Archive for Juni, 2012



Jika bosan menonton pertunjukan musik yang biasa-biasa saja, Jazz Gunung menawarkan cara baru menikmati jazz, yakni pada ketinggian di atas 2000 meter.

Luangkan waktu pada weekend pertama di bulan Juli nanti, dan datanglah ke Bromo. Acara musik tahunan, Jazz Gunung, akan diselenggarakan untuk yang ke empat kalinya. Jika pada perhelatan-perhelatan sebelumnya acara ini hanya diadakan satu hari, tahun ini terasa lebih spesial karena akan berlangsung lebih lama, yakni pada tanggal 6-7 Juli.

Sigit Pramono, salah seorang penggagas Jazz Gunung, pada jumpa pers yang berlangsung kemarin menjelaskan bahwa penambahan hari dimaksudkan untuk menampung animo pengunjung yang besar. Sebagai contoh, Jazz Gunung 2011 berhasil mendatangkan 1300 orang penonton, atau naik 300 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu agar para pengunjung dapat menikmati Bromo lebih lama, yang otomatis akan turut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Jazz Gunung akan diselenggarakan di panggung terbuka Hotel Java Banana Bromo, Jl. Raya Bromo, Wonotoro, Sukapura, Probolonggu, Jawa Timur. Deretan musisi jazz tanah air siap menghibur dan menghangatkan suasana pegunungan yang menyejukkan, antara lain Tompi, Glenn Fredly, Ring Fire Project feat Djaduk Ferianto, Dewa Budjana dan Slamet Gundono, Iga Mawarni, Benny & Barry Likumahuwa, Kelompok Seni Damarwangi, Gondho Jazz trio, Muchi Choir Yogyakarta. Sementara Butet Kertaredjasa didapuk sebagai pemandu acara.

Jazz Gunung sendiri mengusung misi utama untuk menumbuhkan sektor pariwisata di daerah Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru, dan sekaligus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik jazz.

Beberapa musisi akan membawakan musik jazz dengan aransemen etnik. Tompi, yang direncanakan akan berkolaborasi dengan Glenn Fredly, meyakinkan bahwa “etnik” di sini bukan berarti ia akan membawakan lagu Aceh dan Glenn membawakan lagu Ambon, namun lebih pada kolaborasi yang cair dan dinamis. Agar tetap menjadi kejutan, ia dan Glenn tidak membocorkan lagu-lagu apa saja yang akan mereka berdua bawakan nantinya.

Salah seorang musisi jazz senior yang juga hadir dalam jumpa pers adalah Benny Likumahuwa. Ia akan berkolaborasi dengan putranya yang juga meniti karir sebagai musisi jazz, Barry Likumahuwa, dan membawakan materi album baru miliknya yang berjudul Like Father Like Son. Ketika ditanya soal jazz etnik yang akan mereka bawakan nanti, ia mengaku belum mempersiapkan apa-apa. “Biasanya baru muncul on the spot. That’s why we called it jazz,” pungkas Benny.

Selain pertunjukan musik, Jazz Gunung 2012 juga akan menampilkan pameran keramik karya Ahadiat Joedawinata di Java Banana Art Gallery. Pameran yang dikuratori Rizki A. Zaelani dan bertajuk Signature ini menampilkan karya keramik yang menggunakan bahan-bahan dan proses pengerjaannya dekat dengan fenomena alamSelaras dengan lokasi pameran, yang mengambil tempat di salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia.

Masih ada sekitar tiga minggu menuju perhelatan Jazz Gunung 2012. Luangkan waktu dan mulai rencanakan trip untuk dapat menikmati suguhan lengkap ini. Kapan lagi bisa menonton pertunjukan musik, pameran seni, sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Sampai jumpa di Bromo!

Panduan singkat Jazz Gunung 2012:

Tiket

Tiket dijual dalam dua kategori:

  1. 1-day pass (pertunjukan tanggal 6/7 Juli) Rp 150,000
  2. 2-day pass (pertunjukan tanggal 6 & 7 Juli) Rp 200,000

Untuk membeli tiket dapat melalui www.ticket.jazzgunung.com, atau  kirim email ke tiket@jazzgunung.com. Khusus yang berdomisili di Malang, tiket dapat dibeli di Uklam-Uklam Tour and Guide di Jalan Mahakam No. 2., telepon 0856-555-03323.

Transportasi

Kota terdekat dari lokasi Jazz Gunung adalah Probolinggo, sehingga lebih mudah diakses dari Surabaya dan Malang. Bagi yang berasal dari luar Surabaya dan Malang, dapat menggunakan pesawat terbang untuk menuju kedua kota tersebut. (Cek harga tiket pesawat menujuSurabaya atau Malang di WEGO Indonesia).

Perjalanan menuju Probolinggo dapat dilanjutkan dengan kereta api. Dari Surabaya menggunakan KA Mutiara Timur melalui stasiun Gubeng, Surabaya. Sedangkan dari Malang, menggunakan KA Tawang Alun melalui stasiun Kota Baru, Malang. Pemberhentian terakhir di Stasiun Probolinggo (cek jadwal keberangkatan di situs PT Kereta Api Indonesia), lalu dilanjutkan dengan naik angkutan umum menuju Java Banana Bromo, lokasi Jazz Gunung 2012.

Akomodasi

Para pengunjung dapat menginap di hotel-hotel yang terdapat di sekitar lokasi Jazz Gunung 2012 (cek daftar hotel di Probolinggo menggunakan WEGO Indonesia). Jika kebetulan hotel-hotel tersebut penuh, penduduk sekitar menyediakan kamar yang biasa disewakan kepada pendatang, dengan tarif beragam.

Paket Tur

Pihak panitia menyediakan paket tur yang bertajuk “Jazz Gunung 2012 Tour, Discover Jazz Within the Mountain”. Paket tur ini terdiri dari serangkaian aktivitas dan fasilitas dari tanggal 6-8 Juli 2012 di mana 1 (satu) paket tur berlaku untuk 2 (dua) orang.

 

Aktivitas dan fasilitas dari Jazz Gunung 2012 Tour adalah sebagai berikut:

  • Penginapan 3 hari 2 malam untuk 2 (dua) orang (termasuk sarapan) pada tanggal 6-8 Juli 2012 di hotel pilihan (Hotel Sukapura Permai atau Hotel Bromo Permai);
  • Fasilitas transportasi antar dan jemput Bandara Internasional Juanda Surabaya – Venue Jazz Gunung 2012, pada tanggal 6 Juli 2012 dan tanggal 8 Juli 2012. Penjemputan dilakukan tanggal 6 Juli jam 09.00 WIB di Bandara Juanda Surabaya dan pengantaran dari hotel menuju Bandara dilakukan pada tanggal 8 Juli jam 10.00 WIB;
  • 2 tiket 2-days pass Jazz Gunung 2012;
  • 2 paket merchandise eksklusif Jazz Gunung 2012 Tour;
  • Undangan untuk menyaksikan pameran seni keramik Ahadiat Joedawinata di Java Banana Gallery; dan
  • Bromo sunrise tour pada tanggal 7 Juli 2012 untuk 2 orang.

Info lengkap dan pemesanan paket tur dapat diakses melalui situs Jazz Gunung, atau email ke tur@jazzgunung.com.

.

Sumber foto: Jazz Gununghttp://www.wego.co.id/berita/jazz-gunung-2012-siap-digelar-di-bromo/


_MG_0596

Hai Salam Wildlife Sueto!Kali ini kami Sueto tim mengisi kekosongan jadwal touring dengan ekspedisi touring sehari menjelajah pantai Malang. Tujuan ekspedisi kali ini langsung menuju pantai Jonggring Saloko di Malang.Tahun 2012 menjadi tahun yang penuh berkah bagi kami Sueto tim ekspedisi akhirnya sampai ke pantai Jonggring Saloko ini karena sejak 3kali ekspedisi pada tahun 2008 dan 2010 kami tim ekspedisi selalu gagal menuju pantai Jonggring Saloko ini dikarenakan faktor x yang memang membuat kami tidak bisa sampai disana selain memang jalanan menuju pantai yang memang makadam dan terjal.

Tahun 2008 kami berangkat dari Batu menuju ke pantai Joggring Saloko menaiki motor Bajaj Pulsar200 hanya 2 orang. Saat itu baru pertama kali ekspedisi kami tidak sampai karena salah perhitungan  waktu kami tiba terlalu sore akhirnya kami kembali dan belum tahu kondisi medan jalannya.  Tahun 2010 sueto tim  berangkat dari Sidoarjo dengan 6 orang dengan mengendarai 2 motor bebek dan 1 motor matic karena dari pengalaman pertama membawa motor laki yang bukan tipe offroad di jalanan menuju pantai Jonggring Saloko ini akan sangat merepotkan dan menguras tenaga tetapi saat itu ada kendala di salah satu motor dan cuaca hujan deras waktu itu. Akhirnya kami kembali. Pada tahun 2008 dan 2010 kami melewati rute Malang-Kepanjen-Pagak-Donomulyo

Kemudian Tahun 2012 ini berangkat hari Minggu bulan Mei akhir saya meneruskan ekspedisi ini mengendarai motor HSX125 hanya 2 orang. Kali ini kami berangkat dari Surabaya daerah Perak jam setengah 8 pagi . Menuju Sidoarjo mengambil peralatan perjalanan ditempuh 1 jam setengah jam 9 sampai Sidoarjo karena macet ada car freeday, Sidoarjo Menuju Singosari 1jam sampai jam10 untuk mengambil barang lagi, kemudian langsung lanjut menuju pom bensin kepanjen untuk mengisi bensin melewati rute berbeda karena disinyalir rute ini lebih cepat karena jalannya sudah lumayan bagus yaitu melewati bendungan Karangkates-Sumber Pucung -Donomulyo-Matraman-Jonggring Saloko dari pada rute kami sebelumnya lewat kepanjen menuju selatan. Sampai kampung awal Jonggring Saloko kami membeli bekal minuman untuk bekal melewati trek cadas dan terjal.

Masuk Kampung awal Jonggring Saloko jaraknya sampai pantai adalah 11km hanya 3km ada perkampungan penduduk sisannya hutan dan tebing kami lewati sejauh 8km dan selamanya 1jam setengah. Perjalanan kami lewati dengan penuh tantangan dan ihktiar karena memang jalanan sungguh cadas batu-batu besar kecil, makadam, lumpur kering, dengan lebih banyak tanjakan dari pada turunan padahal kita menuju pantai seharusnya lebih banyak turunan akhirnya selama perjalanan pun kami benar-benar penasaran  dengan trek jalanan disini. plang demi plang pun kami lewati dan kamipun terus semakin penasaran.

Akhirnya setelah melewati plang terkhir bertuliskan 1km kami pun sampai terlihat sebuah pos pintu masuk tak berpenjaga. Kamipun semakin penasaran hebat sekali kalau pantai yang jalannya sangat susah seperti ini masih ditarik tarif masuk….ha2…kami pun tertawa kenapa juga ada yang membangun pos masuk kurang kerjaan ini yang membangun dahulu. Sebelumnya kami sampai di pantai ini sekitar jam1an.

Sampai pantai kami pun disambut indahnya pantai Jonggring Saloko sesuai namanya yang berarti khayangan…AMAZing!!(yah kami berfikir kenapa jalannya semakin menanjak semakin dekat kepantai ya mungkin karena itu pantai ini disebut pantai Jonggring Saloko) memang semuanya terbayar kelelahan kami selama 11km bertempur dengan jalan terjal dan cadas. Saat dipantai kami hanya bertemu beberapa orang pengunjung bisa dihitung dengan jari tidak sampai 10 orang dan hanya ada beberapa rumah penduduk yang tak berpenghuni di pantai.

_MG_0493

Kami langsung cari spot yang bagus untuk tempat foto-foto sambil menyisir pantai dan menikmati perawannya pantai Jonggring Saloko ini, Sambil kami berjalan lanscape pantai ini mirip sebuah pantai yang pernah kami kunjungi juga di Malang yaitu pantai Goa Cina bisa dilihat di link berikut https://suetoclub.wordpress.com/2011/08/05/touring-24-jam-mengitari-pantai-selatan-malang-pantai-goa-cinapart1/ nah agak miripkan tipikal pantainya juga hampir sama karang pasirnya. Kami pun foto2 menikmati pemandangan di pantai ini.

_MG_0506

Oh iya di pantai ini juga ada yang dinamakan watu gebros sebuah bilahan-bilahan karang yang terkena ombak dan menimbulkan bunyi semburan ombak. Cuman waktu itu kami tidak sempat mengabadikannya karena tidak kerasa setelah foto-foto haripun menjelang sore dan kami harusnya mempersiapkan tenaga  untuk menghadapi medan perang 11km lagi. Saya tetapi masih penasaran dengan jalan kecil yang saya lewati masih ingin mengexplore apakah ada jalan lain selain melewati jalan yang kita lewati tadi karena jalan yang kami lewati sangat kecil dan ada truk angkut kayu seandainya terjadi saling bentrok maka saya pikir jalan satu-satunya adalah mundur dan mencari tempat menepi dikarenakan kanan kiri jalan sudah jurang. Tapi karena diburu waktu kamipun berfikir sambil pulang. Treknya juga asyikk untuk orang-orang yang hobi trekking dan camp di pantai.

_MG_0508

Setelah keluar dan sampai kecamatan  Donomulyo kami langsung menuju Perak Surabaya untuk bersiap mengahadapi aktifitas hari senin. Sekian terima kasih, harpan kami para Sueto tim ekspedisi mudah-mudahan kebersihan alam pantai ini tetap terjaga dan jalanannya mungkin agak sedekit diperbaiki paling tidak layak dan tidak menguras tenaga supaya seluruh dunia dan Indonesia tahu bahwa kekayaan alam di Indonesia itu melimpah dan masih banyak tempat-tempat tersembunyi yang indah seperti surga kecil di nusantara ini pantai Jonggring Saloko salah satunya.

_MG_0516

_MG_0518

_MG_0528

_MG_0533

_MG_0549

_MG_0552

_MG_0564

_MG_0575

_MG_0590

_MG_0602

_MG_0606

_MG_0704

_MG_0707

_MG_0728

_MG_0736

Eh iya waktu pulang kok ada tempat yang bagus akhirnya kami coba photo-photo sebentar….

_MG_0740

_MG_0741

_MG_0745

_MG_0749

Berikut videonya :


Edo Rusyanto's Traffic

PASTI kita kerap mendengar kasus kecelakaan lalu lintas jalan akibat kondisi jalan. Entah karena jalan berlubang atau bergelombang. Pastinya, kecelakaan menyakitkan bagi sang korban.
Data Korps Lalu Lintas Mabes Polri menyebutkan, pada 2011, faktor jalan menjadi kontributor kedua terbesar. Faktor manusia masih teratas. Tahun lalu, ada 127 ribuan kasus kecelakaan. Sebanyak 86 korban tewas setiap hari pada tahun itu. Miris.
Nah, faktor jalan menyumbang 28,17%. Tuh gede kan?
Ternyata, faktor jalan memiliki delapan aspek loh. Itu menurut data Korps Lantas Mabes Polri. Pertama, aspek tikungan tajam. Inilah aspek paling dominan dalam menyumbang kecelakaan dari faktor jalan. Aspek tikungan tajam berkontribusi 25,32% terhadap faktor jalan.
Kita tahu, tikungan tajam membahayakan jika tidak hati-hati. Terlebih, jika memaksakan diri mendahului di tikungan tanpa memperhatikan garis lurus menyambung dan kendaraan dari arah berlawanan.
Kedua, tidak ada marka atau markanya rusak. Aspek ini berkontribusi 15,74%. Marka yang rusak menjadi tanggung jawab dinas perhubungan. Jika kedapatan…

Lihat pos aslinya 145 kata lagi


Kali ini Sueto memposting sebuah perjalanan salah satu anggota Sueto yang ada di Yogyakarta. langsung saja kita simak ceritanya.

Hari Minggu, 3 Juni 2012 kemarin, saya dan beberapa teman saya pergi ke salah satu obyek wisata andalan wonosari, yaitu Air Terjun Sri gethuk. Air terjun ini terletak sekitar 40 KM dari kota Yogyakarta, unutk menuju ke air terjun tersebut kita dapat menempuhnya dengan segala kendaraan, mulai bis hingga motor. Akhirnya berangkatlah kami sekitar pukul 08.30 dari kota Yogyakarta.

Rute menuju wisata Sri Gethuk Waterfall

Detail Rute

Tujuan utama kami memang untuk menuju  Air terjun Srigethuk. Untuk rute dari arah Jogja kita lewat jl yogyakarta-wonosari-patuk, setelah sampai pertigaan Gading belok kanan menuju Playen, dari Playen cari jalur menuju Paliyan dengan jarak kira – kira 1,5 km setelah itu para pengunjung akan menjumpai papan penunjuk arah dan pengunjung tinggal mengikuti arah menuju ke Objek wisata Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun Sri Gethuk yang dahulu oleh penduduk disebut dengan Air Terjun Slempret.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30-45 menit, kami pun akhirnya sampai di pos masuk objek wisata itu. Secara keseluruhan perjalanan terhitung lancar, walaupun perjalanan masih ada jalan yang tidak layak untuk dilewati dengan sepeda motor.

Di pos ini terdapat info mengenai objek wisata yang ada di daerah tersebut. Ternyata dalam satu kawasan wisata tersebut ada 2 objek yang cukup menarik, yaitu Goa Rancang dan Air terjun Srigethuk. Setelah membayar karcis masuk seharga 3000/orang dan 1000/orang (untuk mobil 7000/orang) kami memutuskan untuk menuju ke gua rancang terlebih dahulu sebelum kita berbasah-basah ria di air terjun srigethuk.

Gua rancang ini pintu masuknya sangat besar, berbentuk seperti kubah dengan tinggi sekitar 10-15 meter di mulut pintu masuk terdapat pohon besar yang sudah tua yang saya lupa namanya hahaha, kata pemandu lokal pohon itu dapat berbuah dan buahnya berasa manis gimana gitu.

Gua Rancang

Akhirnya kami masuk lebih dalam ke gua rancanng. Untuk masuk kita harus melewati sebuah lubang yang cukup kecil. Mungkin untuk ukuran Mas Tomb akan lumayan kesulitan untuk melewati lubang ini. Setelah melewati lubang ini, terdapat ruangan sebesar 4×5 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Konon katanya tempat ini digunakan untuk bertapa nya orang sakti jaman dulu. Di dinding gua ini terdapat semacam lambang negara kita yaitu burung garuda yang digambar oleh para pejuang pada masa itu.

Sekilas sejarah tentang gua rancang ini, kata pemandu lokal, dahulu kala ada 3 orang (saya lupa namanya) pergi dari madiun/magetan (saya juga lupa hahah) karena terdesak oleh penjajah. Kemudian 2 dari 3 orang tersebut menemukan gua rancang tersebut. Asal kata dari gua rancang itu ya gua untuk merancanang strategi melawan penjajah. Untuk sejarah yang mistisnya, di dinding gua tersebut terdapat ukiran berupa kunci, yang konon katanya kalau seseorang menemukan makna sejati dari kunci tersbut maka gua rancang tersebut akan langsung menembus hingga pelataran merapi. Yah setelah mendengar cerita ngalor-ngidul dari pemandu lokal tersebut kami berfoto2 terlebih dahulu dan langsung menuju air terjun srigethuk. Oh ya, untuk biaya pemandu lokal tersebut sebenarnya tidak ada patokan harga resmi, kasih saja yang layak sesuai dengan jumlah rombongan kita….

Akhirnya, kami sampai di tempat parkir areal air terjun srigethuk. Air terjun srigethuk ini berupa mata air setinggi sektiar 50 meter terletak di dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Meski tak setinggi grojogan sewu di tawamangu, pemandangan di sekitar air terjun tersebut juga tak kalah indahnya. Dikelilingi tebing tinggi dihiasi pepohonan membuat tempat itu semakin teduh walaupun matahari kian tinggi, air sungai berwarna hijau namun jernih di bawah  air terjun pun sangat menggoda kita untuk segera menceburkan diri ke pelukannya, sawah-sawah yang membentang selama perjalanan menuju air terjun pun turut menambah nilai dari objek wiasata yang satu ini.

Rute1 lewat sawah

rute 2 pakai gethek

Akses dari tempat parkir menuju air terjun bisa dilewati melalui 2 jalur melalui sungai dengan getek atau berjalan melewati hamparan sawah hijua keemasan yang sangat sejuk. Akhirnya kami memutuskan untuk melewati sawah terlebih dahulu. Perjlanan darat tersebut kira kira sekitar 500 meter dengan hamparan sawah disekeliling kita dan sedikit menaiki tangga yang  cukup pendek. Setelah kira2 15 menit kita mencapai tujuan utama hari ini, Air Terjun Srigethuk!!

Wah begitu kita sampai air terjun bau air yang terbawa angin sangat sedap, mata pun terbelalak melihat hamparan sungai dibawahnya yang membuat kita ingin menceburkan diri. Tanpa panjang pikir kami segera berubah kostum dan menceburkan diri di sungai tersebut. Sebenarnya sih cukup aneh juga dari tujuan awal yang kita ingin melihat air terjun malah kita nyebur ke sungai dulu dari pada melihat air terjunnya. Tapi sebenarnya view air terjun dari sungai pun cukup menarik kita dapat melihat air terjun secara keseluruhan!! Kita menghbaiskan waktu sekitar 2 jam di sungai dan air terjun itu. Mulai foto-foto, berenang susuri sungai meski nggak jauh-jauh, dan ada juga spot untuk melompat dengan tinggi sekitar 5 meter dari sungai. Seperti yang telah saya tulis diatas, sungai ini ditutupi oleh tebing yang tinggi sehingga jangan khawatir kepanasan saat berenang siang2. Setelah puas berenang kami menepi dan istirahat sebentar sambil membeli beberapa gorengan unutk menemani istirahat siang itu. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkir untuk bersih diri, namun kali ini kami memilih naik gethek, sebuah perhu kecil bermesin, setiap orang ditarik biaya 5000 rupiah untuk naik gethek ini. Jika tadi kita bolak-balik naik gethek ini biaya menjadi 7000/orang.

Yah secara keseluruhan, objek wisata ini memuaskan sekali, mulai dari harga yang cukup murah, akses yang mudah, dan objek wisata pun terjaga keindahan dan kebersihannya. Jadi kalau maen ke Jogja jangan hanya muter2 malioboro, benteng vrederbug, tamansari, dan keraton. Masih bnyak wisatadi DIY ini. Oke sekian dulu CatPer dan sekilas review dari saya tentang objek wisata ini. Tetap jalan2 dan tetap bahagia! Salam Wildlife! (gema)

Berikut videonya sebagai bahan referensi :


_MG_0256

Besok Hari Jumatnya kami teruskan perjalanan di pagi harinya langsung menuju Waduk Sermo setelah sarapan.  Perjalanan dari Purworejo ke Waduk Sermo ini kurang lebih 1jam lebih perjalanan. Waduk SERMo terletak di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta. Diresmikan Presiden Soeharto, 20 November 1996. Saat kini debit air yang mengisi waduk sudah hampir sampai batas maksimum. Banyak orang datang, selain untuk rekreasi juga memancing ikan.

Waduk Sermo sendiri menurut Pemkab Kulonprogo memiliki luas genangan kurang lebih 157 Ha dengan keadaan air yang jernih membiru serta bentuknya yang berkelok-kelok menyerupai jari tangan dengan latar belakang perbukitan menoreh yang hijau. Wisatawan dapat menikmati panorama waduk dengan berkeliling menggunakan perahu wisata atau melewati jalan lingkar aspal sepanjang 21 km. Selain sebagai obyek wisata yang nyaman, pengunjung bisa memancing di area waduk. Banyak ragam ikan yang ada di Waduk Sermo, tetapi kebanyakan pemancing mendapatkan Ikan Nila. Meski pengunjung bebas memancing di Waduk Sermo ada kawasan-kawasan tertentu yang dilarang karena berbahaya.

Masyarakat sekitar Waduk Sermo juga ada yang memanfaatkan waduk ini untuk membangun keramba. Malah ada yang menggunakankeramba tersebut untuk dijadikan rumah apung untuk beristirahat dan makan bersama. Waduk Sermo yang pada mulanya secara hanya untuk diupayakan agar dipelihara sebaik-baiknya bakal jadi salah satu objek yang bisa diunggulkan di Yogyakarta. Sayang, waduk yang dibuat pada tahun 1993 tersebut hanyalah satu-satunya waduk yang ada di DIY.

 Material

Waduk Sermo yang berada di Desa Hargowilis ini dibuat dengan membendung Kali Ngrancah. Dasar dari waduk sermo itu adalah Formasi Nanggulan (banyak batupasir kuarsa, dan juga batulempung yang Moluska-nya melimpah). Dinding waduknya sebagian besar adalah Formasi Andesit Tua. Bendung tipe urugan tsb diurug dari batuan andesit yang quarry nya juga dari Formasi Andesit Tua di sekitar waduk. Meluncur ke arah hilir dari Waduk ke arah Kokap atau Wates, kita akan menemukan jejak-jejak penambangan bijih Mn yang pernah top di tahun 1970-1980.di Kliiripan itu, yang secara stratigrafi endapan nodul-nodul pirolusit tsb berada pada transisi batas endapan vulkanik ke endapan karbonat miosen bawah.

Bendungan yang menghubungkan dua bukit ini berukuran lebar atas delapan meter, lebar bawah 250 meter, panjang 190 meter dan tinggi bendungan 56 meter. Waduk ini dapat menampung air 25 juta meter kubik dengan genangan seluas 157 hektar. Biaya pembangunannya Rp 22 miliar dan diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan (1 Maret 1994 hingga Oktober 1996). Untuk pembangunan waduk ini, Pemda Kulonprogo memindahkan 107 KK bertransmigrasi — 100 KK ditransmigrasikan ke Tak Toi Bengkulu dan tujuh kepala keluarga ditransmigrasikan ke PIR kelapa sawit Riau alias “bedol deso”.

Transportasi

Letak  Waduk Sermo dari kota Wates hanya berjarak kurang lebih delapan kilometer. Perjalanan menuju ke waduk Sermo dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Karena lokasinya yang berada di bukit jalanan menanjak dan berkelok-kelok namun cukup menyenangkan. Rute termudah adalah dari Kota Wates — RSUD Wates ke arah barat selanjutnya ikuti saja papan petunjuk. Bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri ada angkutan Umum yang melayani rute Wates — Kokap, akan tetapi angkutan ini tidak masuk sampai Lokasi Waduk Sermo, anda harus turun sebelum pintu gerbang Waduk Sermo. Retribusi masuk Waduk Sermo juga cukup murah hanya seribu rupiah per orang dan parkir roda 2 seribu rupiah juga, untuk mobil dua ribu rupiah.

Meski pemandangan dan suasana Waduk Sermo cukup eksotik tetapi sangat disayangkan minim warung makan yang cukup lengkap. Hanya ada beberapa warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya. Jika hanya sekedar untuk melepas dahaga dan mengganjal perut mungkin sudah cukup, tetapi untuk wisata kuliner masih kurang. Apa mungkin karena kami datang terlalu pagi, tetapi memang keadaan wisatanya masih sangat sepi didaerah sini.

Kamipun tak lama di waduk Sermo hanya mengelilingi waduk dan langsung naik gunung ke daerah puncak selayang pandang di Kalibiru. Kami hanya di tarik tarif parkir sepeda motor atau mobil karena diharuskan berjalan kaki jika ingin samapai gardu pandang. Di Kalibiru ini pemandangan sangat bagus anda bisa melihat keseluruhan bentuk waduk sermo juga ada tempat flyingfox dan gerdu pandang pemandangan alam wilayah kulonprogo ini juga bisa diliat dari sini. Jika cuaca cerah anda pun bisa melihat pantai Congot dari atas puncak Kalibiru ini.

Setelah selesai menikmati keindahan alam dari Kalibiru kami pun bersiap prepare kembali ke Yogya untuk jumatan dan ke Malioboro untuk pulang kembali menuju Surabaya. Sebenarnya kami masih ingin menjelajah lagi tempat-tempat lainnya di kabupaten Kulon Progo ini tetapi karena keterbatasan waktu tiap personel tim kami akhirnya putuskan untuk kembali ke Surabaya pada sore harinya setelah dari Malioboro. Alhamdulillah kamipun samapai dengan selamat dari Surabaya sekitar jam 1 sabtu pagi dan akhirnya bisa menulis artikel ini untuk di share bagi pecinta alam dan Traveller semoga berguna.

Berikut foto-fotonya :

_MG_0262

_MG_0260

_MG_0309

_MG_0318

_MG_0332

_MG_0342

_MG_0363

_MG_0366

_MG_0372

Iseng-iseng Foto saat di Malioboro :

_MG_0395

_MG_0407

_MG_0412

_MG_0416

SUETO1

 Sebenarnya waduk ini katanya banyak menyimpan misteri tapi bagiku yang penting kemanapun kita berada kesadaran untuk menikmati dan melindungi alam itu harus ada. Salam wildlife Sueto!

Berikut Videonya :

http://www.youtube.com/watch?v=CiHy6PffH38

 


_MG_0099

Setelah lama tak posting tentang perjalanan karena memang banyak kesibukan dan tertunda-tunda akhirnya kami Suetoclub mengadakan event Tour menjelajah wisata alam yang ada di daerah kabupaten Kulon Progo yang masuk wilayah DIY. Perjalanan yang dilakukan April 2012 ini beranggotakan 5orang 3motor dari Surabaya dan berangkat kamis pagi jam 2 dari Sidoarjo. Perjalanan dari Sidoarjo melewati Mojosari-Jombang-Nganjuk-Caruban-Ngawi-Sragen-Solo-KlatenYogyakarta-KulonProgo-Purworejo. Kami ambil moment untuk tour karena waktu itu bertepatan dengan libur panjang dan tanggal merah sehingga perjalananpun bisa lebih santai. Kami melakukan perjalanan dan berhenti di Nganjuk untuk istirahat kemudian Caruban untuk istirahat mengisi bensin dan subuhan dan langsung dilajutkan sampai pom bensin Klaten untuk istirahat sejenak karena waktu itu ramai dan macet sekitar jam8 pagi kami sampai Klaten istirahat sekitar setengah jam untuk langsung menjeput anggota terakhir yang ada di Yogya pada saat itu perjalanan sangat macet Klaten-Yogyakarta kami tempuh bisa 2jam padahal biasa hanya 30 menit lebih. Setelah sampai Yogyakarta kami prepare dan ishoma di yogya. Setelah formasi Suetotim lengkap kami langsung cabut menuju ke tujuan pertama yaitu pantai Glagah dan pantai Congot supaya bisa lebih santai dan hari tidak terlewat sore. Perjalanan kami tempuh dengan santai sekitar 1jam lebih kami sudah sampai di pintu masuk pantai Glagah. Masuk pantai Glagah dan Congot kami ditarik tarif retribusi Rp 4000,- untuk sepeda motor dengan 1 orang atau tarif perorangan Rp3000,- Sesampai pantai kami langsung mencari tempat singgah karena pada hari itu matahari sangat terik sambil istirahat dan berputar-putar pantai Glagah sambil melihat suasana pantai.Pantai Glagah berada di daerah KabupatenKulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Sebagaimana kebanyakan pantai di pesisir selatan pulau jawa, pantai glagah memiliki ombak yang cukup besar.

_MG_0104

Dataran pantai yang lapang dan garis pantai yang panjang juga memberikan anda sejumlah lokasi alternatif untuk melihat keindahan pemandangan pantai. Masing-masing lokasi seolah memiliki nuansa yang berbeda walau masih terletak dalam satu kawasan. Di setiap lokasi itu, anda bisa menikmati seluruh keindahan pantai dengan leluasa, sama sekali tak ada karang-karang raksasa yang kadang menghalangi pandangan mata. Lokasi pertama yang sangat tepat untuk melihat pemandangan pantai adalah sebuah lokasi yang akan dijadikan pelabuhan beberapa tahun ke depan. Anda bisa menjumpainya bila telah sampai di belokan pertama dari pos retribusi, tandanya adalah sebuah plang bertuliskan PP. Pertemuan aliran sungai dengan ombak lautan yang penuh harmoni bisa disaksikan dengan menaiki sebuah gardu pandang yang terdapat di sana. Sepanjang lokasi pertama hingga beberapa ratus meter ke arah barat, anda bisa menjumpai sebuah laguna dengan aliran air yang menuju ke arah muara sungai. Laguna ini membagi kawasan pantai menjadi dua, lokasi yang masih ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan pantai dan rerumputan dan lokasi gundukan pasir yang langsung berbatasan dengan lautan. Anda bisa menyeberang ke lokasi gundukan pasir melewati jalan penghubung yang terletak tak jauh dari muara sungai. Berjalan lebih ke barat, anda bisa menyaksikan aktivitas warga sekitar dan beberapa wisatawan memancing ikan. Daerah pantai yang cukup landai memberi anugerah ikan dalam jumlah yang cukup besar. Sejumlah kios yang menjajakan sea food juga terdapat, menyajikan beragam menu yang pantas untuk dicoba. Fasiltas Selain pemandangan pantai yang indah, Pantai Glagah juga memiliki beragam fasilitas wisata pantai. Salah satu adalah area motor cross yang terletak persis di pinggir pantai dengan luas yang cukup besar, memberi kepuasan bagi anda penggemar olahraga ini. Biasanya Kejuaraan motocross diselenggarakan setiap tahunnya dengan memperebutkan piala bergilir Bupati Kulon Progo. Disamping tu terdapat juga kejuaraan nasional bola volley pantai pada tahun 1997. Di sini juga biasa diadakan upacara adat Merti desayang bertujuan untuk memohon keselamatan penduduk desa Glagah. Sementara itu, jalan beraspal yang menghubungkan pantai Glagah dengan pantai-pantai lain bisa dimanfaatkan sebagai arena olah raga sepeda pantai. Anda bahkan bisa menikmati fasilitas agrowisata pantai dengan mengunjungi perkebunan Kusumo Wanadri. Di sana, anda bisa mengamati proses budidaya beragam tanaman obat mujarab, seperti buah naga dan bunga roselle. Selain itu, anda juga bisa menyewa gethek, kano dan bebek dayung yang bisa digunakan untuk tur menyusuri laguna atau sekedar menyeberang lewat jembatan kayu menuju lokasi gundukan pasir di tepi pantai. Lelah berkeliling, anda bisa beristirahat di gubug lesehan dalam kawasan areal perkebunan Kusumo Wanadri. Sejumlah menu makanan dan minuman eksotik pantas untuk dicoba. Anda bisa mencicipi jus buah naga yang menyegarkan dan dikenal mampu menyembuhkan beragam penyakit, atau memesan es sirup bunga roselle yang mampu melepas dahaga sekaligus menetralisir beragam jenis racun dalam tubuh. Transportasi Untuk menikmati keseluruhan keindahan pemandangan pantai Glagah, anda bisa melaju melintasi dua alternatif jalan. Pertama, berjalan ke selatan melewati jalan Bantuldan berbelok ke kanan menuju jalur Bantul – Purworejo setelah sampai di Palbapang. Kedua, berjalan ke barat melewati lintasan jalan Yogyakarta – Wates – Purworejo dan berbelok ke kiri setelah menjumpai plang menuju Pantai Glagah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk lebih mudah mengaksesnya. Perjalanan ke pantai ini tak sesulit perjalanan menuju pantai di wilayah Gunung Kidul. Jalan-jalan yang dilalui cenderung datar dan tak banyak tanjakan sehingga anda bisa menempuhnya sambil bersantai. Lintasan menuju kota Purworejo itu juga menghubungkan Pantai Glagah dengan pantai-pantai lain di Kabupaten Kulon Progo. Jadi, sekali mengayuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, anda bisa mengunjungi pantai-pantai lain setelahnya.

Petunjuk arah mengemudi ke Pantai Glagah Indah Sari Yogyakarta – Kodya Yogyakarta 1. Ke arah utara di Jalan Ireda menuju Jalan Brigadir Jenderal Katamso 400 m 2. Belok kanan menuju Jalan Brigadir Jenderal Katamso 700 m 3. Ambil ke-3 kiri menuju Jalan Senopati 500 m 4. Terus ke Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 950 m 5. Terus ke Jalan RE Martadinata 900 m 6. Terus ke Jalan Wates 2,0 km 7. Belok sedikit ke kiri untuk tetap di Jalan Wates 2,7 km 8. Terus ke Jalan Yogyakarta – Bantul 7,6 km 9. Terus ke Jalan Wates 12,6 km 10. Terus ke Jalan Kolonel Sugiono 1,2 km 11. Terus ke Jalan Khuduri 600 m 12. Terus ke Jalan Ahmad Dahlan 4,2 km 13. Terus ke Jalan Raya Wates 4,9 km 14. Belok kiri 650 m 15. Belok kanan 600 m 16. Belok kiri 1,3 km 17. Belok kiri 8 m 18. Ambil ke-1 kanan 1,4 km Setelah kami puas beristirahat di pantai Glagah kami menuju area pantai Congot yang ada disebelah barat pantai Glagah. Pantai Congot ini adalah pantai wisata yang paling tepat dikunjungi setelah bertandang di Pantai Glagah. Kedua pantai itu berjarak sangat dekat dan dihubungkan oleh jalan beraspal halus yang bahkan cukup mudah ditempuh menggunakan sepeda. Terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Pantai Congot menjadi pusat kegiatan warga sekitar yang menggantungkan hidup dengan mencari ikan. Keindahan pemandangan bisa dijumpai bahkan selagi anda masih dalam perjalanan menuju pantai ini. Sepanjang jalan yang menghubungkan Wates dengan Pantai Congot, anda bisa bisa menyaksikan hamparan sawah hijau dan aktivitas warga desa di Kulon Progo yang umumnya menjadi petani. Seperti dataran dekat pantai di wilayah lain, jalan-jalan menuju Pantai Congot juga dihiasi oleh deretan pohon kelapa. Pantai Congot memiliki pesona tersendiri dibanding pantai-pantai lainnya sebab nuansa nelayan dan perikanannya yang begitu kuat. Di sepanjang garis pantainya, anda bisa melihat aktivitas warga sekitar dan wisatawan lokal memuaskan kegemaran memancing. Di sudut lain, terdapat para nelayan yang tengah menjala ikan di tepi pantai, menghancurkan cangkang rajungan yang melekat di jala ataupun membersihkan perahu. Terutama daerah muara di tempat ini sangat bagus untuk di buat foto dan mengabadikan moment, daerah ini disebut muara sungai bogowonto. Perjalanan dari pantai Glagah ke pantai Congot Meski tak begitu banyak jumlahnya, sejumlah warga sekitar membuka warung kecil yang menjajakan sea food sebagai menu utamanya. Mungkin menikmati hidangan sambil melihat aktivitas para nelayan tentu memberikan nuansa berbeda dibanding jika menikmatinya di restaurant tengah kota. Bau sedap ikan goreng dan bakar akan segera menyergap hidung ketika hidangan tengah dimasak, mengundang selera untuk segera menikmatinya.tapi waktu itu kami hanya menghirup bau ikan bakar karena memang sudah kenyang dan hanya lewat saja menuju muara bogowonto. Transportasi Untuk berkunjung ke Pantai Congot, anda tak perlu membayar biaya tambahan. Kunjungan ke pantai ini sudah termasuk dalam tiket wisata menuju Pantai Glagah. Letak Pantai Congot yang sangat dekat dengan Pantai Glagah tentu cukup menjadi alasan untuk mengunjunginya. Nuansa nelayan dan perikanan yang begitu kuat menjadikan pantai ini tetap memiliki kekhasan dan tak bisa begitu saja disamakan dengan Pantai Glagah. Setelah selelsai menikmati kawasan pantai Glagah dan Congot kami langsung menuju Purworejo untuk menginap ditempat salah satu sodara teman kami  dikarenakan hari itu sudah terlihat mendung dan akan hujan. Sesampai di Purworejo kami makan lagi dan istirahat untuk persiapan besok pagi menuju waduk Sermo tapi sambil menunggu mata terlelap saya menikmati dulu suasana asri sebuah desa pedalaman yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Terasa tenang benget sampai benar-benar merasa mengantuk dan selamat malam. Berikut Foto-Foto saat di Muara Bogowonto

_MG_0131

 

_MG_0168

_MG_0181

_MG_0188

_MG_0208

_MG_0209

_MG_0221

Berikut Videonya :

Pesannya tetap dijaga kelestarian dan keindahan kalau berkujung dimanapun yah…maknai setiap perjalanan sebagai GreenTraveler/GreenTour.

%d blogger menyukai ini: