Archive for Maret, 2015



Edo Rusyanto's Traffic

road-workers

TUAN tahu kah tuan, kita kehilangan 70-an nyawa anak bangsa. Setiap hari.

Mereka meregang nyawa bukan karena perang konvensional dengan senjata kimia. Bukan juga lantaran bom bunuh diri untuk memerangi ideologi. Mereka tumbang karena angkara murka di jalan raya. Tewas mengenaskan karena petaka bernama kecelakaan lalu lintas jalan.

Tahukah tuan, fakta data menuding kegenitan di jalan raya yang dipertontonkan lewat keangkuhan diri menjadi penggoda utama hadirnya sang petaka. Lewat atraksi labrak aturan disana-sini sang petaka terus digoda untuk hadir. Tak pandang usia, tak pandang kasta yang kita sandang, atraksi tadi bak menu makan sehari-hari. Akarnya ada di dalam arogansi.

Lantas dimana sang penjaga berada? Manakala pelanggaran aturan dianggap sebagai biang kerok terjadinya kecelakaan di jalan, mestinya dia hadir. Mencengkeram para penunggang kuda besi maupun gerobak besi yang mempertontonkan arogansi.

Kapan tuan sudi mengepalkan tangan untuk meninju sang jagal jalan raya?

Menanti hadirnya kesadaran sepenuh hati tak semudah membalikkan telapak tangan…

Lihat pos aslinya 239 kata lagi

Iklan

Edo Rusyanto's Traffic

Poster 33_begal

DI TENGAH segala pergunjingan dan kecemasan yang mencuat di berbagai media, komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) punya gaya esentrik untuk mengekspresikannya. Lewat poster digital yang digulirkan, Jumat, 13 Maret 2015 malam, Kopcau seakan ingin berkata, jangan lupa ada tanggung jawab pemerintah dalam kecemasan yang kini meluas lewat berita begal brutal.

Ya. Berita soal aksi merampas sepeda motor dengan kekerasan atau yang diberi judul begal motor oleh para media massa, menjadi perhatian banyak kalangan belakangan ini. Kecemasan mencuat karena pengguna sepeda motor dihantui rasa takut dicegat, diambil motornya, atau bahkan dilukai oleh para pembegal. Dalam kondisi seperti itu Negara seakan tak berdaya.

Lewat poster bertajuk ‘Negara wajib melindungi keselamatan dan keamanan pengguna jalan’ Kopcau seakan meminta aparatur negara lebih sigap lagi menjamin keselamatan warganya. Poster digital ke-33 digambarkan dengan sosok pengendara sepeda motor yang dibayangi oleh ancaman kekerasan ketika berkendara di jalan. Dengan penataan warna yang apik dan penggunaan huruf serta rangkaian…

Lihat pos aslinya 373 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

sim c keluaran 2012

PETANG itu wajah Emanuel cerah. Dia sumringah karena sudah punya surat izin mengemudi (SIM) C. Lisensi itu sudah mengizinkan dia untuk wira-wiri menunggang sepeda motor untuk aktifitas sehari-hari.

“Saya bayar totalnya sekitar Rp 150 ribu. Saya ngurus sendiri ke Samsat di Daan Mogot, Jakarta Barat,” kata dia saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Dia bercerita, ngurus SIM sendiri cukup menyita waktu. Emanuel berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB dengan perkiraan perjalanan sekitar satu jam dia tiba di kantor Samsat sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah mengikuti serangkaian proses pembuatan SIM, akhirnya pada sekitar pukul 15.00 WIB dia sudah mengantongi lisensis mengemudi tersebut. “Orang yang ngurus SIM banyak sekali. Antre panjang,” paparnya sambil menunjukan SIM barunya itu.

Setelah melihat-lihat wujud SIM tersebut, SIM keluaran tahun 2015 memiliki perbedaan dengan SIM keluaran tahun 2012 yang saya miliki. Ini dia bedanya.

SIM keluaran tahun 2012 di bagian belakangnya hanya mencantumkan tiga…

Lihat pos aslinya 465 kata lagi


eco campus

Edo Rusyanto's Traffic

its sby sepeda dinas

TREN bersepeda kayuh di seputar kampus terus bergulir di Indonesia. Kampus jadi ikut menggulirkan kampanye ramah lingkungan. Apalagi, jika luas kampus tersebut mencapai puluhan hektar atau bahkan hingga seratusan hektare. Rasanya bisa lebih nyaman keliling kampus sambil gowes.

Salah satu kampus yang memiliki fasilitas sepeda adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Kampus yang memiliki luas sekitar 180 hektare itu cukup hijau karena disana sini terdapat pepohonan yang rindang. Salah satu shelter sepeda yang disediakan kampus tampak di salah satu sudut gedung rektorat.

“Sepeda kampus yang kami miliki ada sekitar lima ratusan unit di antaranya sumbangan dari para alumni ITS,” papar Yudha Prasetyawan, dosen sekaigus Sekretaris Pusat Inkubator Industri (BKIBV) ITS saat berbincang dengan saya, di kampus ITS Surabaya belum lama ini.

Dia menjelaskan, kehadiran sepeda kayuh tersebut cukup membantu bagi civitas akademika yang ingin wira-wiri di seputar kampus. Walau, tambahnya, masih banyak juga mahasiswa yang…

Lihat pos aslinya 281 kata lagi


“Menghapus jejak roda”

Edo Rusyanto's Traffic

IMG_20150307_101259

SUASANA kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya masih lengang, Sabtu, 7 Maret 2015 pagi. Jarum jam masih menunjukan pukul 08.45 WIB ketika saya menjejakan kaki di kampus yang terletak di Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur itu. Sabtu pagi jadwal perkuliahan libur, tak heran jika suasana kampus yang memiliki luas 180 hektare itu tampak lengang.

“Tapi, hari ini ada tujuh kegiatan yang digelar di kampus kami,” papar Yudha Prasetyawan, dosen sekaigus Sekretaris Pusat Inkubator Industri (BKIBV) ITS saat berbincang dengan saya, Sabtu pagi.

Salah satu dari tujuh kegiatan itu adalah ‘Seminar Safety Riding’ yang digelar mahasiswa ITS. Seminar ini menjadi rangkaian roadshow buku ‘Menghapus Jejak Roda’ yang saya tulis pada 2014. Roadshow ini rangkaian dari kegiatan serupa yang sudah digelar pada 2014. tahun lalu, roadshow digelar di UPN Veteran Jakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dan Politeknik Pajajaran, Bandung.

“Kami harap…

Lihat pos aslinya 730 kata lagi


IMG_3647

Hi Para pembaca dalam edisi part 2 ini kami sueto tim akan melanjutkan cerita perjalanan dari pantai sowan nih..Jadi langsung berlanjut saja sewaktu diperjalanan keluar pantai sowan sebenarnya yang kami pikirkan adalah salah satu tujuan wisata air terjun lainnya yaitu air terjun..di daerah…tapi karena jaraknya masih sekitar kurang lebih 25km dari kecamatan bancar maka kami putuskan lanjut sajalah ke “pantai pasir putih remen” dikarenakan memang waktu yang sudah menjelang sore daripada ke maleman dan tidak dapat pemandangan yang bagus..Ayok dilanjutkan saja touring-nya ke pantai pasir putih remen.

Pantai pasir putih remen ini letaknya memang tidak dipinggir jalan pantura agak masuk-masuk desa tapi paling gampang kalau dari arah Rembang ada pertigaan besar dan pos polisi pereng-belok kiri-TPPI-masuk desa remen-perempatan setelah sdn remen 2 belok kiri lurus terus arah utara pantai …Kalau dari arah Tuban paling mudah dari arah terminal wisata kambang putih-pantai kute/cemara-mangroove center-terus ke barat setelah pasar jenu-jalan bercabang ambil kanan-PLTU-desa wadung-desa rawasan-desa mentoso-desa remen-perempatan setelah balai desa lurus-mentok belok kanan arah pantai

peta

Sesampainya masuk dikawasan desa remen arah pantai  yang terlihat adalah sudah mulai pantai yang bernama pasir putih remen ini ramai oleh pengunjung apalagi waktu itu libur tanggal merah. Jadi untuk yang membawa kendaraan roda dua bisa parkir sampai dipantai dan untuk kendaraan roda empat lahan parkirnya terbatas. Masuk kawasan pantai pasir putih remen hanya membayar biaya parkir saja Rp 2000,- untuk roda 4  kami kurang tahu karena memang baru beberapa minggu ini lahan parkir di buka dan katanya mulai bulan maret 2015 ini pantai remen akan diresmikan oleh pemerintahan setempat.

Kami pun mulai mengexplore kawasan pantai pasir putih remen ini yg memang termasuk pantai yang belum banyak dikenal bahkan oleh warga Tuban sendiri. Melihat-lihat secara landscape kawasan pantai ini memang sungguh indah ada seperti beberapa kubangan air yang membentuk danau-danau kecil di sekitar pantai kemudian beberapa tumbuhan cemara di tepi pantai dengan garis pantai pasir putih yang panjang, pasirnya memang benar-benar putih dengan latar belakang sebuah pabrik ini yang menjadikan pantai pasir putih remen ini pantai yang paling unik mempunyai ciri khas dan indah di sekitar pesisir pantai utara di jawatimur.

Hari itu terlihat ramai pengunjung  banyak anak muda-mudi dan beberapa keluarga berkunjung bahkan tidak hanya dari  penduduk lokal saya pikir banyak yang dari luar kota juga,  untuk menikmati keindahan pantai pasir putih remen. Coba simak beberapa dokumentasinya dan angin disini cukup semilir-semilir kencang tak terkendali..hehe

landscape2 landscape1 IMG_3707 IMG_3697 IMG_3684 IMG_3672 IMG_3634 IMG_3631 IMG_3630 IMG_3628 IMG_3626 IMG_3623 IMG_3597 IMG_3582 IMG_3571 IMG_3575 IMG_3523 IMG_3566 IMG_3535

Tapi saat itu mendung apalagi hari sudah mulai sore dan sebenarnya kami masih ingin menikmati  pantai ini lebih lama tapi apa daya kota kami bekerja sudah memanggil tuk singgahi lagi oleh karena itu kamipun bergegas  pulang ke Surabaya. Ya pesen kami pantai ini benar-benar prospek untuk dijadikan tempat wisata yang istimewa tapi tentunya dengan selalu menjaga kebersihan  kawasan wisata itu sendiri sehingga nantinya akan menambah beberapa daftar wisata terpopuler di jawa timur. Fasilitas disini untuk toilet umum belum ada kayaknya mungkin ponten portable bisa menjadi alternatif disini, tapi sudah ada warung-warung kecil model warkop sudah tersedia dan tentunya memang lahan parkir yang belum memadai karena memang akses jalannya masuk desa jadi agak sempit juga untuk dilalui dua mobil sekaligus. Oke guys sekian ceritanya kami berjalan-jalan di daerah kawasan Tuban ini mudah-mudahan kami suetoclub bisa terus menceritakan destinasi-destinasi wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur agar kelak generasi muda akan terus menjaga kelestarian dan keindahan di bumi pertiwi Nusantara ini :)Thanks..

Berikut videonya :

Oh iya ini lanjutan cerita mengenai situasi yang unik saat kami berada dalam perjalanan pulang(lanjutan dari cerita part 1 yang aneh)haha tapi betul atau tidak kamipun tak mengerti waktu itu karena waktu sudah menjelang magrib kami butuh tempat ibadah untuk menenagkan segenap pikiran dan bersyukur tapi dengan tidak sengaja kami kembali ke Pom bensin  yang kami singgahi untuk istirahat juga pada waktu berangkat tapi tidak isi bensin hanya untuk istirahat saat kekamar mandi ternyata kami baru sadar bahwa situasi pom bensin ini aneh(terletak di sekitar jalan pantura) sebelah kiri jalan kalau arah dari Tuban. Aneh bagikami kenapa karena banyak truk dan mobil tanpa awak berhenti disana sama saat kami datang dan kembali posisinya juga sama saja, keadaan kamar mandi tak terawat, ada beberapa sepeda motor dengan tidak beraturan parkiernya, tempat mushola kotor, kantor pertamina kosong, air dari tempat wudhupun kadang keluar kadang tidak pintu kamar mandi pun terlihat bergerak dengan suara sayatan bila terkena angin aku pikir situasinya pun semakin aneh karena disebelah ada sebuah mobil sedan yang penyok tapi tak berpenghuni dengan isi didalam yang masih baru sepertinya para penumpang keluarga tapi tak ada orang sedikitpun disana sama seperti mobil-mobil lainnya seperti, panther, pickup dan truk..akhirnya kami berfikir sejanak dan tertawa haha coba kita datang malam-malam ditempatingin istirahat  seperti ini dan kehabisan bensin. Yap begtulah ceritanya jadi bagi pengendara yang melewati daerah pantura ini sebaiknya berhati-hati dan mempersiapakan kondisi motornya sebagus mungkin karena minimnya lampu penerangan juga di daerah ini..xixixixixi


IMG_3375

HI salam wildlife!Kali ini suetoclub jelajah pantura nih…yup tujuan kali ini ke Tuban kota di jatim yang berada di pesisir utara mungkin sudah banyak yang tahu kalau pantai boom tapi kali ini kita punya tujuan berbeda yaitu explore 2 pantai di perbatasan antara kota Rembang dan Tuban yaitu pantai  wisata sowan dan pantai pasir putih remen. Nah untuk part pertama ini kita langsung dari Surabaya menuju pantai Sowan dahulu dengan turing one day trip.

Pantai sowan sendiri terletak di Desa Bogorejo ,  Kecamatan bancar, sekitar 35 km arah barat dari kota Tuban. Berangkat dari Surabaya tepat jam 8 pagi melewati jalan pantura yang saya pikir sudah lebih baik daripada saya 2012 lalu waktu ke karimun jawa. sekitar 2 jam kami sampai Tuban nah setelah ini jalannya sudah mulus dan lebar ke arah jawatengah tapi minim penerangan lampu kalau malam jadi hati-hati saja. tak sampai 1 jam 45 menit kami sudah sampai ke wana wisata Sowan pinggir jalan sebelah kanan persis kalau dari arah Tuban dan ada plakatnya. Masuk ke pantai Sowan dikenai tarif sekitar 8000rupiah permotor dan 2 orang. Kemudian kami masuk ternyata lokasinya asri juga dan juga digunakan sebagai tempat outbond. Cari tempat parkir dan hunting dokumentasi yang bagus dulu. Ternyata sudah banyak anak-anak remaja dan beberapa keluarga disini ada yang pacaran, cangkruk, olahraga dll. Tapi disini angin sangat kencang waktu itu seperti kena blower angin level 3..haha jadi yang difoto jadi agak sipit-sipit gimana gitu..hehe.

Kemudian kami berjalan menyusur ke timur alahkah indahnya justru kami terpanah dengan area  hutan dan tumbuhan banyaknya pohon klampis, mahoni, tapis dan trembesi daripada area pantainya karena kami merasa ada sesuatu yang “be different” disini yaitu hutan mirip Baluran mungkin bisa mampir di link ini https://suetoclub.wordpress.com/2012/01/07/greentour-to-baluran-sebuah-tempat-mirip-afrika-kecil-di-indonesiasuetoclub/padahal waktu di Baluran kami tak sempat foto dihutannya takut disruduk badak wkwkwkwk..Oke kami cari passion yang bagus untuk foto saat itu so?…Beginilah dokumentasinya cekidot..

IMG_3357 IMG_3361 IMG_3362IMG_3373IMG_3404IMG_3408IMG_3460black n whiteIMG_3414IMG_3442IMG_3417IMG_3455IMG_3455SDBIMG_3464IMG_3502

IMG_3401 IMG_3399 IMG_3371 IMG_3395

Pantai sowan ini sebenarnya paduan landscape yang unik dan bagus, untuk pemandangan laut memang tidak sebagus laut selatan yang berbatasan dengan samudra yang mungkin lautnya lebih biru tapi itu hanya masalah alam saja tapi yang kami tekankan lagi yaitu biar wisata ini bisa dinikmati anak-cucu kita tolong setiah ke wisata manapun di jaga kebersihannya terutama ajari anak-anak anda untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan lebih baik bawa dulu atau masukin kesak sampai bertemu tempat sampah. Kemudian kami langsung lanjut ke pantai berikutnya biar tidak kesorean yang tempatnya lebih misterius lagi  yaitu pantai pasir putih remen yang akan kita bahas di posting part2..oh ya bagi yang perjalanannnya jauh misal seperti kami yang membawa sepeda motor bebek atau matic kami tekankan mending beli bensin dulu dikota terdekat karena jarang ada pom bensin yang bagus di area ini sekitar 20km-25 belum tentu ada pom bensin buka 24 jam di area ini bayangkan jika anda malam-malam melewati daerah ini sendirian sudah ban bocor, bensin habis lagi, belum lagi disituasi sekarang yang marak begal, ketemu pom bensin tapi tempatnya horor, habis gitu anda dicurangi lagi saat isi bensin dipom horor bisa-bisa bukannya pleasure yang anda dapat tapi petaka..haha apalagi kami punya cerita yang sedikit horor disalah satu pom bensin di pantura ini  nanti saja simak ceritanya di part 2 arah pantai pasir putih remen..next story!

landscape

pasir  pasir putih remen..Okey next story


Edo Rusyanto's Traffic

32_ponsel2

AKTIFITAS berponsel sambil mengemudi berisiko tinggi. Alih-alih mau berkomunikasi justeru bisa berujung pilu.

Bagi komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) aktifitas berponsel yang dilakukan saat mengemudi bisa merusak konsentrasi. Dampak paling kecil dari berponsel sambil nyetir adalah laju kendaraan menjadi super lambat dan bukan mustahil menimbulkan antrean yang tidak perlu. Padahal, arus lalu lintas sedang dalam kondisi normal. “Bukan mustahil bisa memicu kecelakaan,” ujar Iful, ketua Kopcau saat kopi darat, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2015 malam.

Faktanya demikian. Setiap hari, rata-rata ada satu kasus kecelakaan yang dipicu aktifitas berponsel sambil mengemudi. Itu data dari Korlantas Polri yang menaungi keselamatan berlalu lintas jalan di Indonesia. Kondisi nyaris serupa terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, pada 2014, rerata terjadi dua kasus kecelakaan setiap harinya.

Kecelakaan bisa saja terjadi lantaran sang pengemudi menelepon atau membaca dan mengirim SMS. Perhatian sang pengendara amat mungkin teralihkan dari konsentrasinya dalam mengemudi. Kalau…

Lihat pos aslinya 237 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

poster28_anak pelaku_1

TAMPAKNYA kita perlu merenung sejenak. Setelah itu, kita bertindak lebih tepat sasaran.
Hal ini tidak terkait dengan sepak terjang para penengak hukum yang sedang saling mentersangkakan satu dengan yang lainnya. Ini persoalan yang tak kalah serius yang bernama kecelakaan lalu lintas jalan.

Ya. Bukan hanya serius, tapi juga bisa dibilang super serius. Bagaimana tidak, setiap hari rata-rata ada 70-an jiwa anak negeri yang menggelepar di jalan raya. Mereka tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan sepanjang 2014.

Nah, di Jakarta dan sekitarnya ada lagi persoalan yang semestinya menjadi perhatian kita semua. Sebuah persoalan yang tidak kalah seriusnya. Dia adalah soal meningkatnya jumlah anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan di jalan.

Pada 2014, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya jumlah anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan melonjak 11,11%. Tahun itu, setiap lima hari ada satu anak di bawah umur yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Barangkali masih ada…

Lihat pos aslinya 310 kata lagi


Edo Rusyanto's Traffic

bus laka semarang 2015_viva

foto:viva.vo.id

KITA tersentak. Kabar duka anak negeri kembali menyeruak. Belasan penumpang bus meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat kecelakaan di jalan tol Gayamsari-Manyaran, Jawa Tengah.

Laman viva.co.id menulis, sebanyak 16 orang menumpang bus Sang Engon meninggal dunia setelah bus itu terguling di Tol Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah, Jumat 20 Febuari 2015. Bus diduga melaju kencang saat masuk Tol Jatingaleh menuju arah timur menuju Tol Gayamsari. Bus tak terkendali, oleng ke kanan melompati pembatas jalan dan terguling.

Petaka jalan raya yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2015 siang hari itu menambah deretan panjang kecelakaan maut di bumi Nusantara. Indonesia masih dirundung petaka jalan raya. Tahun lalu, 70-an jiwa anak negeri meregang nyawa setiap hari lantaran kecelakaan di jalan.

Dua bulan sudah tahun 2015 bergulir, namun sejumlah kecelakaan maut menimpa angkutan bus dan minibus di negara kita. Setidaknya tercatat lima kecelakaan maut yang merenggut 32 jiwa dan mencederai sedikitnya 99 orang…

Lihat pos aslinya 559 kata lagi

%d blogger menyukai ini: