bagi saya pemandangan sampai air pemberhentian air terjun juga bagus. Saya sedikit teringat tracknya ini sedikit mirip seperti track tanjakan di Tawangmangu, Magetan berliuk-liuk tapi santai mungkin beberapan kali ada tikungan tajam tapi bolelah dicoba.

Saat di perjalanan kami memilih menuju air terjun dolo dulu meskipun air terjun irrenggolo lebih dekat dari pos masuk wisata. Sampai diparkiran bayar tarif parkir Rp 2000,- terus siap-siap melalui tracking turun tangga disinilah banyak orang sambat(mengeluh) menuju air terjun dolo turun aja sudah mengeluh apalagi track naiknya, bagi saya tak seberapa tak seberat waktu mendaki untuk menuju puncak gunung  yang jalannya pun acak dan harus buka jalan baru tapi ini kekasih saya sudah  mau nangis-nangis minta gendong padahal kalau difoto sudah kayak capeknya hilang saja biasa narsis mengalahkan segalanya hahaha.

Setelah menuruni banyaknya anak tangga sampailah kami di depan air terjun dolo. Situasinya saat itu sangat ramai terus pemandangannya bagus tapi kami tak seberapa terkesan karena sampat kotor plastiknya dan kebersihannya kurang dijaga oleh pengelola lingkungan setempat meskipun air aliran air terjunnya masih tergolong jernih disinilah kami berpikir sesuatu. Sambil melihat-lihat spot yang bagus buat didokumentasikan kita jalan-jalan mengelilingi area air terjun dapet spot yang bagus langsung narsis.

 

 

 

Setelah puas mengabadikan momen kamipun langsung prepare menuju air terjun selanjutnya. Sudah tak terbayang bagaimana kesan saat naik tangganya sangat seru!lihat pemandangan orang-orang sekitar atau wisatawan lain dengan berbagai gaya mengolah kecapekan mereka sampai berhasil kembali ketempat parkiran.

 

 

 

Acara selanjutnya menuju air terjun irrenggolo yang kami ceritakan tadi lebih sebelum air terjun dolo. Mungkin kekasih saya ini tenaganya sudah terkuras habis saat di kawasan air terjun sebelumnya mukanya sudah menunjukkan capek yang tak karu-karuan tapi seru masih bisa bercanda karena dia memang belum pernah secapek ini ditempat wisata alam yang seperti ini.

Sampai di parkiran air terjun irrenggolo kami sempat salah arah saat tracking menuju air terjun maklum wisatawan di air terjun ini jauh lebih sepi dari pada air terjun sebelumnya. Akhirnya kami menemukan track sebenarnya dan perjalanannya untuk mencapai air terjunpun tak sejauh dari air terjun dolo.

Sesampainya di Air terjun baru disini kami bisa bilang Wow!masih alami alirannya pun masih bening struktur air terjunnya juga bagus sangat berseni dengan keunikan batu-batu yang mengantarkan aliran air yang mengalir meskipun tetap ada sisa-sisa sampah berserakan tapi sedikit tak sebanyak di air terjun sebelumnya mungkin dikarenakan tempat ini tak seramai air terjun sebelumnya.

 

 

Karena hari sudah mulai gelap dan perjalanan pulang kami masih jauh akhirnya kami tak sempat berlama-lama di kawasan air terjun irrenggolo ini. Kamipun langsung bersiap-siap menuju parkiran dan pulang ke Mojowarno meskipun sempat mampir makan malam di kota Kediri sebelum pulang.

Sampai Mojowarno istirahat baru paginya pulang menuju Sidoarjo buat kembali berutinitas untuk hari seninnya.

IMG_1215

IMG_1253

IMG_1319

 

IMG_1349

 

 

IMG_1365

 

IMG_1392

IMG_1399

IMG_1404

IMG_1405

IMG_1407

IMG_1462

IMG_1495

 

IMG_1517

IMG_1553

IMG_1577

 

Berikut Videonya :

 

Catatan :

Sebenarnya kedua air terjun ini masih bisa dibilang alami karena aliran airnya masih jernih tapi sampah-sampah di sekitar itu jangan sampai mengotori tempat wisata yang indah seperti ini di tempat wisata manapun di Indonesia ada baiknya kita sabagai wisatawan membawa plastik tersendiri untuk menampung sampah yang kita hasilkan sendiri misalnya seperti botol air minum atau tempat makanan kemudian yang membawa anak kecil dibawah umur itu sering-sering diingatkan untuk tak membuang sampah sembarangan. Dikarenakan menurut pendapat saya yang telah banyak mengunjungi kawasan wisata Indonesia adalah seperti ini sebagus atau sealami apapun tempat itu jika tidak dijaga kebersihannya ya tidak akan menjadi tempat yang indah lagi untuk dikunjungi dan semakin banyak tempat yang tadi bagus buat dikunjungi kemudian kotor oleh tangan kita sendiri semakin sedikit juga kita kan menemukan tempat-tempat yang bagus untuk masa depan dan keturunan kita kelak. Generasi yang akan datang takkan pernah bisa merasakan keindahan alamnya sendiri khusunya di negaranya sendiri di Indonesia akhirnya lebih memilih berpergian keluar negeri yang lingkungan wisatanya lebih bagus dan bersih. Padahal Indonesia ini adalah secuil tanah surga masak kita hanya bisa menikmati wisata-wisata buatan yang dikelola oleh pihak-pihak asing saja tanpa tahu keindahan alami Indonesia yang sebenarnya. Saya tak ingin air terjun ini menjadi rusak padahal sebenarnya indah seperti air terjun yang saya temukan di Nongkojajar Pasuruan yaitu Coban Waru bisa mampir ke link ini

Sekian terima kasih terus jelajah, temukan, jaga dan lestarikan  kekayaan alam Indonesia sebagai orang Indonesia.


 

IMG_1125

Hi Salam Wildlife!Waktu memasuki liburan cuti bersama buat puasaan saya memulai perjalanan turing lagi menuju daerah nongkojajar, Pasuruan, Jawa timur sebelum lebaran lumayan  buat melatih stamina saat puasa menuju destinasi baru yaitu coban waru saya penasaran apakah tempatnya bagus.

Berangkat sekitar jam 1 siang terlanjur panas sudah perjalanan kami biasa dari Sidoarjo ke Surabaya dulu menjemput kekasih kepingin ikut dia. Dari Surabaya temponya sangat panas memang sedang panas-panasnya puasa di minggu akhir tapi terbalas panasnya sampai di Nongkojajar masih masuk wilayah kabupaten Pasuruan hawa berubah drastis jadi dingin. Kami pertama sempat kesulitan menuju cuban waru karena memang tidak ada petunjuk yang jelas hanya saja kami berhenti saat sampai nongkojajar dan memasuki desa wonosari kayukebek kemudian jalan terakhir adalah bertanya jalur keberadaan air terjun.

Ternyata Jalur menuju Cuban Waru tak seperti yang kami harapkan untungnya kami bertemu seorang kakek yang baik hati mau mengantar kami dan menjaga motor saya karena sesudahnya kami diantar dengan anak kecil mungkin umurnya sekitar 8-9 tahun dari penduduk desa setempat untuk menuju Cuban waru.

Sebelum menuju Cuban Waru kami diceritakan tentang bahaya-bahaya disekitar area ini katanya banyak curanmor didaerah ini, pantas saat masuk desa ini ada pintu gerbangnya yang ditutup pada jam-jam tertentu untuk mengantisipasi kegiatan curanmor, terus kejadian minggu lalu ada beberapa anak seumuran SMP bermain di sekitar Cuban dan meninggal terperosok aliran air mungkin sejak kejadian itu Cuban waru ini tampak sepi pengunjung.

Saya jadi makin penasaran tempatnya akhirnya si kakek menjaga motor saya dan saya diantarkan oleh anak kecil menuju ke Cuban Waru. Perjalanan menuju Cuban waru ini hanya bisa dilewati setapak dengan berjalanan kaki melewati perkebunan dan lereng-lereng bukit. Tak jauh memang tapi sungguh terasa karena pada saat itu memang masih berpuasa. Sampai ditengah  perjalanan  mampir ke sebuah gubuk kecil ternyata rumah si anak kecil itu tadi memanggil kakaknya kemudian perjalanan dilanjutkan dan kamipun diantar sampai di cuban waru tapi dari bagian atas cuban sebenarnya ada jalan untuk menuju ke bagian bawah cuban tapi kami ingin liat situasinya dulu.

Selayang pandang kami melihat cuban waru ini kelebihannya adalah aliran airnya sangat unik dan sebenarnya kita bisa menikmati cuban dari atas dan dari bawah tapi ada sesuatu yang membuat kami sangat kecewa aliran airnya sudah kotor tercemar berwarna kecoklatan dan mengeluarkan busa tak lagi jernih sungguh disayangkan pesona alam yang sebenarnya bagus tapi dirusak oleh manusia itu sendiri. Kami melihat masih banyak sisa-sisa sampah plastik di area cuban waru ini mungkin pada awalnya tempat ini banyak dikunjungi wisatawan tapi karena aksesnya yang susah dan ada kejadian anak SMP yang meninggal di cuban ini kelihatannya jadi angker tempat ini tapi dilain masalah memang aliran airnya sudah tak layak di nikmati karena sudah kotor kata anak itu tadi aliran ini berasal dari hulu penggunungan tengger di atas. Betul memang saat kami sempat kesasar ke atas banyak anak muda yang membuang sampah sembarangan dikali juga hasil cucian rumah tangga yang terbuat lewat aliran air menuju cuban waru ini. Sebenarnya kami berkeinginan mendokumentasikan gambar dari bawan cuban waru ini tapi karena kami masih melanjutkan perjalanan ke batu untuk buka bersama dan hari mulai petang kami pun kembali ke dimana motor kami, saya titpkan. Sampai bertemu lagi ke cerita perjalanan lainnya ya….

Berikut foto-fotonya :

IMG_1138

IMG_1143

IMG_1145

IMG_1153

IMG_1166

IMG_1170

IMG_1172

 

IMG_1178

IMG_1181

 

IMG_1189

IMG_1198

 

 

 

 

 

 

IMG_1185

 

Catatan :

Bagi saya ini sungguh keadaan yang sangat disayangkan melihat keindahan alam yang bukan sebenarnya tapi inilah efek nyata dari perbuatan manusia. Kalau dipikir keadaan seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Cuban Waru saja tapi banyak juga di tempat-tempat wisata lainnya. Bagi penikmat wisata  dimana kita berada kita harus selalu menjunjung GreenTour Adaptations paling tidak kita juga bisa mengajari bagaimana penduduk setempat memperlakukan alam sekitar dengan bersih misalkan dampak kerusakan lingkungan itu tidak ditimbulkan oleh wisatawan yang berkunjung tapi oleh penduduk setempat di area wisata tersebut.


IMG_9677

 

IMG_9472

Hi Salam Wildlife!Sekarang perjalanannya mencari pantai sepi yang perawan  pada waktu senggang dan akhirnya kami saya memutuskan ke pantai modangan meneruskan perjalanan yang sempat tertunda pada tahun 2011 karena pada waktu cuaca tidak mendukung dan terjadi hujan yang sangat deras akhirnya kami menunda perjalanan ke pantai Modangan. Sampai akhirnya dikasih kesempatan lagi pada tahun 2013 ini untuk mengunjungi pantai yang sangat indah ini dan menjadi destinasi terbaik pada minggu itu.

Perjalanan kami mulai di hari minggu dari Sidoarjo ke Surabaya dilanjutkan menuju Malang terus ke pantai Modangan. Perjalanan ini saya lakukan hanya berdua dengan kekasih saya karena rumahnya di daerah Suramadu jadi saya harus jemput dulu dari Sidoarjo ke Surabaya berangkat habis subuh dari Sidoarjo ke Surabaya. Dari Surabay sekitar jam 7an kita berangkat menuju Malang sekitar jam 10 lebih kita sampai Donomulyo dari desa Donomulyo kalau kesulitan tanya saja kepada warga sekitar arah pantai Modangan.

IMG_9513

IMG_9544

Setelah melewati jalan yang berkelok-kelok, terjal melewati sungai penuh rintangan sebenarnya ada jalur yang tak menyeberangi sungai buat mobil saja cukup kelihatannya tapi saya memilih jalan yang ekstrim biar sedikit offroad sedikit. sekitar jam 12 kita baru sampai di pantai Modangan. Wuh!WOW!terbayar sudah perjuangan kami dengan disungguhkan pemandangan yang luar biasa dan sangat private layaknya sebuah pantai dreamland yang hanya bisa ditemukan di jawatimur luas, lebar, pantai pasir putih, ombak garang dan terutama yaitu bersih dan sepi!bagaimanapun caranya akan kami sempatkan buat mengambil dokumentasi sebanyak-banyak dengan waktu yang sangat terbatas.Meskipun lain kali saya ingin camping dan bermalam di pantai nan indah ini. Tapi waktu kamipun sekitar 3jam dirasa sangat cepat untuk memandangi pemandangan pantai dreamland yang bagai surga tuk kami berdua ini.

IMG_9580

IMG_9560

IMG_9555

IMG_9543

IMG_9661ngj

IMG_9641hjj

 

landscapex landscape 2xx IMG_9503 IMG_9474 IMG_9477 IMG_9374

 

 

 

 

 

Akhirnya kami putuskan untuk kembali ke Surabaya sekitar jam 3 sore. Saya pilih jalur dari donomulyo lewat wlingi yang langsung tembus pujon pada awalnya niatnya langsung lewat cangar biar cepat sampai surabaya tapi setelah dari pujon kemudian batu akhirnya kami kembali lewat jalur Malang-Surabaya lewat lawang-purwodadi soalnya lewat Cangar jam 7 kurang segitu sudah kelewat dingin hehehe.

Setelah santap malam di daerah karangploso kamipun langsung lanjutkan perjalanan menuju Surabaya dulu mengantarkan kekasih ke rumahnya baru saya kembali ke Sidoarjo buat kembali beraktifitas hari seninnya. Sampai dari Surabaya sekitar jam setengah 11 malam saya istirahat sebentar dan akhirnya saya kembali kerumah sekitar jam1 an langsung bubuk ganteng deh sampe rumah.

Catatan :

Hanya takjub yang bisa saya ucapkan melihat keindahan pantai modangan ini meskipun banyak pantai di Malang yang bagus juga tapi tiap pantainya memang memberi kesan tersendiri dengan keunikan tiap pantai sendiri-sendiri. Jadi jangan sungkan untuk mengunjungi pantai-pantai yang ada di Malang ini tak kalah dengan pantai yang terkenal seperti di Bali atau Lombok dan jangan Malang jawatimur ini juga bagian dari Indonesia lo!Supaya orang diluar Indonesia tahu bahwa Indonesia tak hanya Bali, Jakarta, Yogyakarta.

Tapi kembali lagi dimanapun kita berada kebersihan selalu dijaga jangan membuang benda-benda atau sampah yang tak bisa di recycle tanah misalnya seperti plastik, bungkus rokok dll. Kemudian hal-halnya bersifat vandalisme juga sewajarnya dikurangi untuk memperthankan keindahan tempat wisata itu sendiri.

Terima kasih…

Mau promo travelnya bisa mampir ke link ini https://suetoclub.wordpress.com/2013/11/27/t-boss-tour-and-travel-partner-promotion-packet-2013/

Krakatau Backpack


WISATA BAHARI INDONESIA

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda, Bandar Lampung. Gunung yang pernah meletus di era tahun 1800 an ini meninggalkan pecahan pulau pulau, dimana di tengah tengah nya muncul Gunung baru, yang disebut Gunung Anak Krakatau ( GAK ).
Dipuncak GAK, anda akan menemukan pemandangan yang menakjubkan, dimana kita dapat melihat Pulau Jawa dan Pulau Sumatra serta pulau pulau seperti Rakata,Sertung,Sebesi dan Gosong gosong timbul.
Oke, tunggu apa lagi? segera mendaftar dan rasakan beda nya dari trip trip yang pernah dilakukan. Pesona Sang Bumi Ruwai Jurai menanti Anda!

First Step :


Date :

Category :
Familypacker, World Heritage

Itinnery :
Day 1
00.00 – 04.00 MP Merak – Bakauheni – Canti
04.00 – 06.00 Canti ,Makan,Sholat
06.00 – 11.00 Explore Sebuku
12.00 – 13.00 Makan Siang ( I )
13.00 – 17.00 Explore Umang/Sebesi
18.00 – 21.00 Makan, Istirahat

Day 2
04.00 – 06.00 Sarapan & Perjalanan ke GAK
06.00 –…

Lihat pos aslinya 229 kata lagi

%d blogger menyukai ini: