Archive for Juni, 2014



Ring of Fire Adventure

Edo Rusyanto's Traffic

edo dan youk tanzil_1
Penulis dan Youk Tanzil di Citos, Jakarta Selatan. (dok:edo)

SOSOK yang satu ini seakan tak pernah letih. Di usianya yang ke-61 tahun, sikap energiknya begitu kentara. Seperti siang itu saat bertemu saya di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, memakai kaos hitam bertuliskan ‘Ring of Fire Adventure’ pada bagian depan dan “We are many, We are IndONEsia” di bagian belakang. Memakai celana khusus pesepeda motor dan sambil menenteng helm X-lite yang memiliki perangkat Bluetooth, tampilan sosoknya amat pesepeda motor. Belum lengkap, siang itu dia menunggang sepeda motor BMW bermesin 800cc.

“Saya sudah menunggang sepeda motor sejak usia 16 tahun,” seloroh Youk Tanzil, penggagas sekaligus pelaksana ekspedisi mengelilingi Nusantara dengan menunggang sepeda motor bertajuk ‘Ring of Fire Adventure’, saat berbincang dengan saya, Sabtu, 21 Juni 2014 siang.

Sosoknya lengkap. Dia pengusaha, juga petualang bersepeda motor. Di rumahnya saat ini bertengger 11 kuda besi dengan berbagai jenis dan kapasitas mesin. Mulai dari…

Lihat pos aslinya 823 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

capres baliho prabowo

GEMURUH pemilihan presiden kian membahana. Waktu yang kurang dari 20 hari benar-benar dimaksimalkan oleh tim sukses masing-masing calon presiden (capres). Harapannya pada hari pemungutan suara 9 Juli 2014 bisa meraup suara sebanyak-banyaknya.

Pada pilpres 2014 ada dua pasang capres/cawapres. Nomor urut satu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, sedangkan nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) dan Muhammad Jusuf Kalla. Keduanya punya program kerja yang relatif sama, yakni mensejahterakan rakyat Indonesia.

Kelak, salah satu pasangan itu bakal memimpin Indonesia untuk periode 2014-2019. Pada mereka kami sandarkan harapan mewujudkan Indonesia yang aman, nyaman, dan sejahtera. Menjadi bangsa yang bermartabat di kehidupan global.

Salah satu kenyamanan dan kesejahteraan yang diharapkan kepada mereka adalah terwujudnya lalu lintas jalan yang humanis. Para pengguna jalan terbebas dari stagnasi arus kendaraan yang bikin stress. Distribusi barang dan jasa mengalir lancar tanpa kutipan biaya siluman yang menggelembungkan biaya produksi. Pada gilirannya konsumen tidak memikul harga yang irasional.

Kesemua itu…

Lihat pos aslinya 319 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

laka berita koran tempo

INDONESIA punya catatan kelam soal kecelakaan lalu lintas jalan. Tahukah Anda soal jenis-jenis kecelakaan yang dominan melanda negara kita?

Mengutip data Korp Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pada 2013, jenis kecelakaan terbesar adalah tabrakan depan dengan depan. Maksudnya, tabrakan antara bagian depan kendaraan dengan bagian depan kendaraan lainnya. Tabrakan jenis ini populer disebut adu kambing atau adu banteng.

Kecelakaan jenis adu kambing menyumbang 23,46% terhadap total kasus kecelakaan yang terjadi pada tahun lalu. Setiap hari setidaknya rata-rata ada 64 kasus kecelakaan jenis yang satu ini.

Jenis kecelakaan yang satu ini kerap terjadi di ruas yang memiliki dua arah tanpa median jalan. Bisa jadi karena salah satu dari kendaraan yang terlibat sedang mendahului. Namun, lantaran kurang perhitungan dari arah berlawanan muncul kendaraan lain. Tabrakan pun tak bisa dihindari. Sedikit kasus seperti yang terjadi di jalan layan non tol Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta beberapa waktu lalu. Sekalipun tabrak depan-depan, tapi…

Lihat pos aslinya 198 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

mobil remaja palembang tabrakan
foto:vivanews.com

PEKAN lalu kita disodori sebuah berita yang menggelitik. Sepasang remaja, perempuan dan lelaki terlibat kecelakaan mobil dengan sejumlah kendaraan bermotor lainnya. Sang pengendara, remaja pria berusia 14 tahun, sebaya dengan sang remaja puteri yang diduga kekasihnya. Mereka terlibat kecelakaan yang diduga lantaran panik dalam mengemudi. Menggelitiknya, kepanikan terjadi karena pasangan ini ditegur oleh petugas satuan pengamanan (satpam) karena dicurigai sedang melakukan sesuatu yang diluar kelaziman.

“Security melihat mobil Yaris mencurigakan, seperti orang yang mengawasi situasi rumah. Petugas security langsung menghampiri dan mendekati mobil tersebut serta mengetok kaca pintu,” kata Kapolsek Plaju AKP Siti Farida saat dihubungi, seperti dilansir Tribunnews.com, Kamis (12/6/2014).

Ironisnya, remaja putera yang mengemudi justeru tancap gas. Dia pun menyeruduk sejumlah kendaraan bermotor. Setidaknya ada empat sepeda motor dan dua mobil yang digeruduk mobil pasangan remaja itu. Beberapa orang pun harus terluka. Mobil Toyota Yaris sang remaja berhenti mencium tiang listrik. Kejadiannya di Palembang, Sumatera Selatan.
Ya…

Lihat pos aslinya 287 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

kartun motor haryadhi

KOMPOR Oto Blogger Indonesia (OBI) akhirnya ‘hidup’ lagi. Entah mesti senang atau gembira. Sama aja yah?

Kompor OBI merupakan ajang berbagi para anggota OBI atau yang akrab disapa dengan Obiwan. Untuk melengkapi obrolan, ada narasumber yang diundang untuk berbagi. Biasanya topik bahasan memilih bidang yang sangat khas dan dinilai bisa mencerahkan.

Sayangnya, Kompor OBI sempat vakum sejak dua tahun lalu. Kini, memasuki pertengahan 2014, ajang nyeleneh ini dihidupkan kembali. Seperti biasa, ajang ini terbuka bagi non-Obiwan dan GRATIS.

Kali ini topik yang dibahas adalah “Komik dan Potret Sosial”.

Yuk silakan mampir pada;

Hari/tanggal : Sabtu, 14 Juni 2014

Tempat : Black Canyon Coffee, Jalan Cipete Raya No. 8A

Waktu: Pukul 15.00 WIB – selesai

Narsum : Haryadhi

Haryadhi, kata blog kolega saya, Adhi Nugroho adalah salah satu penggagas Komik Jakarta, bersama Mice dan Lala. Komikus ini tergolong kelompok yang aktif menangkap potret sosial di Jakarta. Tak hanya itu, coretan Haryadhi…

Lihat pos aslinya 56 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

kompas ngebut taksi laka 2014

ADA artikel menarik di harian Kompas, edisi Minggu, 15 Juni 2014. Artikel di halaman 3 itu menceritakan kecelakaan lalu lintas jalan yang menimpa pasangan muda di jalan tol Jakarta. Pasangan itu hendak berlibur ke Malaysia dan Singapura, namun kandas lantaran kecelakaan lalu lintas jalan saat menuju bandara. Sang isteri meninggal dunia. Saat itu, sang isteri sedang mengandung lima bulan, sedangkan anak pertamanya baru berusia tiga tahun.
Taksi yang ditumpangi pasangan muda tersebut melaju dengan kecepatan 120 kilometer per jam (kpj). Sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan, taksi menabrak bagian belakang truk dan mobil lainnya. Tembok menghentikan ‘terbangnya’ mobil taksi.

“Saya sempat melihat spidometer mencapai 120 kilometer per jam. Namun karena sedang mengobrol, saya tak sempat mengingatkan sopir,” ujar sang suami seperti dilansir Kompas.

Satu lagi petaka jalan raya yang membuat duka bagi anak negeri. Kita sudah disodori jutaan kasus kecelakaan sepanjang dua puluh tahun terakhir. Lebih dari 300 ribu anak negeri…

Lihat pos aslinya 385 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

bus laka ciateur 2014 tribunnews
foto:tribunnews.com

WAJAH Komisaris Besar (Kombes). Sam Budigusdian tampak murung pagi itu, Rabu (18/6/2014).  Suaranya agak parau. Dia menyampaikan kabar duka kepada peserta focus group discussion (FGD) yang hadir di lantai tiga Gedung Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan.

“Pagi ini kita mendapat kabar duka, satu orang lagi meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata di kawasan Ciateur, Bandung. Total korban meninggal jadi sembilan orang,” kata Wakil Kepala Korlantas Mabes Polri itu dengan nada rendah.

Mantan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur ini menambahkan, sebanyak empat korban meninggal dunia di lokasi kejadian, empat lainnya di Puskesmas, dan satu di rumah sakit. Bus pengangkut 54 rombongan SMA Alhuda, Cengkareng, Jakarta Barat yang usai berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat itu terguling setelah sebelumnya menabrak mobil. Kejadian di Tanjakan Emenn, Subang, Jawa Barat pada Selasa (17/6/2014) tersebut menambah deretan kecelakaan serupa pada tahun ini. “Sebanyak 17 orang…

Lihat pos aslinya 612 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

ambulan sirbo

TERNYATA pengemudi ambulans menerapkan aturan main yang cukup tegas saat membawa pasien ke rumah sakit. Dua di antaranya adalah tidak menyalakan sirene dan melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam (kpj).
“Jika menyalakan sirene akan menaikkan adrenalin pasien, apalagi pasien sakit jantung. Bisa membahayakan kesehatan pasien,” ujar petugas dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam diskusi yang membahas protokol Kelalulintasan Kendaraan Darurat, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia bercerita, ambulans memang mesti cepat tiba di lokasi tujuan, misalnya lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Cepatnya ambulans dan petugasmedis di lokasi kejadian diharapkan bisa menolong korban yang berpotensi hidup. Karena itu, saat menuju lokasi tujuan menjemput pasien, ambulans menyalakan lampu sirene dan lampu rotatornya yang berwarna merah.

Sekalipun ambulans mendapat prioritas di jalan raya, menurut dia, pihaknya was-was jika mengabaikan aturan lalu lintas. Misal, menerobos lampu merah, hal itu riskan karena bisa saja terjadi insiden tabrakan dengan kendaraan lain yang tidak…

Lihat pos aslinya 203 kata lagi


DSCN8546

 

Namanya juga touring singkat jadi perjalanan dilakukan mesti dari Surabaya berangkat sabtu malam minggu jam 9 malam dan sampai Sby lagi jam 8 malam atau minggu malam senin..hanya untuk mengisi waktu luang liburan saja 🙂 Yup destinasi yang dipilih akhirnya adalah greenbay sebuah teluk yang lautnya berwarna kehijauan dan ada pantainya lokasinya juga berdekatan dengan Pantai Pulau Merah yang sudah terkenal itu.

Yup Bulan Mei kemaren mungkin di 2014 ini adalah bulan yang bisa dikatakan paling banyak tanggal merahnya jadi kami memanfaatkannya buat liburan. Akhirnya  kami pilih  touring ke Greenbay eh kebetulan ada rekanan SUETO yang mau gabung akhirnya join deh buat bareng rame-rame dengan klub motor lain menuju Greenbay(tapi inget Sueto bukan klub motor lo ya). Pada awalnya sembari ke Greenbay kami sebenarnya ingin mampir ke Pantai Pulau Merah yang letaknya bersebelahan juga tetapi apa daya waktu ternyata tidak cukup akhirnya destinasi fokus ke Greenbay sajalah

Berangkat malam hari dari Surabaya sekitar jam 9 malam tapi karena ada trouble akhirnya molor jadi jam 10 belum rekanan yang tambah molor lagi sekitar jam 11. Akhirnya saya berangkat duluan dan menunggu di kota probolinggo saja.

Yup Rutenya yang kami lewati bisa dikatan seperti ini dari Surabaya-Sidoarjo-Bangil-Pasuruan –Probolinggo-Klakah-Lumajang-Jember-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Gambiran-Pesanggrahan-Bangorejo-Siliragung-Pulau Merah-Desa Sarongan-TNMB-Greenbay.  Rute nanti pulangnya ya sama jugakok. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 618km PP dari Surabaya

Berikut Petanya :

Peta Akses Wisata

10373783_10201331291399076_8772276976566455412_n

Perjalanan begitu terasa lama dan mengantuk-ngantuk akhirnya dari Jember kita ngopi dulu melepas lelah di alun-alun sembari menunggu yang mau gabung lagi. Tidak lama kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju pemberhentian berikutnya yaitu kota Genteng. Waktu itu hari sudah menjelang subuh dan kami pun beristirahat sejenak untuk sarapan kemudian perjalanan langsung dilanjutkan menuju Taman Nasional Meru Betiri setelah gambiran ikuti aja plakat pulau merah, melewati daerah pedesaan yang kalau pagi bagus banget pemandanganya dan kebetulan cuaca saat itu sangat cerah, kemudian melewati Kawasan Pantai Pulau Merah yang kalau dari arah gambiran  ada plakat kalau belok kiri pulau merah kalau terus arah desa Sarongan nah pilih yang terus kawan-kawan. Ikuti saja jalannya sekitar 25 km an terus kemudian masuk ke perkebunan sungailembu disini udaranya sejuk sekali plus pemandangannya yang bagus dan akhirnya kami di sapa sebuah pantai sebelum masuk ke kawasan Taman Nasional Meru Betiri untuk membayar retribusi sebesar Rp 5000/perorang dan Rp 3000/sepedamotor

10440276_10201332241182820_8103860291421959698_n

10304346_10201341584216390_8389691765962670489_n

984116_10202425007566643_8621221461937462923_n

10364067_10202424979605944_2055129438549189679_n

10420102_10201335419742282_6358235505300510514_n

1907325_10202425000366463_1950253014324407636_n

10337765_10202424999926452_8975428510246859945_n

10402542_10202425006446615_8725474407158361503_n

10306082_10201335527584978_5514001188012680006_n

Banyak pantai memang di daerah Taman Nasional Meru Betiri ini Pantai Rejegwesi, Pantai Batu, Pantai Pesanggrahan, Pantai Penyu, Pantai Teluk Damai, Pantai Sukamade, Pantai Bandealit dan Pantai Green Bay jadi saya sarankan jangan terpesona dulu dengan pantai sebelumnya karena intinya adalah GreenBay hahaha..Karena Entar sebelum menuju Greenbay tenaga kalian sudah habis duluan karena takjub dengan pantai-pantai sebelumnya dan di Greenbay mau foto-foto sudah loyo tapi biasanya yang namanya cruiser justru sebaliknya hehe.

Perjalanan dari pos meru betiri ke greenbay inilah yang jalanannya sedikit extrem tapi tak seberapakok buktinya banyak yang berkunjung ke pantai Greenbay ini yap. Untungnya kami pagi sekali jadi masih tampak sepi jalanannya. Beberapa saat kemudian ternyata sudah sampai ditempat parkir untuk diteruskan perjalanan jalan kaki ke Pantai GreenBay sejauh 2km tapi disini kita bayar parkir motor dulu Rp2000,-. Lanjut jalan kaki mas bro mbak koneng yup disini kondisi fisik diuji kalau mau memilih tempat wisata disini ada 3 tempat ke Gua Jepang, ke Teluk Damai(peace Bay) atau lanjut ke GreenBay melewati Pantai Stone Shore.

Akhirnya kamipun bisa menginjakkan kaki di Teluk Hijau ini dan satu kata Amazing!Kalau mau bilang terbayar deh capeknya J sudah langsung siapkan alat dokumentasi dan silahkan liat beberapa fotonya.

10430868_10201337005421923_2788778757933526442_n

10358736_10201337021542326_5269287560982270392_n

10415663_10202424981445990_3209227112773767365_n

DSCN8483

DSCN8529

DSCN8544

DSCN8572

DSCN8587

DSCN8582

DSCN8599

DSCN8570

DSCN8591

DSCN8606

DSCN8581

 

 

Di Pantai ini juga ada air tejunnya lo tapi alirannya kecil seperti tetes air kalau pada saat musim kemarau. Oh iya anda yang ingi berkunjung juga bisa menyewa perahu untuk berkelilng teluk hijau dengan tarif 35ribu/orang PP bisa dimulai dari post meru betiri karena mungkin yang bawa mobil tidak memungkinkan untuk parkir di pos parkir terakhir jika jumah wisatawan yang membawa mobil membludak jadi pihak taman nasional menyediakan perahu yang bisa disewakan.

Dan singkat cerita kami dikejar waktu karena besok sudah harus memulai rutinitas lagi maka kami putuskan untuk meninggalkan pantai yang indah ini sekitar jam 10 an pagi dan tiba di Surabaya sekitar jam 20.00 WIB. See you next trip dan jangan lupa jaga kelestarian alam Indonesia dengan tidak mengotori pantai dengan sampah plastik paling enggak sedia kresek sebelum anda membuang sembarangan di pantai kemudian bisa sampah dibuang sesuai pada tempatnya biar tidak mengotori pantai indah yang mulai ramai pengunjung ini apalagi Greenbay ini sudah masuk pernah TV jadi siap-siap saja ke eksklusifan pantai akan berkurang jika kita tidak bisa melestarikannya. See You the Next Tour..Salam Wildlife!

ini videonya :

 

 

 


Edo Rusyanto's Traffic

anak di motor lombok 1

ADA sebuah anekdot. Begini bunyinya.

“Menyederhanakan masalah berbeda dengan meremehkan masalah. Lihat aja, gak ada rumah makan remeh, yang ada rumah makan sederhana.”

Hanya senyum kecil yang hadir saat mendengar atau membaca anekdot tadi. Saat direnungi lebih dalam anekdot tadi member pembelajaran penting bagi yang menyimaknya.

Masalah yang rumit bisa disederhanakan dengan gagasan cemerlang. Kerumitan yang ada bisa dituntaskan dengan cara yang elegan. Biasanya ide trengginas hadir lewat pemerasan otak secara efektif.

Misal, 25 pesepeda motor ingin touring, namun lebih dari separuh baru pertamakali. Lalu, sebagian besar tidak bisa berkendara pada malam hari dan lebih dari separuh memakai mesin yang lebih besar. Selain itu, peserta ingin lebih banyak beristirahat di lokasi ketimbang di jalan dan tidak ingin mengganggu pengguna jalan yang lain.
Penyederhanaan masalah dengan cara memilih keberangkatan pagi hari dan keberangkatan dibagi menjadi lima kelompok.
Dari contoh di atas penyepelean masalah bisa seperti ini. Seluruh rombongan berangkat pada tengah…

Lihat pos aslinya 390 kata lagi

%d blogger menyukai ini: