Archive for Oktober, 2011


Mengenai EcoTourism Indonesia


GARIS BESAR

Ekowisata merupakan bentuk wisata mengunjungi daerah yang alami, murni, dan biasanya dilindungi, dimaksudkan mengurangi dampak negatif serendahnya-rendahnya bagi tempat wisata itu sendiri   dan sebuah memunculkan  alternatif positif  yang skalanya kecil  untuk pariwisata komersial standar. Tujuannya untuk mendidik wisatawan, untuk menyediakan dana untuk konservasi ekologi, untuk secara langsung manfaat pembangunan ekonomi dan politik pemberdayaan masyarakat lokal, atau untuk mendorong penghormatan terhadap budaya yang berbeda dan untuk hak asasi manusia. Sejak 1980-an ekowisata telah dianggap sebagai upaya kritis dengan lingkungan, sehingga generasi mendatang mungkin mengalami tujuan yang relatif tidak tersentuh oleh campur tangan manusia. Beberapa program universitas menggunakan deskripsi ini sebagai definisi kerja ekowisata.

Umumnya, ekowisata berfokus pada relawan, atau “voluntourism“, yang meliputi pertumbuhan pribadi dan kelestarian lingkungan. Ekowisata biasanya melibatkan perjalanan ke tujuan mana flora, fauna, dan warisan budaya adalah atraksi utama. Salah satu tujuan ekowisata adalah untuk menawarkan wawasan wisatawan ke dampak manusiaterhadap lingkungan, dan untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih besar dari habitat alam kita.

Ekowisata bertanggung jawab termasuk program yang meminimalkan aspek-aspek negatif dari pariwisata konvensional pada lingkungan dan meningkatkan integritas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, selain mengevaluasi faktor lingkungan dan budaya, merupakan bagian integral dari ekowisata adalah promosi daur ulang, efisiensi energi, konservasi air, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Untuk alasan ini, ekowisata sering menarik bagi lingkungan dan mendukung tanggung jawab sosial .

DEFINISI EKOWISATA

Apa yang disebut dengan ekowisata atau sering juga ditulis atau disebut dengan ekoturisme, wisata ekologi, ecotoursism, eco-tourism, eco tourism, eco tour, eco-tour dsb?

Rumusan ‘ecotourism’ sebenarnya sudah ada sejak 1987 yang dikemukakan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sbb:

Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas.”

“Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini.”

Rumusan di atas hanyalah penggambaran tentan kegiatan wisata alam biasa. Rumusan ini kemudian disempurnakan oleh The International Ecotourism Society (TIES) pada awal tahun 1990 yaitu sebagai berikut:

“Ecotourism is responsible travel to natural areas which conserved the environment and improves the welfare of local people.”

“Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat”.

Definisi ini sebenarnya hampir sama dengan yang diberikan oleh Hector Ceballos-Lascurain yaitu sama-sama menggambarkan kegiatan wisata di alam terbuka, hanya saja menurut TIES dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahtraan penduduk setempat. Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus. Definisi di atas telah telah diterima luas oleh para pelaku ekowisata.

Adanya unsur plus plus di atas yaitu kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh:

  1. Kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam.
  2. Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat.
  3. Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat.
  4. Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi (‘economical benefit’) dari lingkungan yang lestari.
  5. Kehadiran wisatawan (khususnya ekowisatawan) ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluas bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidpu penduduk lokal, baik secara materiil, spirituil, kulturil maupun intelektual.

Sedangkan pengertian Ekowisata Berbasis Komunitas (community-based ecotourism) merupakan usaha ekowisata yang dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata dari mulai perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ekowisata sebanyak mungkin dinikmati oleh masyarakat setempat. Jadi dalam hal ini masyarakat memiliki wewenang yang memadai untuk mengendalikan kegiatan ekowisata.

TUJUAN EKOWISATA INDONESIA

Tujuan Ekowisata Indonesia adalah untuk (1) Mewujudkan penyelenggaraan wisata yang bertanggung jawab, yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan alam, peninggalan sejarah dan budaya; (2) Meningkatkan partisipasi masyararakat dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat; (3) Menjadi model bagi pengembangan pariwisata lainnya, melalui penerapan kaidah-kaidah ekowisata.

KARAKTERISTIK  EKOWISATA 

Secara konseptul ekowisata dapat didefinisikan sebagai suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Sementara ditinjau dari segi pengelolaanya, ekowisata dapat didifinisikan sebagai penyelenggaraan kegiatan wisata yang bertanggung jawab di tempat-tempat alami dan atau daerah-daerah yang dibuat berdasarkan kaidah alam dan secara ekonomi berkelanjutan yang mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatnkan kesejahtraan masyarakat setempat.

PRINSIP EKOWISATA

1. Memiliki kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan alam dan budaya, melaksanakan kaidah-kaidah usaha yang bertanggung jawab dan ekonomi berkelanjutan.

2. Pengembangan harus mengikuti kaidah-kaidah ekologis dan atas dasar musyawarah dan pemufakatan masyarakat setempat.

3. Memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

4. Peka dan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi keagamaan masyarakat setempat.

5. Memperhatikan perjanjian, peraturan, perundang-undangan baik ditingkat nasional maupun internasional.

CRITERIA

Ekowisata merupakan bentuk pariwisata yang melibatkan kunjungan ke kawasan alami – di padang gurun terpencil atau lingkungan perkotaan. Menurut definisi danprinsip-prinsip ekowisata yang ditetapkan oleh Masyarakat Internasional Ekowisata(ikatan) pada tahun 1990, ekowisata adalah “wisata Bertanggung jawab untukdaerah-daerah alami yang melestarikan lingkungan dan meningkatkankesejahteraan masyarakat setempat.” (Ties, 1990). Martha Madu, memperluasdefinisi hubungan dengan menggambarkan tujuh karakteristik ekowisata, yaitu:

  • Involves travel to natural destinations
  • Minimizes impact
  • Builds environmental awareness
  • Provides direct financial benefits for conservation
  • Provides financial benefits and empowerment for local people
  • Respects local culture
  • Supports human rights and democratic movements

such as:

  • conservation of biological diversity and cultural diversity through ecosystem protection
  • promotion of sustainable use of biodiversity, by providing jobs to local populations
  • sharing of socio-economic benefits with local communities and indigenous peoples by having their informed consent and participation in the management of ecotourism enterprises
  • tourism to unspoiled natural resources, with minimal impact on the environment being a primary concern.
  • minimization of tourism’s own environmental impact
  • affordability and lack of waste in the form of luxury
  • local culture, flora and fauna being the main attractions
  • local people benefit from this form of tourism economically, often more than mass tourism

Ekowisata sering disalahartikan sebagai segala bentuk pariwisata yang melibatkan wisata alam/Jungle. Pada kenyataannya, banyak kegiatan ekowisata sering terdiri dari menempatkan sebuah hotel di sebuah lanskap indah, sehingga merugikan ekosistem. Menurut mereka, ekowisata harus peka atas semua orang untuk keindahan dan kerapuhan alam. Mereka mengutuk beberapa operator sebagai greenwashing operasi mereka: menggunakan label “hijau” dan “ramah lingkungan”,sementara berperilaku dengan cara yang bertanggung jawab terhadap linkungan.

EKOWISATA INDONESIA SESUAI KONSEP DAN PENGERTIANNYA

Indonesia sebagai negara megabiodiversity nomor dua di dunia, telah dikenal memiliki kekayaan alam, flora dan fauna yang sangat tinggi. Para explorer dari dunia barat maupun timur jauh telah mengunjungi Indonesia pada abad ke lima belas vang lalu.

Perjalanan eksplorasi yang ingin mengetahui keadaan di bagian benua lain telah dilakukan oleh Marcopollo, Washington, Wallacea, Weber, Junghuhn dan Van Steines dan masih banyak yang lain merupakan awal perjalanan antar pulau dan antar benua yang penuh dengan tantangan. Para adventnrer ini melakukan perjalanan ke alam yang merupakan awal dari perjalanan ekowisata. Sebagian perjalanan ini tidak memberikan keuntungan konservasi daerah alami, kebudayaan asli dan atau spesies langka (Lascurain, 1993).

Pada saat ini, ekowisata telah berkembang. Wisata ini tidak hanya sekedar untuk melakukan pengamatan burung, mengendarai kuda, penelusuran jejak di hutan belantara, tetapi telah terkait dengan konsep pelestarian hutan dan penduduk lokal. Ekowisata ini kemudian merupakan suatu perpaduan dari berbagai minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan, ekonomi dan sosial. Ekowisata tidak dapat dipisahkan dengan konservasi. Oleh karenanya, ekowisata disebut sebagai bentuk perjalanan wisata bertanggungjawab.

Belantara tropika basah di seluruh kepulauan Indonesia merupakan suatu destinasi. Destinasi untuk wisata ekologis dapat dimungkinkan mendapatkan manfaat sebesarbesarnya aspek ekologis, sosial budaya dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola dan pemerintah.

INTI PENGEMBANGAN EKOWISATA INDONESIA

Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan peninggalan sejarah, seni dan budaya yang sangat besar sebagai daya tarik pariwisata dunia. Ahli biokonservasi memprediksi bahwa Indonesia yang tergolong negaraMegadiversity dalam hal keaneka ragaman hayati akan mampu menggeser Brasil sebagai negara tertinggi akan keaneka jenis, jika para ahli biokonservasi terus giat melakukan pengkajian ilmiah terhadap kawasan yang belum tersentuh.

Bayangkan saja bahwa Indonesia memiliki 10% jenis tumbuhan berbunga yang ada di dunia, 12% binatang menyusui, 16% reptilia and amfibia, 17% burung, 25% ikan, dan 15% serangga, walaupun luas daratan Indonesia hanya 1,32% seluruh luas daratan yang ada di dunia (BAPPENAS, 1993).

Di dunia hewan, Indonesia juga memiliki kedudukan yang istimewa di dunia. Dari 500-600 jenis mamalia besar (36% endemik), 35 jenis primata (25% endemik), 78 jenis paruh bengkok (40% endemik) dan 121 jenis kupu-kupu (44% endemik) (McNeely et.al. 1990, Supriatna 1996). Sekitar 59% dari luas daratan Indonesia merupakan hutan hujan tropis atau sekitar 10% dari luas hutan yang ada di dunia (Stone, 1994). Sekitar 100 juta hektar diantaranya diklasifikasikan sebagai hutan lindung, yang 18,7 juta hektarnya telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Namun Demikian sampai saat ini kita harus menanggung beban berat sebagai negara terkaya keaneka ragaman hayati di kawasan yang sangat sensitif, karena biota Indonesia tersebar di lebih dari 17,000 pulau. Oleh karena itu bukan saja jumlah populasi setiap individu tidak besar tetapi juga distribusinya sangat terbatas. Ini harus disadari oleh pemerintah, sehingga Indonesia harus merumuskan suatu kebijakan dan membuat pendekatan yang berbeda di dalam pengembangan sistem pemanfaatan keaneka ragaman hayatinya, terutama kebijakan dalam pengembangan pariwisata yang secara langsung memanfaatkan sumber daya alam sebagai aset. Pengembangan sumber daya alam yang non-ekstraktif, non-konsumtif dan berkelanjutan perlu diprioritaskan dan dalam bidang Pariwisata pengembangan seperti ekowisata harus menjadi pilihan utama.

VISI EKOWISATA INDONESIA

Melihat potensi yang dimiliki Indonesia, maka Visi Ekowisata Indonesia adalah untuk menciptakan pengembangan pariwisata melalui penyelenggaraan yang mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya), melibatkan dan menguntungkan masyarakat setempat, serta menguntungkan secara komersial. Dengan visi ini Ekowisata memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional maupun lokal.

Penetapan Visi Ekowisata di atas di dasarkan pada beberapa unsur utama:

  1. Ekowisata sangat tergantung pada kualitas sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya.
    Kekayaan keaneka-ragaman hayati merupakan daya tarik utama bagi pangsa pasar ekowisata, sehingga kualitas, keberlanjutan dan pelestarian sumber daya alam, peninggalan sejarah dan budaya menjadi sangat penting untuk ekowisata. Pengembangan ekowisata juga memberikan peluang yang sangat besar, untuk mempromosikan pelestarian keaneka-ragaman hayati Indonesia di tingkat internasional, nasional, regional dan lokal.
  2. Pelibatan Masyarakat.
    Pada dasarnya pengetahuan tentang alam dan budaya serta kawasan daya tarik wisata, dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu pelibatan masyarakat menjadi mutlak, mulai dari tingkat perencanaan hingga pada tingkat pengelolaan.
  3. Ekowisata meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
    Ekowisata memberikan nilai tambah kepada pengunjung dan masyarakat setempat dalam bentuk pengetahuan dan pengalaman. Nilai tambah ini mempengaruhi perubahan perilaku dari pengunjung, masyarakat dan pengembang pariwisata agar sadar dan lebih menghargai alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya.
  4. Pertumbuhan pasar ekowisata di tingkat internasional dan nasional.
    Kenyataan memperlihatkan kecendrungan meningkatnya permintaan terhadap produk ekowisata baik ditingkat internasional maupun nasional. Hal ini disebabkan meningkatnya promosi yang mendorong orang untuk berprilaku positif terhadap alam dan berkeinginan untuk mengunjungi kawasan-kawasan yang masih alami agar dapat meningkatkan kesadaran, penghargaan dan kepeduliannya terhadap alam, nilai-nilai peninggalan sejarah dan budaya setempat.
  5. Ekowisata sebagai sarana mewujudkan ekonomi berkelanjutan.
    Ekowisata memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi penyelenggara, pemerintah dan masyarakat setempat, melalui kegiatan-kegiatan yang non-ekstraktif dan non-konsumtif sehingga meningkatkan perekonomian daerah setempat. Penyelenggaraan yang memperhatikan kaidah-kaidah ekowisata, mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

ISU-ISU UMUM EKOWISATA 

  • Kepemilikan
  • Kemitraan
  • Skala/Konsesi
  • Gender
  • Partisipasi
  • Transparansi
  • Proses Perencanaan dan Pengambilan Keputusan

TEMPAT-TEMPAT YANG BISA DIJADIKAN REFERENSI EKOWISATA DI INDONESIA

Oh iya jangan lupa Vote Komodo ! Jangan lupa Sms. Ketik KOMODO Kirim ke 9818 ! Gratis kok !

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang sangat erat dengan prinsip konservasi. Bahkan dalam strategi pengembangan ekowisata juga menggunakan strategi konservasi. Dengan demikian ekowisata sangat tepat dan berdayaguna dalam mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem di areal yang masih alami. Bahkan dengan ekowisata pelestarian alam dapat ditingkatkan kualitasnya karena desakan dan tuntutan dari para eco-traveler.

Komodo adalah salah satu atraksi utama pariwisata di Indonesia. Taman terdiri dari603 km persegi. tanah dan 1.214 km persegi. perairan laut. Itu dinyatakan Manusia dan Biosfer Reserve dan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1986.Keanekaragaman hayati yang unik dan keindahan pemandangan dikombinasikan dengan lokasi terpencil dan pedesaan membuat salah satu tempat favorit para wisatawan. Dengan 900-1,000 spesies ikan, itu adalah salah satu habitat ikanterkaya di dunia. Lumba-lumba, penyu sisik dan penyu hijau sering mengunjungikarang-bangunan dan pipa organ merah muda pantai karang. Jangkar kapalmenyelam ‘yang dirancang agar tidak membahayakan terumbu karang yang rapuh.Taman ini juga mengambil langkah-langkah aktif untuk mengurangi praktekpenangkapan ikan yang merusak di daerah tersebut.

Fasilitas wisata dari taman menyediakan akomodasi bagi para turis. Eko-wisataatraksi taman ini termasuk :

  • Komodo Dragons (giant monitor lizards)
  • Spectacular Diving and Snorkeling
  • Catch and Release Fishing
  • Hiking
  • Whale Watching.

Ada berbagai wisata yang diselenggarakan oleh pemerintah dan operator tur yang eko-pariwisata sebagai tujuan utama. Ini sebuah hasil  kerja lapangan yang terdiri oleh para wisatawan.

Contoh sebuah perjalanan ke Sulawesi untuk melihat  semua spesies burung yang ada, dengan banyak spesies burung di hutan tropis. Di hutan hujan SumateraAnda dapat melakukan kerja lapangan dengan para peneliti selama 13 hari mengamati dan bekerja sama untuk melihat habitat orangutan dan bagaimana perawatannya. berwisata arung jeram di sepanjang Sungai Ayung atau kunjungan ke taman kebun binatang di Bali adalah kegiatan favorit di  para pelancong juga saat bersamaan seperti itu  juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekowisata.

Contoh tempat yang bisa dikunjungi sebagai tujuan Ekowisata Taman Nasional Bali Barat, Bali Butterfly Park, Pegunungan Batukaru, Batur VolcanoAktif, Taman Nasional Tangkoko diantaranya untuk meningkatkan usaha ekowisata utama di Indonesia. Kunjungan ke beberapa tempat ekowisata tersebut akan menunjukkan anda bagaimana rasanya berada di tempat terliar dan termegah di muka Bumi.

DAMPAK NEGATIF EKOWISATA

Ekowisata telah menjadi salah satu yang tercepat-berkembang sektor industri pariwisata, tumbuh setiap tahun oleh 10-15% di seluruh dunia (Miller, 2007). Salah satu definisi ekowisata adalah “praktek berdampak rendah, pendidikan, perjalanan yang sensitif secara ekologis dan budaya yang menguntungkan masyarakat setempat dan negara tuan rumah” (Sayang, 1999). Banyak proyek ekowisata tidak memenuhi standar ini. Bahkan jika beberapa pedoman sedang dieksekusi, masyarakat setempat masih menghadapi dampak negatif lain. Afrika Selatan adalah salah satu negara yang menuai manfaat ekonomi yang signifikan dari ekowisata, tetapi efek negatif – termasuk memaksa orang untuk meninggalkan rumah mereka,pelanggaran berat hak-hak dasar, dan bahaya lingkungan – jauh lebih besar daripada jangka menengah manfaat ekonomi (Miller, 2007 ). Sejumlah besar uang yang dihabiskan dan sumber daya manusia terus digunakan untuk ekowisata meskipun hasil tidak berhasil, dan lebih banyak uang yang dimasukkan ke dalam kampanye public relation untuk mencairkan efek dari kritik. Ekowisata adalah saluran sumber daya dari proyek-proyek lain yang dapat memberikan kontribusi solusi yang lebih berkelanjutan dan realistis untuk menekan masalah sosial dan lingkungan.”Para pariwisata uang dapat menghasilkan sering taman dasi dan manajemenuntuk eko-pariwisata” (Walpole et al. 2001). Tapi ada ketegangan dalam hubungan ini karena eko-turisme sering menyebabkan konflik dan perubahan dalam penggunaan lahan hak, gagal untuk memberikan janji-janji keuntungan di tingkat masyarakat, kerusakan lingkungan, dan memiliki banyak dampak sosial lainnya.Memang banyak yang berpendapat berulang kali bahwa eko-pariwisata ekologis maupun sosial tidak menguntungkan, namun tetap sebagai strategi untuk konservasi dan pembangunan (Barat, 2006). Sementara beberapa penelitian sedang dilakukan bagaimana cara untuk memperbaiki struktur ekowisata, beberapa orang berpendapat bahwa contoh-contoh memberikan alasan untuk menghentikan dampak ekowisata.

Sistem ekowisata memiliki pengaruh keuangan dan politik yang luar biasa. Bukti di atas menunjukkan bahwa kasus yang kuat ada untuk menahan kegiatan semacam itu di lokasi tertentu. Pendanaan dapat digunakan untuk studi lapangan yang bertujuan mencari solusi alternatif untuk pariwisata dan beragam masalah di Afrika menghadapi hasil dari urbanisasi, industrialisasi, dan eksploitasi atas pertanian(Kamuaro, 2007). Di tingkat lokal, ekowisata telah menjadi sumber konflik atas kontrol dari keuntungan tanah, sumber daya, dan pariwisata. Dalam hal ini,ekowisata telah merugikan lingkungan dan masyarakat setempat, dan telah menyebabkan konflik atas pembagian laba. Dalam dunia yang sempurna akan lebih banyak upaya dilakukan untuk mendidik wisatawan dari efek lingkungan dansosial dari perjalanan mereka. Sangat sedikit peraturan atau hukum berdiri ditempat sebagai batas-batas untuk para investor dalam ekowisata. Ini harus dilaksanakan untuk melarang promosi proyek ekowisata berkelanjutan dan bahan-bahan yang memproyeksikan seperti gambar palsu, tujuan yang tidak pasti, merendahkan budaya lokal dan pribumi.

Jadi pada intinya setiap apa yang direncanakan meskipun itu berniat positif pasti ada sisi negatif, dampak atau resikonya dalam hal ini kita sebagai pelaku ekowisata harus meminimalisir dampak-dampak yang merugikan tersebut dengan menyikapi segala sesuatunya dengan lebih teliti dan terencana.

Sekian moga info ini berguna bagi kalayak..

Sumber :

Dikutip dari tulisan yang dibuat oleh Chafid Fandeli yang bersumber pada BukuPengusahaan Ekowisata (2000), Chafid Fandeli., Mukhlison., Fakultas Kehutanan Univ. Gadjah Mada Yogyakarta

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 2 : The Business of Ecotourism Development and Management, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

Guidelines for community-based ecotourism development, WWF International, July 2001.

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 1

ECOTOURISM: Principles: Practices & Policies For Sustainability, United Nation Environment Programme, Part 2

Ecotourism Investment and Development Models for Donors, NGOs and Private Entrepreneurs, Susan Heher, Cornell University, 2003

Ecotourism Development. A Manual for Conservation Planners and Managers, Volume 1 : An Introduction to Ecotourism Planning, The Nature Conservation, Second Edition, 2005

A Business Planning Guide for Ecotourism Operators in the Pacific Islands, Sherry M. Bushnell, The Pacific Business Center Program University of Hawaii

Pacific Islands Ecotourism: A Public Policy and Planning Guide. The Ecotourism Planning Kit: by Dr. Juanita C. Liu, School of Travel Industry Management, 2560 Campus Road, University of Hawai‘i at M_noa, Honolulu, Hawai‘i 96822

Managing Tourism at World Heritage Sites. A Practical Manual for World Heritage Site Managers, By Arthur Pedersen, UNESCO World Heritage Centre, 2002

Responsilbe Tourism Handbook – A guide to good practice for tourism operators.

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Making Tourism More Sustainable – A Guide for Policy Makers, United Nation Environment Programme

Sustainable Tourism in Protected Areas. Guidelines for Planning and Management, IUCN – The World Conservation Union, 2002, World Commission on Protected Areas (WCPA)

Linking Communities, Tourism & Conservation. A Tourism Assessment Process. By Eileen Gutierrez, Kristin Lamoureux, Seleni Matius and Kaddu Sebunya, Conservation International and The George Washington University, 2005

Iklan

New Sueto Tag Line


Sueto(Surabaya Extreme Touring)Community kali mendaulat sebuah tagline baru yaitu KARENA HIDUP SEBUAH PETUALANGAN SEMAKIN EXTREME SEMAKIN PENUH KEJUTAN! yang memberi arti sebuah semangat baru dalam berpetualang dalam kehidupan tidak hanya lewat komunitas tetapi bisa merasuk keseluruh elemen masyarakat. Bagi kami sebuah petualangan tidak hanya untuk bersenang-senang tetapi sebuah perjuangan untuk mengenalkan suatu budaya atau keanekaragaman tentang tempat-tempat yang akan dituju sehingga kemudian akan berguna bagi semua dan generasi penerus bangsa di masa mendatang. Misi paling penting adalah melindungi semua kekayaan alam yang ada karena semuanya secara tidak langsung juga akan kembali kepada kita tergantung  bagaimana kita menjaga dan melestarikannya. Intinya kita bisa mencintai Indonesia sebagai bumi pertiwi yang indah dengan tidak memandang dari satu sisi sehingga dapat dimulai dari hal yang kecil dan sederhana untuk belajar mencintai keanekaragaman budaya nusantara dari segi positifnya. Sekian terima kasih semoga yang kami lakukan dan share  bermanfaat bagi semuanya.


Dalam bahasa Makassar disebut Balla yang artinya rumah sedangkan Lompoa artinya besar, jadi Balla Lompoa adalah rumah yang dijadikan tempat tinggal para bangsawan.

Keagungan Istana Balla Lompoa tidak hanya menjadi ikon kebanggaan warga Makassar, namun juga menjadi kebanggaan warga dunia. Dalam waktu yang tak lama lagi targetnya 2012, istana Balla Lompoa akan dinyatakan sebagai rumah kayu terbesar di dunia dan seolah membisikkan kabar kepada semua bangsa-bangsa bahwa Makassar adalah negeri yang pernah merajai lautan di negeri-negeri yang dihembus angin timur.

Pada masa silam, Kerajaan Gowa pernah menjadi salah satu kerajaan besar dengan bandar yang sangat ramai. Berbagai bangsa-bangsa singgah berniaga dan menjalin persahabatan dengan Gowa. Mereka merasa aman sebab penguasa Gowa dicatat sejarah sebagai penguasa yang budiman dan bersikap adil kepada siapapun yang datang berdagang. Tak hanya itu, bala tentara Kerajaan Gowa juga dikenal perkasa di lautan. Pantas saja jika sejarawan Anthony Reid dalam karyanya The Rise of Makassar, menyebut Gowa sebagai salah satu kota paling modern di dunia pada abad ke-17.

Kini, jejak-jejak kejayaan Gowa bisa dilihat di Balla Lompoa. Melalui warisan didalam museum Balla Lompoa yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-31, I Mangngi-mangngi Daeng  Matutu, pada tahun 1936. Arsitektur bangunan museum ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah panggung, dengan sebuah tangga setinggi lebih dari dua meter untuk masuk ke ruang teras. Kayu besi atau kayu sappu’ mendominasi material bangunannya, dari tiang penyangga, dinding, lantai, tangga, hingga atap. Kepala kerbau yang tergantung diujung atapnya adalah pertanda derajat kebangsawanan pemilik rumah.

Bangunan museum ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu ruang utama seluas  60 x 40 meter dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x 4,5 meter. Di  dalam ruang utama terdapat tiga bilik, yaitu: bilik sebagai kamar pribadi raja,  bilik tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, dan bilik kerajaan. Ketiga  bilik tersebut masing-masing berukuran 6 x 5 meter. Bangunan museum ini juga  dilengkapi dengan banyak jendela (yang merupakan ciri khas rumah Bugis) yang  masing-masing berukuran 0,5 x 0,5 meter.

Museum ini berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi benda-benda Kerajaan Gowa. Benda-benda bersejarah tersebut dipajang berdasarkan fungsi umum setiap ruangan pada bangunan museum. Di bagian depan ruang utama  bangunan, sebuah peta Indonesia  terpajang di sisi kanan dinding. Di ruang utama dipajang silsilah keluarga  Kerajaan Gowa  mulai dari Raja Gowa I, Tomanurunga pada abad ke-13, hingga Raja Gowa terakhir Sultan Moch Abdulkadir Aididdin A. Idjo Karaeng  Lalongan (1947-1957). Di ruangan utama ini, terdapat sebuah singgasana yang di letakkan pada area khusus di tengah-tengah ruangan. Beberapa alat perang, seperti tombak dan meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai raja ketika pelantikan) juga terpajang di ruangan ini.

Pada 1978 hingga 1980, Balla Lompoa direnovasi untuk pertama kali. Pasak tiang dari kayu diganti dengan baut besi. Bagian bawah rumah juga dilapisi lantai beton agar kayu tidak bersentuhan langsung dengan tanah sehingga tidak mudah lapuk.

Pada 2009, Balla Lompoa kembali direnovasi. Hingga kini, renovasi telah selesai untuk bagian luar. Balla Lompoa diangkat sekira 2 meter ke atas; dasarnya dibeton dengan material batu gunung. Bagian depannya juga sudah dihiasi dengan bangunan tangga bergaya eropa, menyerupai bangunan tangga di Pantai Losari. Huruf-huruf dari bahan fiber berdiri membentuk kata Balla Lompoa. Hingga saat ini, pemerintah daerah setempat telah mengalokasikan dana sebesar 25 juta rupiah per  tahun untuk biaya pemeliharaan secara keseluruhan.

Rencananya pada 2012, renovasi akan berlanjut ke bagian dalam Balla Lompoa. Kayu-kayu yang lapuk dan atap-atap yang sudah terkelupas akan diganti. Koleksi-koleksi sejarah yang selama ini tidak terdata juga akan diperbaiki pengelolaannya.

Direncanakan juga , kawasan ini bakal menjadi obyek wisata sejarah terindah dan bakal diintegrasikan dengan makam Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf. Nah, bangunannya akan semakin besar sebab nantinya seluas 3.202 meter persegi. Luas Balla Lompoa 963 meter persegi ditambah Istana Tamalate 1.615 meter persegi dengan tambahan 390 meter persegi dan bangunan pendukung 308 meter persegi. Untuk memberikan makna lebih sakral terhadap Balla Lompoa sebagai bangunan bersejarah, bangunan akan diangkat dengan hidrolik sekitar tiga meter dari permukaan jalan raya.

Tak hanya memperluas kawasan istana, nantinya di depan Balla Lompoa akan berdiri relief atau patung 36 Raja Gowa yang pernah memimpin. Patung para raja itu seakan memberikan tantangan bagi generasi kekinian untuk tetap memelihara spirit masa silam demi membangun masa kini yang perkasa.

B. Keistimewaan

Museum Balla Lompoa menyimpan koleksi benda-benda berharga yang tidak hanya bernilai tinggi karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena bahan pembuatannya dari emas atau batu mulia lainnya. Di museum ini terdapat sekitar 140 koleksi benda-benda kerajaan yang bernilai tinggi, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu ruby, dan permata. Di antara koleksi tersebut,  rata-rata memiliki bobot 700 gram, bahkan ada yang sampai atau lebih dari 1  kilogram. Di ruang pribadi raja, terdapat sebuah mahkota raja yang berbentuk  kerucut bunga teratai (lima  helai kelopak daun) memiliki bobot 1.768 gram yang bertabur 250 permata  berlian. Di museum ini juga terdapat sebuah tatarapang, yaitu keris emas  seberat 986,5 gram, dengan pajang 51 cm dan lebar 13 cm, yang merupakan hadiah  dari Kerajaan Demak. Selain perhiasan-perhiasan berharga tersebut, masih ada koleksi benda-benda bersejarah lainnya, seperti: 10 buah tombak, 7 buah naskah  lontara, dan 2 buah kitab Al Quran yang ditulis tangan pada tahun 1848.

D. Akses

Museum Balla Lompoa berada di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Museum ini terletak di Kota Sungguminasa yang berbatasan langsung dengan  Kota Makassar. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi  dan angkutan umum, baik roda empat maupun roda dua. Kalau kita naik dengan angkutan kota, naik dari Lapangan Karebosi jurusan Sungguminasa turun di depan Balla Lompoa. Bisa juga dengan bus patas AC Damri dari Pasar Panampu.

E. Akomodasi dan Fasilitas

Di dalam komplek, tersedia pelayanan jasa guide yang akan  memberikan informasi kepada pengunjung tentang museum itu sendiri dan segala sesuatu  yang berkaitan dengan koleksi benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya.

Jam Buka
Senin-Kamis 08.00-16.00
Jumat 08.00-11.00, Hari besar atau tanggal merah libur termasuk hari Minggu.

Berikut festival adat di Balla Lompoa


Sueto community para traveler dan bagpackers sudah semestinya menerapkan prinsip Geotourism saat menjelajah alam dan tempat wisata apalagi yang di dalamnya terkandung budaya nusantara juga flora dan fauna. Artikel kali ini akan menjelaskan apa saja prinsip yang harus dipahami dalam Geotourism sehingga nantinya kita sebagai penjelajah nusantara akan  memahami sebuah makna yan lebih dari pada hanya sekedar berwisata atau bertravel saja .

“Praktek terbaik” dalam menopang pariwisata, atau bahkan meningkatkan, karakter geografis tempat, seperti budaya, lingkungan, warisan, dan kesejahteraan penduduknya itulah arti dari Geotourism.

Pada intinya nilai Geotourism adalah praktik, dan penawaran mencakup banyak aspek terbaik dari berbagai jenis pariwisata termasuk ekowisata, wisata peninggalan/warisan, agritourism dan pariwisata kuliner untuk beberapa nama. Ini mencakup seperangkat elemen yang menggabungkan konsep pariwisata berkelanjutan yang  berkomitmen untuk meningkatkan ekonomi lokal dan meminimalkan dampak negatif pada lingkungan dan budaya lokal. Keberlanjutan sendiri adalah kemampuan untuk hidup dan berkembang dalam kemampuan kita, tanpa degradasi atau penipisan sumber daya. Sumber daya ini termasuk lingkungan alam, sumber daya manusia, sumber daya budaya, serta banyak lainnya. Dalam konsep mempertahankan prinsip Geoturism ini kita akan membuat sebuah hal/ warisan yang berguna dan nantinya dapat diberikan dari generasi ke generasi mendatang.

Menurut National Geographic Society sendiri juga telah menyusun “Geotourism Charte” berdasarkan 13 prinsip. Berikut penjabarannya :

1. Integritas tempat: Meningkatkan karakter geografis dengan mengembangkan dan meningkatkan dalam cara yang berbeda untuk tingkatan lokal, mencerminkan warisan alam dan budaya, sehingga mendorong diferensiasi pasar dan sebuah  kebanggaan budaya.

2. Kode Internasional: Patuhi prinsip-prinsip dalam Kode Global Organisasi Pariwisata Dunia Etik Pariwisata dan Prinsip-prinsip  Hak Pariwisata Budaya didirikan oleh Dewan Internasional mengenai Monumen dan Situs (ICOMOS/International Council on Monuments and Sites ).

3. Selektivitas pasar: Mendorong pertumbuhan di segmen pasar pariwisata paling mungkin untuk menghargai, menghormati, dan menyebarkan informasi tentang aset-aset lokal yang khas.

4. Keragaman pasar: Mendorong berbagai makanan yang sesuai dan fasilitas penginapan, sehingga untuk menarik spektrum demografi seluruh pasar geotourismdan memaksimalkan ketahanan ekonomi selama baik dalam jangka pendek dan panjang.

5. Kepuasan Tourist : Pastikan bahwa touris puas, geotourists bersemangat membawa cerita dari rumah tentang tempat peristirahatan/wisata baru dan mendorong teman-teman lainnya mengalami hal yang sama,sehingga memberikan permintaan berkelanjutan bagi tempat yang pernah dituju.

6. Keterlibatan masyarakat: Berbasis pariwisata pada sumber daya masyarakat yang bisa di explore sejauh mungkin, mendorong usaha kecil lokal dan kelompok masyarakat untuk membangun kemitraan untuk mempromosikan dan memberikan pengalaman pada pengunjung, mengembangkan  pasar Lokal mereka secara efektif. Membantu bisnis mengembangkan pendekatan untuk pariwisata yang membangun, misalnya sejarah alam daerah dan budaya,termasuk makanan dan minuman, seni pertunjukan, dll.

7. Manfaat untuk Masyarakat : Mendorong perusahaan mikro sampai ukuran menengah  dan membuat strategi bisnis pariwisata yang menekankan manfaat ekonomi dan sosial untuk masyarakat yang terlibat, terutama pengentasan kemiskinan, dengan komunikasi yang jelas dari tujuan kebijakan pelayanan sehingga dapat diperlukan untuk mempertahankan manfaat yang ada.

8. Perlindungan dan peningkatan daya tarik tujuan: Mendorong bisnis untuk mempertahankan habitat alam, lokasi warisan, estetika, dan budaya lokal. Mencegah degradasi dengan menjaga volume turis dalam batas maksimum yang dapat diterima. Mencari modal bisnis yang dapat beroperasi secara menguntungkan dalam batas-batas. Gunakan persuasi, insentif, dan penegakan hukum yang diperlukan.

9. Penggunaan lahan: Mengantisipasi tekanan pembangunan dan menerapkan teknik-teknik untuk mencegah overdevelopment tidak diinginkan dan degradasi. Mengandung resor dan liburan-rumah gepeng, terutama di pesisir dan pulau-pulau,sehingga untuk mempertahankan keragaman alam dan lingkungan indah dan menjamin akses penduduk terus-menerus. Mendorong atraksi wisata utama mandiri, seperti skala besar taman hiburan dan pusat konvensi tidak berhubungan dengan karakter tempat, yang akan berlokasi di lokasi tempat yang dituju tanpa ekologis yang signifikan, aset indah, atau budaya.

 10. Konservasi sumber daya: Mendorong usaha untuk mengurangi polusi air, limbah padat, konsumsi energi, penggunaan air, bahan kimia lansekap, dan pencahayaan malam hari terlalu terang. Beriklan dengan langkah-langkah dalam cara yang menarik pasar,wisata besar lingkungan simpatik.
11. Perencanaan: Menghormati dan menghargai kebutuhan ekonomi segera tanpa mengorbankan jangka panjang karakter dan potensi geotourism dari tujuan. Tempat wisata menarik di-migrasi pekerja, membangun masyarakat baru yang dengan sendirinya merupakan perangkat tambahan sebuah tujuan. Upayakan untuk diversifikasi ekonomi dan membatasi masuknya populasi pada tingkat yang lestarikan. Mengadopsi strategi umum untuk mengurangi praktek-praktek yang tidak sesuai dengan geotourism dan merusak citra dari sebuah tujuan.
12. Interpretasi Interaktif: Libatkan baik pengunjung dan host dalam belajar tentang tempat tersebut. Mendorong warga untuk mempromosikan warisan alam dan budaya masyarakat mereka sehingga turis mendapatkan pengalaman yang lebih kaya dan penduduk Lokal dapat mengembangkan keahlian mereka.
13. Evaluasi: Membentuk proses evaluasi dilakukan secara teratur oleh panel independen yang mewakili semua kepentingan stakeholder, dan mempublikasikanhasil evaluasi.

Berkunjung ke Danau Maninjau


danau maninjau

Kabut pagi menyapa perjalanan nan berliku saat menuruni Kelok 44 di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pantulan sinar matahari pagi mempercantik permukaan Danau Maninjau yang terlihat begitu tenang dari dataran tinggi kelok 31. Dinding-dinding terjal perbukitan yang mengelilingi tepian danau menambah kesan eksotik saat anda berkunjung ke tempat wisata ini.

Profil Danau Maninjau 

Danau Maninjau ini adalah terletak di kecamatan Tanjung RayaKabupaten Agam, provinsi Sumatra BaratIndonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km persegi. yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Desa Maninjau terletak di samping danau. Buya HAMKA, salah satu sastrawan terkenal di Indonesia, dilahirkan di sini. HAMKA menulis buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang fenomenal itu. Figur terkenal lainnya yang dilahirkan di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, salah satu pahlawan nasional di Indonesianya. Nama perempuan ini diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta.

Sejarah/Asal-usul Danau Maninjau

Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tinjau amat subur, karena sering mendapat pupuk alami berupa abu gunung.

Di salah satu perkampungan di kaki Gunung Tinjau itu tinggal sepuluh orang bersaudara yang terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. Penduduk sekitar biasa memanggil mereka Bujang Sembilan. Kesepuluh orang bersaudara tersebut adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, dan lelaki termuda bernama Kaciak. Sementara adik mereka yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Rasani, akrab dipanggil Sani. Kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, sehingga Kukuban sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya.

Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka menggarap lahan pertanian yang cukup luas warisan kedua orangtua mereka. Mereka sangat terampil bertani, karena mereka rajin membantu ayah dan ibunya ketika keduanya masih hidup. Di samping itu, mereka juga dibimbing oleh paman mereka yang bernama Datuk Limbatang, yang akrab mereka panggil Engku.

Datuk Limbatang adalah seorang mamak di kampung itu dan mempunyai seorang putra yang bernama Giran. Sebagai mamak, Datuk Limbatang memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik dan memerhatikan kehidupan warganya, termasuk kesepuluh orang kemenakannya tersebut. Untuk itu, setiap dua hari sekali, ia berkunjung ke rumah Kukuban bersaudara untuk mengajari mereka keterampilan bertani dan berbagai tata cara adat daerah itu. Tak jarang pula Datuk Limbatang mengajak istri dan putranya ikut serta bersamanya.

Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.

“Sudah lama merendam selasih
Barulah kini mau mengembang
Sudah lama kupendam kasih
Barulah kini bertemu pandang”

“Telah lama orang menekat
Membuat baju kebaya lebar
Sudah lama abang terpikat
Hendak bertemu dada berdebar”

“Rupa elok perangaipun cantik
Hidupnya suka berbuat baik
Orang memuji hilir dan mudik
Siapa melihat hati tertarik”

“Dik, Sani! Wajahmu cantik nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih Abang?” tanya Giran.

Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.

“Buah nangka dari seberang
Sedap sekali dibuat sayur
Sudah lama ku nanti abang
Barulah kini dapat menegur”

“Jika roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya tegakkan
Jika sungguh Kanda berkata
Badan dan nyawa saya serahkan”

Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut.

Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karenahal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.

Ketika musim panen tiba, semua penduduk kampung memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang.

“Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban.

“Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.

Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya.

“Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.

Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.

Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.

“Maaf, Bujang Sembilan! Maksud kedatangan kami kemari ingin lebih mempererat hubungan kekeluargaan kita,” ungkap Datuk Limbatang.

“Apa maksud, Engku?” tanya si Kudun bingung.

“Iya, Engku! Bukankah hubungan kekeluargaan kita selama ini baik-baik saja?” sambung Kaciak.

“Memang benar yang kamu katakan itu, Anakku,” jawab Datuk Limbatang yang sudah menganggap Bujang Sembilan seperti anaknya sendiri.

“Begini, Anak-anakku! Untuk semakin mengeratkan hubungan keluarga kita, kami bermaksud menikahkan Giran dengan adik bungsu kalian, Siti Rasani,” ungkap Datuk Limbatang.

“Pada dasarnya, kami juga merasakan hal yang sama, Engku! Kami merasa senang jika Giran menikah dengan adik kami. Giran adalah pemuda yang baik dan rajin,” sambut si Kudun.

Namun, baru saja kalimat itu lepas dari mulut si Kudun, tiba-tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras dari Kukuban.

“Tidak! Aku tidak setuju dengan pernikahan mereka! Aku tahu siapa Giran,” seru Kukuban dengan wajah memerah.

“Dia pemuda sombong, tidak tahu sopan santun dan kurang ajar. Dia tidak pantas menjadi suami Sani,” tambahnya.

“Mengapa kamu berkata begitu, Anakku? Adakah perkataan atau perilakunya yang pernah menyinggung perasaanmu?” tanya Datuk Limbatang dengan tenang.

“Ada, Engku! Masih ingatkah tindakan Giran terhadapku di gelanggang perhelatan beberapa bulan yang lalu? Dia telah mematahkan kaki kiriku dan sampai sekarang masih ada bekasnya,” jawab Kukuban sambil menyingsingkan celana panjangnya untuk memperlihatkan bekas kakinya yang patah.

“Oooh, itu!” jawab Datuk Limbatang singkat sambil tersenyum.

“Soal kaki terkilir dan kaki patah, kalah ataupun menang dalam gelanggan itu hal biasa. Memang begitu kalau bertarung,” ujar Datuk Limbatang.

“Tapi, Engku! Anak Engku telah mempermalukanku di depan orang banyak,” sambut Kukuban.

“Aku kira Giran tidak bermaksud mempermalukan saudaranya sendiri,” kata Datuk Limbatang.

“Ah, itu kata Engku, karena ingin membela anak sendiri! Di mana keadilan Engku sebagai pemimpin adat?” bantah Kukuban sambil menghempaskan tangannya ke lantai.

Semua yang ada dalam pertemuan itu terdiam. Kedelapan saudaranya tak satu pun yang berani angkat bicara. Suasana pun menjadi hening dan tegang. Kecuali Datuk Limbatang, yang terlihat tenang.

“Maaf, Anakku! Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya mengatakan kebenaran. Keadilan harus didasarkan pada kebenaran,” ujar Datuk Limbatang.

“Kebenaran apalagi yang Engku maksud. Bukankah Giran telah nyata-nyata mencoreng mukaku di tengah keramaian?”

“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.

Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.

“Terserah Engku kalau tetap mau membela anak sendiri. Tapi, Sani adalah adik kami. Aku tidak akan menikahkan Sani dengan anak Engku,” kata Kukuban dengan ketus.

“Baiklah, Anakku! Aku juga tidak akan memaksamu. Tapi, kami berharap semoga suatu hari nanti keputusan ini dapat berubah,” kata Datuk Limbatang seraya berpamitan pulang ke rumah bersama istrinya.

Rupanya, Siti Rasani yang berada di dalam kamar mendengar semua pembicaraan mereka. Ia sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Giran adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. Sejak kejadian itu, Sani selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalah keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitupula si Giran, memikirkan hal yang sama. Berhari-hari kedua pasangan kekasih itu berpikir, namun belum juga menemukan jalan keluar. Akhirnya, keduanya pun sepakat bertemu di tempat biasanya, yakni di sebuah ladang di tepi sungai, untuk merundingkan masalah yang sedang mereka hadapi.

“Apa yang harus kita lakukan, Dik?” tanya Giran.

“Entahlah, Bang! Adik juga tidak tahu harus berbuat apa. Semua keputusan dalam keluarga Adik ada di tangan Bang Kukuban. Sementara dia sangat benci dan dendam kepada Abang,” jawab Sani sambil menghela nafas panjang.

Beberapa lama mereka berunding di tepi sungai itu, namun belum juga menemukan jalan keluar. Dengan perasaan kalut, Sani beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba sepotong ranting berduri tersangkut pada sarungnya.

“Aduh, sarungku sobek!” teriak Sani kaget.

“Wah, sepertinya pahamu tergores duri. Duduklah Adik, Abang akan mengobati lukamu itu!” ujar Giran.

Giran pun segera mencari daun obat-obatan di sekitarnya dan meramunya. Setelah itu, ia membersihkan darah yang keluar dari paha Sani, lalu mengobati lukanya. Pada saat itulah, tiba-tiba puluhan orang keluar dari balik pepohonan dan segera mengurung keduanya. Mereka adalah Bujang Sembilan bersama beberapa warga lainnya.

“Hei, rupanya kalian di sini!” seru Kukuban.

Giran dan Sani pun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika ada puluhan orang sedang mengintai gerak-gerik mereka.

“Tangkap mereka! Kita bawa mereka ke sidang adat!” perintah Kukuban.

“Ampun, Bang! Kami tidak melakukan apa-apa. Saya hanya mengobati luka Sani yang terkena duri,” kata Giran.

“Dasar pembohong! Aku melihat sendiri kamu mengusap-usap paha adikku!” bentak Kukuban.

“Iya benar! Kalian telah melakukan perbuatan terlarang. Kalian harus dibawa ke sidang adat untuk dihukum,” sambung seorang warga.

Akhirnya, Giran dan Sani digiring ke kampung menuju ke ruang persidangan. Kukuban bersama kedelapan saudaranya dan beberapa warga lainnya memberi kesaksian bahwa mereka melihat sendiri perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Giran dan Sani. Meskipun Giran dan Sani telah melakukan pembelaan dan dibantu oleh Datuk Limbatang, namun persidangan memutuskan bahwa keduanya bersalah telah melanggar adat yang berlaku di kampung itu. Perbuatan mereka sangat memalukan dan dapat membawa sial. Maka sebagai hukumannya, keduanya harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar kampung tersebut terhindar dari malapetaka.

Keputusan itu pun diumumkan ke seluruh penjuru kampung di sekitar Gunung Tinjau. Setelah itu, Giran dan Sani diarak menuju ke puncak Gunung Tinjau dengan tangan terikat di belakang. Sesampainya di pinggir kawah, mata mereka ditutup dengan kain hitam. Sebelum hukuman dilaksanakan, mereka diberi kesempatan untuk berbicara.

“Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami tidak melakukan perbuatan terlarang apa pun. Karena itu, kami yakin tidak bersalah,” ucap Giran.

Setelah itu, Giran menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa.

“Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. Jika kami memang benar-benar bersalah, hancurkanlah tubuh kami di dalam air kawah gunung yang panas ini. Akan tetapi, jika kami tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan!”

Usai memanjatkan doa, Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah. Keduanya pun tenggelam di dalam air kawah. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. Jika Giran benar-benar tidak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Ternyata benar. Permohonan Giran dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, naas nasib mereka. Letusan Gunung Tinjau semakin dahsyat hingga gunung itu luluh lantak. Tak seorang pun yang selamat. Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan.

Demikian cerita Asal Usul Danau Maninjau dari Agam, Sumatra Barat, Indonesia. Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang.(Sumber: Buku Cerita Rakyat)

Cara Mencapai Daerah ini

Untuk bisa mencapai Danau Maninjau, perjalanan ditempuh melalui jalur darat. yaitu memasuki jalur dari Barat atau timur. Dari Barat, perjalanan dimulai dari Padang melewati jalur Pariaman menuju Lubuk Basung (ibu kota Kabupaten Agam), lebih kurang ditempuh selama 1 ½ jam. Untuk transportasi bisa menggunakan angkutan umum, travel, dan mobil sewaan. Dari timur, perjalanan dimulai dari Padang menuju Bukittinggi dan dari kota Bukittinggi perjalanan dilanjutkan ke Danau Maninjau melewati kelok 44 menggunakan angkutan umum, mobil pribadi, atau mobil sewaan. Waktu perjalanan ditempuh kurang lebih 3 jam.

Penginapan

Beach Guest House Lake Maninjau Beach Guesthouse Lake Maninjau Inside room at Beach Guesthouse Lake Maninjau

Berbagai penginapan atau hotel di wilayah Bukittinggi. Danau Maninjau memiliki resort berbintang lima yang berada di puncak bukit. Anda juga dapat menginap di resort Danau Maninjau. untuk info resor http://www.nuansamaninjau.com/.Di Maninjau juga tersedia Home stay dan resort apung

Kuliner

Bagi pencinta kuliner, berkunjung ke Maninjau tak lengkap bila belum mencoba masakan khas masyarakat setempat, Palai Rinuk. Palai Rinuk dibuat dari ikan Rinuk yang bentuknya kecil-kecil yang dibungkus dengan daun pisang.

Ikan Rinuk yang terbungkus dengan daun pisang ini kemudian dibakar hingga matang dan dicampur dengan sedikit kelapa. Selain Palai Rinuk, ada juga makanan khas Maninjau, yakni Pensi.

Pensi merupakan jenis kerang endemis Danau Maninjau yang diyakini mampu meningkatkan stamina. Cara makannya sedikit susah karena Anda harus menghisap dagingnya keluar dari sarang kerang ini. Di pinggir Danau Maninjau masyarakat setempat menawarkan jajanan khas ini setelah dimasak dengan berbagai rempah, seperti daun seledri, bawang, serta lengkuas. Umumnya Pensi diolah dengan kuah berlimpah, sehingga saat disajikan mirip semangkuk sup.

Seperti halnya Pensi,  Rinuk juga merupakan ikan air tawar yang hanya didapat di Danau Maninjau. Tidak heran jika di sekeliling danau, bisa dijumpai perkampungan masyarakat yang berprofesi sebagai petambak ikan. Sejak belasan tahun terakhir, warga sekitar memanfaatkan Danau Maninjau sebagai mata pencarian dengan membangun  ribuan keramba ikan air tawar.

Fasilitas

Jika ingin berkeliling danau dengan menggunakan mobil atau angkutan umum juga bisa, Andapun dapat menikmati pemandangan yang spektakuler. Ada juga jasa penyewaan paralayang jika anda ingin menikmati keindahaan danau dari atas.

Bila  ingin berolahraga sambil berwisata, beberapa penduduk kini membangun usaha penyewaan sepeda.  Cukup membayar sekitar Rp20 ribu, pengunjung bisa menyewa sepeda gunung untuk memulai petualangan mengelilingi danau. Turis mancanegara kerap menggunakan jasa ini untuk memenuhi keinginannya mengelilingi danau.

Setelah penat bersepeda, mungkin kolam pemandian air panas di Kecamatan Tanjung Sani, akan menyegarkan kembali tubuh setelah seharian bersepeda mengelilingi danau. Lokasi pemandian ini masih alami. Siapa pun bisa menikmati kolam kecil yang terletak di pinggir jalan raya Maninjau.

Di malam hari, Maninjau terasa ‘kian hangat’ meski cuaca dinginnya menusuk tulang. Sejumlah cafe akan menawarkan aneka minuman dan makanan ala Eropa, atau sekadar minum segelas kopi.

Hasil kerajinan setempat

Songket, atau aneka produk terbuat dari songket khas Sumatera Barat (berupa sandal, sepatu, tas, tempat koin, dan lain sebagainya), juga pernak-pernik unik lainnya tersedia. Anda juga dapat membeli oleh-oleh berupa makanan kering khas Sumatera Barat seperti keripik singkong pedas.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan

Selain mengagumi pemandangan yang ada, Anda dapat berekreasi di danau, walaupun fasilitas terbatas. Sayangnya, karena di daerah ini busana minim/renang yang ketat dianggap kurang sopan, maka bagi yang ingin berenang tidak dapat melakukannya di Danau Maninjau. Anda dapat berenang di resor atau berbagai hotel yang menyediakan fasilitas kolam renang. Di resor Maninjau Anda juga dapat mengunjungi fitness center dan jogging track yang tersedia.

Danau Maninjau dan takjub dengan keindahannya. diungkapkan dengan sebuah pantun yang berbunyi “Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau. Pantun ini, seakan akan mewakili untuk menggambarkan keindahan panorama alam Danau Maninjau nan eksotis.

Video Danau Maninjau

Kelok 44


Setelah hanya muncul dengan bocoran gambar saja, akhirnya penantian panjang para penggemar motor sport Honda berakhir. Seperti yang dilansir pada laman motorbeam.com, perusahaan manufaktur motor asal Jepang ini secara resmi merilis kehadiran 2012 CBR1000RR.

Peluncuran The New CBR1000RR ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun motor sport kelas CBR yang diawali dengan kehadiran Honda CBR900RR pada 1992 silam  untuk CBR929RR di 2000, CBR954RR tahun 2003, dan akhirnya CBR1000RRpada tahun 2004.

2012 Honda CBR1000RR 7 pictures on 2012 Honda CBR 1000 RR

Saking istimewanya, motor sport Honda yang satu ini membawa nuansa baru dengan perubahan besar. Hal tersebut bisa dilihat dengan dilengkapinya CBR1000RR ini oleh garpu piston Showa yang baru dan berukuran besar, revisi pengaturan injeksi bahan bakar, hidung dan buntut motor yang baru,  double tube balance free rear shock yang dipatenkan, display multi fungsi (tachometer, transmisi, dan pencatat waktu per lap), serta roda dengan 12 jari-jari aluminium.

2012 Honda CBR1000RR 4 pictures on 2012 Honda CBR 1000 RR

Honda mengatakan: “Perubahan ke CBR1000RR untuk 2012 fokus pada penajamanapa yang bisa dibilang komponen yang paling penting dalam sepeda motor yang dirancang dan digunakan untuk olahraga yaitu performa pada kestabilan chassis. Memang, selama ini tenaga kuda atau horsepower selalu memegang atraksi sendiri dan CBR1000RR yang sebelumnya telah fokus di horsepower dan torsi menengah sesuai keinginan pecinta motorsport setelah semua, apa gunanya punya sepeda bertenaga besar tetapi susah dikontrol?Dengan CBR1000RR 2012 baru ini penunggangnya akan mendapatkan power ultraresponsif di putaran tengah sehingga dapat dengan mudah dikendalikan tentunya dengan kalkulasi gearbox yang verysmooth dari Honda sehingga memungkinkan sportbike seperti CBR1000 2012 ini bersinar didalam kemunculan versi barunya ini.

Honda juga menjelaskan sistem konfigurasi single-tube shock konvensional desain Balance-Free Rear Shocknya menggabungkan  desain double-tabung menampilkan tempat peredam plus silinder internal. Peredam pistonnya tidak tampak menampilkan katup apapun efeknya saat melakukan redaman minyak melewati celah komponen redaman yang terpisah. Sehingga menghasilkan redaman yang halus pada motor pada saat mentransfer gigi juga menahan hentakan motor saat berkompresi.

2012 Honda CBR1000RR 2 pictures on 2012 Honda CBR 1000 RR

Honda juga menambahkan konsep fairing berlapis yang membantu dalamaerodinamis dari 2012 Honda CBR1000RR. Konsep fairing didesain ulangmenciptakan “kantong udara besar masih di sekitar pengendara sementara jugamembantu menarik udara melalui sistem pendingin.” Para CBR1000RR ’12 juga dilengkapi dengan spoiler dagu terpadu yang tidak hanya menambah tampilan agresif, tetapi juga mengurangi angkat aerodinamis pada kecepatan tinggi.

2012 Honda CBR1000RR Fireblade Engine Specs

Sementara itu, pada bagian mesin, motor sport yang satu ini mengusung mesin DOHC dengan teknologi injeksi bahan bakar ganda berkapasitas 999cc, 6 percepatan transmisi, 4 silinder dengan pendingin cair, sehingga mampu menghasilkan tenaga 153 BHP pada 105 Nm torsi. Selain itu, motor ini memiliki sistem pengereman Honda Electronic Combine ABS yang mampu menghasilkan daya cengkram yang baik untuk menghentikan laju motor.

Sementara itu, The New Honda CBR1000RR ini tersedia dalam tiga pilihan warna yakni merah, hitam, dan putih. Untuk harga, Honda membanderol motor sport ini sebesar US$ 13,800 (Rp 124 jutaan) untuk model standar. Sedangkan untuk model ABS, Honda membanderol motor ini seharga US$ 14,800 (Rp 133 jutaan).

2012 Honda CBR 1000 RR Specs:

  • Model: CBR1000RR / CBR1000RR C-ABS
  • Engine Type: 999cc liquid-cooled inline four-cylinder
  • Bore and Stroke: 76mm x 55.1mm
  • Compression ratio: 12.3:1
  • Valve Train: DOHC; four valves per cylinder
  • Induction: Dual Stage Fuel Injection (DSFI)
  • Ignition: Computer-controlled digital transistorized with 3-D mapping
  • Transmission: Close-ratio six-speed
  • Final Drive: #530 O-ring-sealed chain
  • Suspension Front: 43mm inverted Big Piston Fork with spring preload, rebound and compression damping adjustability
  • Rear: Unit Pro-Link Balance-Free Rear Shock with spring preload, rebound and compression damping adjustability
  • Brakes Front: Dual radial-mounted four-piston calipers with full-floating 320mm discs
  • Rear: Single 220mm disc;
  • Optional Honda Electronic Combined ABS (CBR1000RR C-ABS)
  • Tires Front: 120/70ZR-17 radial
  • Rear: 190/50ZR-17 radial
  • Wheelbase: 55.5 inches
  • Rake (Caster Angle): 23° 3′
  • Trail: 96.0mm (3.8 inches)
  • Seat Height: 32.3 inches
  • Fuel Capacity: 4.7 gallons, including 1.06-gallon reserve
  • Estimated Fuel Economy: TBD
  • Curb Weight: 441 pounds (CBR1000RR) / 467 pounds (CBR1000RR C-ABS)

Berikut Review Videonya


Manufaktur motor asal Jepang, Honda, akhirnya merilis kapan model Gold Wing 2012 akan dipasarkan di Eropa. Menurut informasi yang dikutip dari laman autoevolution.com beberapa waktu lalu, Honda akan meluncurkan motor touring mewah ini pada akhir tahun 2011. Ketika Honda mengumumkan informasi rilis dan gambar dari Gold Wing 2012, pasartur segera menuntut lebih.

Model yang sejarahnya diciptakan pada 1972 ini menerima revisi besar-besaran. Dengan gaya yang lebih dinamis, kapasitas bagasi yang lebih luas, audio sistem terbaru, serta sistem navigasi pada motor ini akan memanjakan pengendara yang hobi melakukan touring dengan motor.

Seperti model Gold Wing sebelumnya, kombinasi ganda ABS Honda juga masih standar seperti halnya airbag. Aksesoris asli untuk model 2012 ini juga akan tersedia dilengkapi dengan lampu gunung built-in, lampu kabut berintensitas tinggi, headset helm, tas keranjang, serta tambahan boncengan motor.

Untuk memanjakan pengendaranya, audio sistem pada Gold Wing 2012 ini ditingkatkan dengan menambahkan konektivitas MP3/iPod melalu kontrol di kemudi, SRS CS teknologi Auto Surround sound system, dan enam elemen speaker bertenaga 80 watt per-channel power amplifier.

Tahun 2012 Honda Wing Emas akan menampilkan banyak upgrade, termasuksistem navigasi GPS dengan diperbarui user-friendly kemampuan program untuk berbagi rute perjalanan favorit dengan teman dan pengendara lain, yang dapatdiakses secara online.

Untuk pilihan warna sendiri, Honda memberikan tiga pilihan yakni Glint Wave Blue Metallic, Pearl Fadeless White, dan Graphite Black.

Berikut adalah beberapa highlights Goldwing 2012:

1. Tampilan yang lebih Fresh,lebih sporty,mendongkrak tampilan sebagai motor premium

2. Desain ulang fairing memberi perlindungan extra dari terpaan angin,terutama tubuh bagian bawah serta kaki.

3. Saddlebag yang lebih besar disamping kapasitas bertambah 7 ltr,total semua tempat penyimpanan menjadi 150ltr,termasuk kotak penyimpanan di firing .

4. Untuk yang non Air Bag ditambahkan tempat penyimpanan di tengah.

5. Pembenahan suspensi depan & belakang untuk menambah kenyamanan

6. Penggantian  material sektor tempat duduk untuk menambah kenyamanan.

7. Penambahan tail light untuk mempermudah pengendara lain melihat.

8. Penambahan lapisan(coated) roda untuk mempermudah waktu dibersihkan & tahan lama.

9. Instrument baru yang stylish dengan teknologi touch  sehingga terkesan premium

HARGA:

Goldwing 2010 standart:$22.899(Rp 203.110.130)
Goldwing 2010 premium:$26.599(Rp235.933.130)with ABS,Navigasi satelit,Air bag

Goldwing 2012 standart: $23.199 (Rp 205.775.130)
Goldwing 2012 premium:$28.499(Rp 252.786.130) with ABS,Navigasi satelit,Air bag

Video Preview


Page Advertise ini memang disediakan untuk para blogger dan para anggota Suetoclub community yang ingin bertukar informasi masalah produk, ilmu desain, budaya nusantara, fotografi, otomotif, craft, fashion, furniture, job vacancy, vidiografi, adventure accecoris, jasa travel, bagpackers, sharing harga dll..

Semoga page ini membantu blogger sekalian juga dan para Suetonia..

  • Tulis dengan jelas barang yang diinginkan/akan di jual
  • Untuk Barang Yang akan dijual tuliskan harga jika memang diperlukan
  • Harap berikan kontak person berupa No Ponsel atau pun alamat email
  • Untuk transaksi lanjutan bisa diteruskan via jalur Pribadi
  • Saya selaku pengasuh blog ini tidak bertanggung jawab atas segala proses transaksi maupun efek transaksi
  • Untuk kode PI(Pasang Iklan), tulis jika mau pasang iklan
  • Untuk kode CI(Cari Iklan), tulis jika mau cari iklan
  • Iklan yang ditampilkan tidak mengandung unsur SARA/ilegal

Honda/Acura NSX, supercar buatan Honda pernah punya nama besar di era 90-an. Menjadi satu-satunya supercar dari Jepang era itu, Honda/Acura NSX menjadi alternative yang patut diperhitungkan selain supercar buatan Jerman, Italia, Inggris maupun Amerika Serikat.

acura nsx front side view 2011 Honda Acura NSX V10 Specs and Review

Namun waktu terus berlalu hingga tiba saatnya Honda menghentikan produksi NSX tahun 2005 setelah 14 tahun eksistensinya. Sejak saat itu kabar kelanjutan supercar ini seperti tertelan kabut. Sejumlah rumor terus bermunculan. Apalagi ketika krisis ekonomi dunia menerpa di tahun 2008, kabar tentang Acura makin tenggelam setelah President Honda saat itu Takeo Fukui menghentikan proyek pengembangan Honda NSX baru untuk menghemat pengeluaran.

Namun waktu terus berlalu hingga tiba saatnya Honda menghentikan produksi NSX tahun 2005 setelah 14 tahun eksistensinya. Sejak saat itu kabar kelanjutan supercar ini seperti tertelan kabut. Sejumlah rumor terus bermunculan. Apalagi ketika krisis ekonomi dunia menerpa di tahun 2008, kabar tentang Acura makin tenggelam setelah President Honda saat itu Takeo Fukui menghentikan proyek pengembangan Honda NSX baru untuk menghemat pengeluaran.

“Kami kini berada di titik dimana kami bisa mempertimbangkan generasi mendatang dari mobil-mobil listrik dan hybrid,” katanya kepada majalah otomotif Inggris Autocar. “President Takanobu Ito sudah menyebutkan NSX baru, dan kami mulai memperhatikan itu di R&D Dept. Ini akan menjadi proyek yang menarik –kendaraan hybrid dan listrik akan sangat menyenang sekaligus ekonomis. Lebih dari itu saya tidak mengatakan lagi.”

Diperkirakan Honda akan memamerkan mobil konsep yang akan mengalami NSX masa depan di Tokyo Motor Show, bulan November 2011 dan versi produksinya kemungkinan di rilis 2012. Spekulasi yang beredar, Honda akan menggunakan hybrid seperti pada CR-Z namun ini pada tataran supercar.

Sebelumnya Takanobu Ito sudah mengumumkan rencananya untuk kembali mengembangkan supercar ini saat memberikan sambutan di anjungan Honda di Shanghai Auto Show, April 2011 lalu seperti dilaporkan carscoop.

Ito menegaskan saat itu, mobil baru itu tidak akan menggunakan mesin V10 seperti yang direncanakan semula. Saat itu Ito menjelaskan bahwa NSX baru nantinya akan sangat menyenangkan di kendarai namun ramah lingkungan. “Itu jenis sports car yang ingin kami buat. Kami bekerja sangat keras di situ,” kata Ito.

Rencana semula penerus NSX akan menggunakan mesin V10 yang dipasang di depan dan mampu memproduksi daya maksimal 500hp. Mesin ini tidak pernah sampai ke versi produksi. Namun akhirnya dipakai di sirkuit balap oleh Honda HSV-010 GT beberapa tahun silam, yang dibangun mengacu pada kesuksesan NSX. Namun badai krisis keuangan yang menerpa dunia termasuk Honda, membuat mega proyek HSV-010GT terhenti. Saat itu bersamaan pula dengan absennya Honda dalam ajang kompetisi F1 dan Japanese Super GT series. Mobil balap racing variant dari NSX V10 karena krisis ekonomi akhirnya juga tidak pernah diproduksi menjadi mobil masal.

acura nsx front angle view 2011 Honda Acura NSX V10 Specs and Review

Pada awalnya Honda NSX orisinil menggunakan mesin V6 yang dipasang di tengah dan mampu memproduksi 270hp dengan manual gearbox 5 MT. Salah satu mobil terbaik yang pernah dibuat Honda ini menjadi pionir teknologi VTEC yang kemudian berkembang menjadi i-VTEC yang dipakai di mobil-mobil Honda produksi massal.

Dan satu tahun lagi, bapalan SuperGT di Jepang mengijinkan mobil balap berteknologi hybrid untuk turun berlaga. Kesempatan ini dipakai para peserta untuk mempersiapkan diri, namun Honda terlihat paling maju.

Honda memakai kesempatan ini untuk menghidupkan kembali supercar Honda NSX  baru yang disampaikan oleh Presiden dan CEO Honda Motor Co Takanobu Ito di pameran Frankfurt Motor Show 2011, pada September bulan kemarin yang  berlangsung di Jerman.

Baru-baru ini mereka(Honda) terlihat sedang menguji NSX berteknologi hybrid di Twin Ring Montegi circuit. Mobil ini dipersiapkan untuk 2012 Super GT Series yang akan datang. Mobil ini mengaplikasikan teknologi KERS .( Kinetic Energy Recovery System ) buatan Zytek yang juga menggarap teknologi serupa untuk mobil Formula One tim McLaren.

System buatan Zytek terdiiri dari baterai dan sistem pendingin cair untuk menginginkan sistem hybrid. Sistem ini bisa memproduksi daya maksimal hingga 40kW dan fungsinya tidak hanya untuk memberi tenaga tambahan saat menyalip tapi juga untuk mengubah mobil jadi electric vehicle saat di pit lane.

Kelebihan lain adalah bateray bisa di charged dari kondisi tanpa arus sama sekali hingga full hanya dengan satu kali lintasan di sirkuit balap. KERS memanfaatkan energi rem yang diubah jadi listrik. Listrik ini yang disimpan di baterai. Full charge baterai bisa dipakai untuk memberi daya overtake button.

Menurut jurubicara Honda, berat total system sekitar 50kg. Baterai dan radiator yang mendinginkannya dipasang bagian belakang mobil. Mesin tetap dipasang di depan, berkapasaitas 3.4 liter V8 seperti mobil-mobil Honda GT500 yang lain. Namun bobot keseluruhan 100 kg lebih berat dibandingkan mobil GT500 yang lain.

Dalam pengujian di Twin Ring Montegi Honda melibatkan pembalap veteran Katsutomo Kaneishi sebagai test driver. Hasilnya, meskipun mobil lebih berat dari rata-rata mobil balap GT500, Kanesihi bisa mencetak kecepatan 1 min 50 detik pada hari kedua test yaitu 1 min. 49.468 sec, Ini artinya 4.453 detik dibelakang fastest time recorded musim ini yang dicetak ENEOS SC430.

Ini hasil yang sangat positif, meskipun masih baru tahap awal. Masih dibutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut sebelum system hybrid seperti ini benar-benar dipakai di kompetisi balap GT.

Pada tahap ini, belum jelas juga apakah pada 2012 nanti semunya mobil peserta akan dilengkapi KERS atau tidak. Pengembangan dan konsultasi dengan produsen dan peserta balapan akan terus dilakukan untuk memastikan waktu yang paling tepat.

Jadi bagi anda para penggila sportcar dan juga Honda mania, bersiaplah untuk menyambut datangnya sang legenda Honda NSX.

Video saat test drive


2011 Honda Stateline Slammer (Bagger)

Sekali lagi Honda membuktikan bahwa mereka tidak pernah kehabisan kreativitas untuk membuat konsep-konsep motor terbaru yang dijamin mampu mengundang decak kagum. Honda Stateline Slammer Bagger ini adalah salah satunya.

Motor yang didesain oleh perwakilan Honda Amerika, Erik Dunshee, ini mengadopsi bentuk motor 2010 Stateline. Kesan elegan, kokoh, bertenaga, dengan suspensi air-ride terpancar dari motor yang memiliki aura “invisible” ini.

Dari segi desain, bodi motor ini diselimuti oleh warna hitam satin metalik hingga ke kursi kulit motor. Fitur teknologi NAV/Multimedia seperti GPS speed display, 10” subwoofer, dan tenaga 500watt. Sementara itu, pada bagian mesin, motor ini mengusung dapur pacu VT 1300cc dengan 6-piston kaliper dan knalpot kembar crossover.

2011 Honda Stateline Slammer (Bagger)

2011 Honda Stateline Slammer (Bagger)

Tampilan dan performa mesin memang menjadi aspek andalan dari Honda Stateline Slammer Bagger. Sayangnya, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa pihak Honda akan segera memproduksi motor tersebut.

2011 Honda Stateline Slammer (Bagger) Specifications:

– Stock: Frame, swing arm, VT1300cc engine and tank
– 23″ Spec designed front wheel
– Fully “Air ride adjustable” front & rear suspension 6″ ride height to 2.25″ lowered
– Composite coated narrow track front rotor with 6 piston caliper
– Nav/Multimedia Head unit with GPS speed display
– 3 speaker including a 10″ subwoofer 500 watt sound system
Full custom bodywork including a leather drop seat
– 2 tone Satin metallic black & pearl black paint
– Custom Spec crossover twin pipe exhaust
– Air/Box/cleaner Conversion

Ini videonya

%d blogger menyukai ini: