Archive for Januari, 2011



Bukit Bintang

Perjalanan Terakhir sembari dari Panta Kukup, Wonosari, mau ke Yogya eh ternyata lewat Bukit Bintang kok bagus ya pemandangannya…berhenti sejenak dech..Di malam hari memang cahaya lampu-lampu di bawah bertaburan seperti bintang, cukup ampuh untuk mengurangi penat di otak. Di sini menjadi tempat yang banyak dikunjungi, terutama bagi siswa & mahasiswa di seputaran Jogja. Bahkan ketika sedang menempuh perjalanan melewati tempat ini pada malam hari, meluangkan waktu sejenak untuk makan dan minum di salah satu warung sambil menikmati pemandangan bertabur bintang… hmmm, dingin malam dan indahnya cahaya-cahaya lampu, sanggup merefresh pikiran.

Letak bukit bintang berada di bukit Patuk Gunungkidul, berbatasan langsung dengan Piyungan Bantul, di jalan Jogja – Wonosari km. 16. Setelah ngopi dan menikmati pemandangan sejenak anterin temen pulang ke Yogya Langsung Cabut deh Sidoarjo….Wush…soalnya kalu mau nginep lagi g bawa perlengkapan yang cukup..jadi ya mending pulang saja…makasih Yogya..kapan2 mampir lagi…

 


Pantai Kukup

Setelah selesai event perjalanan saya terus Yogya Tour part2nya ke part3 he2…Perjalanan kali ini menuju pantai kukup daerah pegunungan gunung kidul bersama teman saya…dari yogya melewati Bantul-Imogiri-Panggang-Saptosari-Kukup(Kecamatan Tanjungsari)jaraknya kira2 42km dari Yogya lewat klaten Prambanan juga bisa arah Wonosari…Nah saat perjalanan ternyata pantai kukup ini bersebelahan dengan pantai Baron dan di daerah Gunung kidul Wonosari ini banyak pantai-pantai yang setara bagusnya dengan pantai2 kelas dunia…Jalanan menuju pantai ini berkelok-kelok dan naik-turun. Jadi harap berhati-hati jika menggunakan kendaraan menuju kesini…..Waktu itu kita dateng agak sorean jadi g bayar tarif langsung motor aku taruh pantai pokoknya ditempat yang dpet dipantau…Sebenarnya sech tarif masuknya Rp2000,-

Pantai Kukup ini termasuk pantai yang pasirnya putih di deretan pantai Gunung Kidul…

Di pantai ini terdapat pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan. Dari atas pulau karang ini kita bisa melihat indahnya hamparan pantai yang sangat luas disertai deburan ombak yang cukup besar. Meskipun siang hari, jika berada di pulau karang ini akan terasa sejuk karena angin yang bertiup cukup kencang.

Setelah puas menikmati indahnya pantai dari atas pulau karang, kita bisa turun untuk menikmati indahnya pasir putih yang ada di pantai ini. Pada sore hari air laut mulai surut, sehingga kita dapat dengan bebas untuk sekedar berjalan-jalan di tepi pantai ataupun bermain dengan pasir putih yang ada disini.

Yang nggak kalah asyiknya, disini banyak sekali biota laut. Mulai dari ikan yang berwarna-warni, kepiting yang sering mondar-mandir di tepi pantai, ataupun ubur-ubur yang bisa bikin badan gatal jika kita memegangnya. Kalo ingin menangkap ikan ataupun kepiting dengan mudah, kita bisa membeli jaring kecil yang diperjualbelikan oleh pedagang di tepi pantai.

Jika ingin membawa pulang ikan hias tapi nggak mau repot-repot menangkapnya sendiri, kita bisa membelinya saat keluar dari pantai. Disitu ada pedagang yang memperjualbelikan ikan laut hias. Ikannya pun banyak sekali jenisnya, mulai ikan nemo, bintang laut, ular laut, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan jangan lupa mengabadikan momen yang palink penting.

 

 

 

Sudah puas foto2nya dan hari sudah menjelang malam kami pun pulang ke Yogya nganter temenku kerumah…Tiba2 diterusin ke Yogya Tour Part4…


Paris Beach

Melanjutkan Yogya Tour Part 1…Sekarang setelah nyampai solo sebenarnya pingin nginep di solo tpi setelah calling temen eh ternyata lagi ga da yang di solo…akhirnya langsung bersinggah ke yogya kebetulan ada temen yang lagi nginep di malioboro….tpi sambil jalan ke penginapan muter-muter yogya dulu mendalami jalan-jalan yogya biar g kesasar…paginya setelah ngobrol2 ma temen…akhirnya diputusin jalan2 menuju Paris(Parangtritis)…aq juga belum pernah ke Paris padahal sudah berkali-kali ke yogya tpi g pernah mampir Paris…akhirnya ke sana tpi naek busway terus oper bus lagi jurusan Paris…1jam lebih  perjalanan nyampe deh Paris…Hmmm pantai selatan biasa ciri kasnya ombaknya gede-gede…

Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung – gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.

Penamaan Parangtritis memiliki kesejarahan tersendiri. Konon, seseorang bernama Dipokusumo yang merupakan pelarian dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah ini beratus-ratus tahun lalu untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang (=batu) dan tumaritis(=tetesan air). Pantai yang terletak di daerah itu pun akhirnya dinamai serupa.

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang penuh mitos, diyakini merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti yang terdiri dari Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta dan Parangtritis. Pantai ini juga diyakini sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga sesaat setelah selesai menjalani pertapaan. Dalam pertemuan itu, Senopati diingatkan agar tetap rendah hati sebagai penguasa meskipun memiliki kesaktian.

Untuk mencapai Parangtritis, anda bisa memilih dua rute. Pertama, rute Yogyakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis yang menawarkan pemandangan sungai dan bukit karang. Kedua, melewati rute Yogyakarta – Parangtritis yang bisa ditempuh dengan mdah karena jalan yang relatif baik. Disarankan, anda tidak mengenakan baju berwarna hijau untuk menghormati penduduk setempat yang percaya bahwa baju hijau bisa membawa petaka.

Setelah dari Pantai Paris balik di penginapan eh temen2 ternyata mau soping duluan..Nah sembari menunggu temen-temen soping aq pun langsung menuju k objek wisata Kaliurang..dari selatan menuju utara yogya..setelah melalui perjalanan 1 jm setengah perlahan-lahan nyampe kaliurang sambil menikmati pemandangan sekitar kaliurang…sat nyampe sakjane wes kesorean…ha2..tp tetep masuk meski mengundang bahaya..hujan lagi…hihi..

Berjarak 28 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, Kaliurang kini menjadi sebuah kawasan wisata alam dan budaya yang memikat, serta menjadi tempat yang menyenangkan untuk rekreasi keluarga.

Bersantai dengan keluarga, orang tua bisa bersantai sambil mengawasi anak-anak bermain di Taman Rekreasi Kaliurang. Di dalam taman seluas 10.000 meter persegi anak-anak bisa bermain ayunan, perosotan, atau berenang di kolam renang mini. Selain itu di taman yang dihiasi oleh patung jin ala kisah 1001 malam dan beberapa jenis hewan ini, anak-anak juga bisa bermain mini car atau memasuki mulut patung seekor naga yang membentuk lorong kecil dan berakhir di bagian ekornya.

Sekitar 300 meter ke arah timur laut dari taman rekreasi terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo. Di kawasan taman wisata ini terdapat kolam renang Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air di lereng Bukit Plawangan. Bermain ayunan atau bercanda bersama keluarga di taman bermain yang berada di dalam taman wisata, rasa lelah akan lebur dalam rimbunnya taman perhutani.

Setiap hari libur, Merapi bisa dilihat melalui teropong yang disewakan dengan tarif Rp.3000 selama 30 menit.

Dan bersantailah sejenak di Tlogo Muncar. Meredakan letih sambil menikmati air yang terjun di sela-sela bebatuan. Biasanya air akan mengalir dengan deras di musim penghujan.

Jika ingin menikmati pemandangan Kaliurang, para pengunjung bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci yang dikenal dengan istilah sepoer. Kendaraan ini biasa mangkal di depan taman wisata yang dipenuhi dengan kios-kios penjaja makanan. Jalur yang dilaluinya mengitari kawasan wisata Kaliurang dari timur ke barat. Melewati gardu pandang yang terletak di sebelah barat, Merapi akan terlihat jelas ketika cuaca cerah. Tarif untuk menaiki kendaraan ini Rp.3.000 per orang jika yang naik minimal tujuh orang. Untuk perjalanan eksklusif, Rp.20.000 akan membuat perjalanan layaknya seorang bangsawan.

Bila ingin merasakan sejuknya angin dan heningnya malam di Kaliurang, berbagai villa, bungalow, pesanggrahan atau pondok wisata bisa menjadi pilihan. Tarifnya juga beragam, mulai dari yang 25 ribuan hingga 200 ribuan. Beberapa penginapan yang bisa anda nikmati, antara lain: Bukit Surya (paling disarankan), Puri Indah Inn (bintang 3), Wisma Sejahtera, dll.

Sebelum pulang pastikan untuk membawa sedikit oleh-oleh yang dijajakan. Mulai dari buah-buahan produksi petani lokal hingga makanan khas yakni tempe dan tahu bacem serta jadah (makanan yang terbuat dari beras ketan dan parutan kelapa).Hanya rekomen saya sendiri juga numpang lewat saja…he2..karena ujan nya tambah deras..langsung balik malioboro…next trip part3 yogya tour..

Tempat Wisata Kaliurang

 

 

Yogya Tour(Sueto) Part1


Tawangmangu Fog

Wosh….Perjalanan kali ini Tour menuju yogya…rencana nya waktu itu kedapetan event di yogya…..sembari liburan mampir kerumah temen yang ada di solo…dari Sidoarjo berangkat deh pamitan dulu sama ortu plus pacar…pokoke berangkatny siangan sekitar jm1an..ditengah perjalanan mikir-mikir pingin nyambangi Sarangan dan Tawangmangu…Jadi rute yang tak lewati Sidoarjo-Mojosari-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Caruban-Madiun-Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Solo-Yogya…..

Setelah sampai kabupaten Magetan riding style diubah posisi santai sambil menikmati indahnya pemandangan kanan-kiri sampai telaga Sarangan…masih seperti dulu g ada yang berubah plink y perbaikan jalan…Nah iki informasinya tentang telaga Sarangan..

Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan PlaosanKabupaten MagetanJawa Timur. Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata.Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai kapal cepat.Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.

Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu. Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate kelinci.

Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk dari nasi).

Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.

Telaga Sarangan memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram, dan pesta kembang api di malam pergantian tahun.

Pemkab setempat tengah membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar. Proyek pelebaran dan pelandaian jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan selesai tahun 2007.

Obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan; dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan SewuTawangmangu (Kabupaten KaranganyarJawa Tengah).

Pemkab Magetan juga ingin mengembangkan Waduk Poncol (sekitar 10 kilometer arah selatan Telaga Sarangan) sebagai obyek wisata alternatif.

foto2 dulu deh….

Waduk Poncol

Waktu Tour keSarangan Zaman SMA

Terusin Tawangmangu…agak kaget sech ternyata jalannya g sengeri dulu waktu kesini..sudah jauh lebih bagus aspalnya pun masih baru..ini sekitar 2010 bulan2 awal..tapi dinginnya tetep apalagi lewat sana pas waktu ujan…BBBrrrr..kabutnya tebal banget lagi akhirnya mampir ngopi dulu dech di warkop pinggir jalan…Sedikit info Tawangmangu nih..

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten KaranganyarJawa Tengah. Kecamatan ini ternama karena merupakan daerah wisata yang sangat sejuk.

Tawangmangu dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu yang bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama sekitar satu jam dari Kota Surakarta (Solo). Tempat ini sejak masa kolonial Belanda telah menjadi tempat berwisata. Obyek tujuan wisata utama adalah Air Terjun Grojogan Sewu (tinggi 81 m). Di tempat tetirah ini tersedia berbagai sarana pendukung wisata seperti kolam renang dan berbagai bentuk penginapan. Dari Tawangmangu dapat dimulai pendakian ke puncak Gunung Lawu (Pos Cemorokandang).

Tawangmangu, hanyalah sebuah kota kecil di lereng Gunung Lawu terletak di kawasan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur. Tawangmangu berada pada arel pegunungan yang subur dikelilingi oleh hutan dan perbukitan. Namun demikian kota kecil ini telah terkenal hingga ke manca negara karena kawasan ini merupakan obyek pariwisata yang cocok untuk dijadikan pilihan saat berlibur maupun berdarma wisata.

Selain udaranya yang sejuk, keindahan alam disekitarnya tidak kalah menarik dengan kawasan lain di indonesia, terlebih lagi didaerah ini terkenal dengan produksi pertanian penghasil sayur mayur selain dari keberadaan obyek wisata Air Terjun Grojokan Sewu. Tawangmangu sendiri telah menjadi pilihan bagi orang-orang perkotaan untuk membangun villa-villa, maupun berinvestasi dengan mendirikan hotel-hotel & penginapan.

Untuk mendukung kemudahan dalam mengakses daerah ini, pemerintah telah mengusahakan perbaikan jalur transportasi dengan melakukan perawatan jalan dan pembangunan jalan baru lintas propinsi dari Tawangmangu sendiri yang berada di Jawa Tengah ke arah Magetan Jawa Timur. Dan sampai dengan saat proses pembangunan jalan masih terus berlangsung melewati perbukitan dan melintas di tengah-tengah lahan pertanian yang asri dengan pemandangan elok di kiri dan kanan sepanjang jalan baru ini. Selain pembangunan jalan, pemerintah juga telah melakukan Rebuilding secara total Pasar Tawangmangu yang tadinya berupa pasar tradisional yang kumuh, kini telah berupa bangunan megah Pasar Wisata, diharapkan dengan rehabilitasi pasar ini para wisatawan yang datang ke Tawangmangu dapat dengan mudah dan leluasa untuk berbelanja segala macam jenis oleh-oleh, maupun hasil bumi dengan lebih nyaman. Untuk itu jangan lewatkan kesempatan anda untuk berkunjung ke Tawangmangu. Ada beberapa lokasi yang sering menjadi lokasi tujuan wisatawan domestic maupun mancanegara, baik yang ada di Kecamatan Tawangmangu sendiri maupun daerah lain di sekitarnya yang dekat dapat diakses dari Tawangmangu, yaitu :

1. Grojongan Sewu

2. Air Terjun Pringgodani

3. Puncak Lawu

4. Sentra Tanaman Hias (Desa Nglurah)

5. Bumi perkemahan

6. Flying Fox

 


aspal baru

Puncak lawu

Drizzly Weather

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terus perjalanan saya terusin deh melewati kabupaten Karanganyar…terus menuju Solo…Wush..melewati jalan yang berliku-liku seru deh pokoknya lewat sini…


Sebelumnya Ronny Lukito sudah dikenal sebagai seorang pengusaha  sukses dan mumpuni dalam industri tas. Dia adalah pemilik brand tas  Export dan Bodypack. Dibalik usahanya, Ronny ternyata juga seorang  petualang yang suka keluar-masuk hutan. Kegiatan ini kemudian  membuat Ronny dan Mamay menjadi akrab.

“Saya kenal dengan Ronny itu waktu masuk hutan. Ronny yang hobi  berburu, dan saya sebagai penyuplai peluru” jelas Mamay.    Mengetahui bahwa Mamay Salim adalah seorang petualang yang  memiliki profesi sebagai pemanjat tebing, lalu Ronny mengajak  Mamay untuk bekerjasama dan saling melengkapi untuk  mengembangkan sebuah produksi tas. Menurut Kang Mamay, awal mulanya Ronny memiliki ide untuk menciptakan tas khusus bagi kaum laki-laki.

Tas yang dibuat itu khusus untuk para laki-laki petualang” jelas Mamay.   Kerjasama mereka dimulai dengan fasilitas yang sangat terbatas pada saat itu, Eiger hanya mampu memproduksi tas saja dengan dua mesin jahit yang sederhana di Jalan Cihampelas No. 22 Bandung, lokasi yang kini menjadi kantor pusat Eiger.

Waktu itu masih sangat terbatas kita memproduksi tas Eiger ini. Tapi ternyata banyak yang suka!” ungkap Mamay. Selain itu salah satu promosi awal produk tas Eiger dilakukan dengan cara “nebeng” pada tas produk export. Kang Mamay menuturkan bahwa pada waktu itu nama Eiger ditempelkan pada  tas Export yang didisain untuk laki-laki.

Kini Eiger dikenal sebagai perusahaan yang memfokuskan pada bidang manufacturing dan retailing dari berbagai macam peralatan petualangan.  Pemilik perusahaannya adalah Ronny Lukito. Sementara Kang Mamay menjabat sebagai konsultan teknis dan konsultan bisnis.

“Waktu itu Ronny bertanya pada saya ‘apa nama yang cocok untuk produk ini, May?’ saya bilang saja Eiger.” ujar Mamay sambil tersenyum.

Esensi Produk Eiger


Logo Eiger dicetuskan oleh Ronny Lukito. Dalam logo itu dunia digambarkan sebagai lingkaran besar terluar dan berwarna biru. Sementara itu segitiga berwarna biru berarti adventure atau petualangan dan warna dasar yang berwarna merah diartikan sebagai semangat. Dengan demikian, filosofi logo eiger mempunyai arti “The spirit of adventure world.”

Selain filosofi, Eiger juga memiliki prinsip untuk tidak memproduksi tas yang asal jadi saja. Meskipun begitu, tas yang baik tidak hanya terlihat bagus dari model luarnya saja. Menurut Mamay Salim esensi konsep produk-produk Eiger adalah Functional, Durabillity,Comfortable.

“Fungsional ini agar tas yang kita produksi bisa berguna sesuai dengan kebutuhannya. Durable untuk keamanan pada barang yang dibawa, kekuatan jahitan pada tas tidak boleh secara asal kuat saja dan tentunya Comfortable, adalah kenyaman bagi pemakai tas eiger ini. “ jelas Mamay.

“Kualitas harus selalu diutamakan. Satu garis pada tas Eiger ada 26 tangan penjahit. Jika ada barang yang cacat sedikit saja, itu pasti langsung dibuang dan bukan didaur ulang. Terkadang banyak produsen tas yang hanya memikirkan corak dan model tas saja, tetapi sebenarnya tulang punggung dan pundak dari pemakai tas juga harus dipikirkan” lanjutnya.

Kini selain memproduksi tas untuk para penggiat alam bebas, Eiger juga menciptakan tas Rucksacks, Daypacks, Shoulder bags, Waist bags, Travel bags, Lumbar bags, Hydro pack System, Dry bags, Biking Bags, Laptop bags, Multi purpose bags, dll untuk para konsumennya. Dari tas kecil hingga tas besar dengan bermacam-macam fungsi dan kegunaanya  berhasil diproduksi  Eiger berkat esensi produk yang mereka miliki.


Ronny Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memprihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Di masa remajanya Ronny tinggal di Bandung. Dia adalah sebuah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri ataupun perguruan tinggi swasta favorit, dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah). Sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi swasta terfavorit di Bandung, namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena terbentur masalah keuangan.

Semenjak bersekolah di STM Ronny terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik kecil, diikat dengan karet dan kemudian dia jual ke rumah-rumah tetangga dengan sepeda motor miliknya. Masa remaja Ronny di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan dan kerja keras yang jauh dari kehidupan serba ada.

Lahir pada 15 Januari 1962, Ronny adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Ia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga pasangan Lukman Lukito – Kumiasih. Ronny berdarah campuran Buton, Sumatera dan Jakarta itu mempunyai orangtua yang menyambung hidup dengan cara berjualan tas.

“Saya masih ingat pada waktu itu orangtua saya punya toko kecil berukuran 2.5 x 14m. Toko tersebut diberi nama Nam Lung, khusus menjual tas. Itu satu-satunya toko di Kota Bandung yang khusus menjual tas. Waktu itu kebanyakan pedagang membuka toko kelontong yang jual macam-macam barang. Jadi jarang-jarang yang hanya jual satu macam barang seperti ayah saya,” kenang Ronny.

Tas-tas yang dijual toko ayah Ronny merupakan produk-produk dari perusahaan lain dan ada juga hasil jahitan sendiri. Waktu itu orangtuanya hanya punya satu mesin untuk membuat tas.

Saat masih remaja sebenarnya Ronny tak berpikiran untuk menjadi pengusaha. Ayahnya pun tak pernah mengarahkan Ronny agar menjadi pengusaha. Namun setamat STM, ia harus berpikir realistis dalam melihat perekonomian keluarga. Ia kan memprioritaskan membantu orangtuanya jualan di toko.

Sejak tahun 1976, ketika Ronny duduk di bangku STM, toko ayahnya tersebut mulai menjual tas hasil karya sendiri. Saat itu merek tas produknya bernama Butterfly. Nama ini diambil dari merek mesin jahit buatan China yang mereka pakai. Ronny sendiri membantu membeli bahan ke toko tertentu atau mengantarkan barang dagangan ke pelanggan mereka. Malahan, sebelum berangkat sekolah, Ronny jualan susu. Setelah pulang sekolah, Ronny kerja di bengkel motor sebagai montir.

Ia belajar mendengar dan membaca produk apa yang diminati oleh pelanggan Matahari. Ia bertekad menggenjot pertumbuhan bisnisnya. Awalnya omzet totalnya di Matahari Rp 300 ribu sedangkan kompetitornya sudah jutaan rupiah. Awalnya pasar yang digarap adalah Bandung dan sekitarnya dulu.

Ronny terjun sendiri ke daerah-daerah untuk mencari mitra-mitra pengecer baru guna membuka pasar baru. Ia rajin keliling daerah. Dia membuang kemalasan dan sadar bahwa masa depannya ditentukan pada momen itu. Dia berangkat ke kota-kota lain untuk mempromosikan dan membangun jaringan pemasaran.

Walaupun masih dalam tahap awal memulai usaha, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga ia putuskan untuk menggunakan jasa seorang konsultan. Ronny banyak belajar secara privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen keuangan. Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, Ronny juga berusaha untuk menghadirinya. Membaca buku-buku yang relevan untuk pengembangan diri juga terus dilakukan.

Setelah menikah tahun 1986, dia merekrut marketing professional. Dengan perjuangan yang gigih dan tak mengenal lelah, dia mengetahui peluang pasar karena dia tahu persis luar dalam bisnis tas ini termasuk hal-hal di lapangan, dia tahu kendala apa saja dan lika liku di lapangan. Akhirnya cita-cita Ronny untuk menjadi pemain terbesar di dalam bisnis tas tercapai.

Mulai dari Matahari, Ramayana, Gunung Agung, Gramedia, dan dept. store besar lainnya menjual produk Ronny seperti Eiger, Export atau Bodypack. Kalangan praktisi bisnis tas pasti tahu bahwa kini B&B Inc. milik Ronny merupakan salah satu perusahaan nasional terbesar.

Tak berhenti di situ, sekarang perusahaan Ronny juga sudah memproduksi jenis lain seperti dompet, sarung handphone, dan berbagai jenis produk lain. Salah satu kebiasaan Ronny yang baik adalah kemauannya untuk belajar dan mengembangkan diri. Ia tak merasa malu atau gengsi untuk bertanya bila memang ia tidak tahu. Dengan cara inilah dia bisa berkembang dan sukses sampai sekarang.


Dunia parawisata mengenal banyak istilah untuk pelaku wisata baik dari jenis wisata maupun dari segi jumlah wisatawan. Istilah Backpaking atau backpacker sebagai subjek adalah istilah umum yang diberikan pada wisatawan yang berpergian dengan menggunakan Back pack , tas yang di gendong di punggung atau Ransel. Turis backpacker umumnya mempunyai ciri-ciri yang membedakan turis jenis ini dengan turis lainnya.

Salah satu nya adalah backpaker umumnya didominasi oleh kaum muda dengan mobilitas yang tinggi yaitu sering berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, dari suatu daerah ke daerah lain. Karena kebiasaan berpindah-pindah ini maka rasel menjadi pilihan yang sangat praktis. Selain itu Backpacker juga selalu menggunakan hotel atau penginapan yang sederhana dan mereka berwisata ke suatu tempat umumnya tanpa menggunakan jasa Travel Agent atau biro perjalan wisata.

Hal ini sangat berbeda dengan wisatawan jenis Beach Holiday atau Bade Urlaub (bahasa Jerman). Mereka umumnya menginap di suatu hotel berkelas dengan sehari-hari menghabiskan waktu untuk berjemur dan bepergian di sekitar wilayah tersebut tanpa berpindah hotel. Wisatawan jenis ini umumnya menggunakan jasa Travel Agent Overseas atau travel agent lokal.

Ciri khas lainnya, kaum back paker ini jarang sekali datang berkelompok atau dalam sebuah group. Sehingga bila dibedakan dari jenisnya turis ransel masuk dalam kelompok individual tour (FIT) bukan Group Tour (GIT). Sedangkan bila di dilihat dari karakter berwisatanya turis ransel bukan termasuk beach holiday maupun special interest tour, yaitu lebih mirip Round trip (dalam satu pulau) atau overland tour (lintas pulau). Artinya selalu berpindah seperti tour roundtrip/overland tetapi tidak menyenangi satu object tertentu.

Kelompok wisatawan yang tergolong special interest yaitu yang tertarik dan focus hanya pada hal tertentu, misalnya lokomotif tua, gunung api, candi, peninggalan sejarah, jenis pohon dan hewan tertentu. Special interest lebih bersifat ilmiah, hobby atau penelitian. Sedangkan untuk wisatawan roundtrip juga overland tour, program dan akomodasi sudah di atur oleh overseas agent atau lokal agent setempat.

Contact Person


SuperLink Sueto

Home Base Address :  Perum. Magersari AD/17 SDA kode pos 61211

Administration Place :  Nginden jaya 1/8 Surabaya, Farid A.(08563237076)
Moutainering Division Place :  Manukan Telaga no 23 Surabaya, Hilmy Akbar(081230394337)
Photography Place :  Semolowaru tengah 14/28 Surabaya, Sando(085648005306)
Contact Person Area :

  • Surabaya, Kindy(081332770821, 083849776624),  Agustian Firman(085655475252), Wahab(085753229939, 087852184314), Nur Bayti(085730395914, 089676140144).
  • Sidoarjo, Dicky Tom(08993977971) email : tombz.tombz@yahoo.com
  • Yogyakarta, Gema Achmad F. (08155073281)
  • Malang, Duta Pakerti D.(085730565321)
  • Bandung, Faris Muhammad (085648112775)
  • Jakarta, Yoga Dwi F(085648567692)

Kopdar PlaceSidoarjo, Jln. Jenggolo no 1 depan SMAN1 SDA.

Kopdar :  Kfc Ahmad Yani 76-86 Surabaya, Bengkel Cozy Automotif Jln. Barata Jaya 17 Surabaya.

Social Interaction Media web :

  1. Blog : suetoclub.wordpress.com
  2. Twitter : Suetoclub
  3. Facebook : SuETo CLUB
  4. Website : http://www.wix.com/sueto_club/extremecom
  5. Web Group : groups.yahoo.com/group/Suetoclub dan groups.yahoo.com/group/Touringclub

About :

SUETO(Surabaya Extreme Touring) Community berdiri tanggal 14 Agustus 2009  merupakan sebuah komunitas touring di Surabaya yang berkembang dari hobi antar anggota mengenai sebuah perjalanan touring di mana di dalamnya terdapat sebuah bagan organisasi yang terdiri dari beberapa divisi yaitu, Tracking Division, Mountainering Division, Motor Club Division. SUETO Community juga bergerak dalam bidang enterpreneur yang menghasilkan produk-produk akan kebutuhan touring dan akan semakin berkembang seiring kreatifitas para anggota untuk memajukan nama SUETO Community. Berikut ini visi dan misi SUETO Community :

Visi

Kami senantiasa berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam kegiatan Touring untuk mengenalkan kepada masyarakat betapa banyak tempat-tempat wisata alam di Indonesia khusunya di P.Jawa dan Jawa Timur yang indah dengan memberikan info perjalanan kepada masyarakat dan anggota. Sehingga  masyarakat sendiri akan mengenal keindahan dan keanekaragaman di Indonesia. Juga sebagai sarana untuk bertukar informasi  dan pengalaman mengenai perjalanan-perjalanan touring yang dapat menambah wawasan tentang alam Indonesia.

Misi

Kami SUETO Community bertekad akan terus berkembang di segala divisi touring, media informasi, relawan bantuan untuk bencana alam dan pengembangan enterpreneur industri untuk menciptakan ide-ide baru dengan bantuan kreatifitas anggota agar dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas pada tingkat harga yang terjangkau sehingga dapat mensejahterakan anggota maupun konsumen.

Division System

Keterangan diagram diatas menunjukkan system organisasi SUETO bekerja melalui sub department  yang menjadi pengontrol seksi-seksi dibawahnya dan wakil atau ketua sebagai penanggung jawab di department head. Berikut penjelasan tugas-tugas mulai dari department head sampai bagian sections.

  • Departement head(Sebagai kepala penanggung jawab utama organisasi)
  1. Ketua bertugas menyetujui semua yang berkaitan dengan acara atau kegiatan organisasi dan tugasnya sebagai penanggung jawab penuh atas keutuhan organisasi
  2. Wakil ketua sebagai penanggung jawab pengganti bila ketua sedang berhalangan juga sebagai penasehat di organisasi.
  • Sub Departement(Sebagai bagan langsung dibawah naungan department head yang bertugas mengontrol seksi dan menyampaikan informasi ke ketua dan wakilnya.
  1. Division Control bertugas mengontrol, membackup semua kegiatan, membuat planning kegiatan ndan event seksi-seksi dibawahnya
  2. Market share application control and public relation bertugas mengontrol kegiatan entrepreneur secara marketing dan sebagai media pemasaran secara public relation
  3. Information control and application bagan yang mengolah informasi meliputi info, tips, perjalanan touring dan bisnis untuk disampaikan ke ketua untuk dipertanggung jawabkan
  4. Administrasi  kontrol dan penyimpanan data bagan yang bertugas menampung sementara,mengeluarkan, menyimpan data-data organisasi
  5. Bendahara tugasnya menyimpan uang kas dan merncanakan biaya pengeluaran bila diminta oleh bagan lain untuk kebutuhan organisasi
  • Section Departement( Sebagai seksi yang bertugas langsung mengerjakan planning yang telah dibuat bersama)
  1. Web or blog planning mendesain website dan mensunting berita or info mengenai sueto dan Desain produk membantu mendesain kebutuhan entrepreneur untuk bereksploitasi
  2. Honda division menghandling event tentang club motor, info dan menyediakan transportasi bagi seksi lainnya. Mountainering Division menghandling acara atau event pendakian beserta perlengkapanya. Tracking Division menghandling acara atau event touring serta sebagai media informasi perjalanan.
  3. Enterpreneur program  planning bertugas membuat sebuah rencana bisnis usaha mandiri untuk memenuhi perlengkapan acecoris SUETO baik secara internal maupun external.

Sepeda yang biasa kita kenal adalah yang terbuat dari besi, aluminium alloy, carbon, dan yang marak belakangan dengan isu green technology adalah sepeda kayu. Namun siapa pernah berpikir membuat sepeda dari bambu?

Sepeda bambu adalah sepeda yang ramah lingkungan. Selain materialnya relatif murah, mudah didapat, dan mudah didaur ulang, proses pembuatannya pun tidak menimbulkan carbon trace yang tinggi seperti pembuatan sepeda biasa. Seiring dengan pembatasan carbon untuk mencegah pemanasan global, agaknya sepeda bambu adalah solusi yang benar-benar hijau untuk bumi.

Selain itu sepeda bambu juga diklaim lebih nyaman dibandingkan sepeda biasa. Bambu memang dikenal sebagai materi yang ulet, lentur, tetapi kuat. Kelenturan bambu yang digunakan sebagai rangka sepeda ternyata mampu meredam getaran sepeda saat melaju di lintasan off-road.

Bamboo Bike Project (http://www.bamboobike.org/Home.html) adalah organisasi sosial yang merupakan gabungan antara ilmuwan dan insinyur di The Earth Institute, Universitas Columbia, bekerjasama dengan industriawan sepeda Craig Calfee. 25 tahun yang lalu, Calfee mengunjungi Afrika, dan terkejut melihat penduduk aslinya menggunakan sepeda untuk berkeliling desa. Calfee menyimpulkan bahwa sepeda adalah transportasi andalan di Afrika yang efektivitasnya jauh melebihi kendaraan bermotor bahkan kendaraan umum.

Kini Bamboo Bike Project membantu masyarakat miskin di pedesaan di Ghana, Afrika, untuk merakit sendiri sepeda bambu mereka. Diharapkan aktifitas perekonomian dan masyarakat akan meningkat dengan kehadiran sepeda ini. Juga, Bamboo Bike Project berharap kegiatan ini menginspirasi masyarakat Ghana untuk memproduksi sepeda bambu secara profesional melaluihome industry kepada masyarakat internasional.

Bagi Anda yang tertarik mencoba merakit sendiri tentu merupakan tantangan sendiri. Untuk pengetahuan awal, Anda harus tahu jenis dan anatomi sepeda. Ketepatan dimensi tentu akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan berkendara. Kalau mau gampang, Anda juga dapat menjiplak dimensi sepeda yang sudah ada.

Anda juga harus jeli memilih bambu. Ada ratusan spesies bambu namun Anda bisa mulai dari bambu kuning Cina (Cannabis sp.). Selanjutnya, Anda juga harus tahu teknik pengeringan bambu. Pemanasan membuat bambu menjadi lebih ulet dan mencegah terjadinya retak pada bambu.

struktur logam

Teknik ini tidak sulit dipelajari tapi membutuhkan ketekunan. Teknik penyambungan juga harus benar agar rangka tidak patah. Mungkin Anda akan kesulitan untuk membuat rangka sepeda yang 100% terbuat dari bambu, terutama di bagian joint nya.

Brano Meres di homepagenya menceritakan pengalamannya membuat sepeda pribadinya di tahun 2004, dan masih berfungsi sampai sekarang. Joint sepedanya (seat tube, brake boss, front tube, gear boss, rear joint) menggunakan bahan metal (duralumin).

Di Indonesia

Kondisi geografis, botanis, dan demografis Indonesia mendukung potensi pasar untuk sepeda bambu. Indonesia mengalami angka polusi yang cukup tinggi, terutama di Jakarta. Polusi, kemacetan, dan kesadaran masyarakat akan kesehatan ini pula yang memicu gerakan BikeToWork: bersepeda untuk menuju kantor.

Bambu juga banyak didapat di Indonesia. Satu-satunya halangan adalah, menurut Calfee Design yang notabene adalah satu-satunya produsen sepeda bambu saat ini, sepeda bambunya dilego seharga USD 2600. Suatu harga yang sama sekali tidak murah dan tidak ramah untuk masyarakat Indonesia. Mahalnya ini dikarenakan rumitnya pengerjaan dan kualitas yang sebanding dengan garansi 10 tahunnya. Menurut saya, angka ini juga dikarenakan tingginya upah tenaga kerja di Amerika.

Mengingat bahwa proyek ini berhasil di Ghana (tanpa penduduk Ghana harus merogoh kocek USD 2600 per unit) mengapa tidak di Indonesia? Rakyat Indonesia dikenal sebagai populasi yang kreatif. Mungkinkah hal ini menginspirasi pelaku home industri untuk merintis bisnis serupa? Mungkinkah Wim Cycle, Polygon, atau United melakukan terobosan produknya? Atau mungkin ada yang ingin menyediakan kit DIY (Do It Yourself) berupa jointnya, sehingga kita tinggal mencari bambu yang cocok, mengolahnya, dan merakitnya menjadi sepeda jadi? Tentu hasilnya akan memberikan kepuasan tersendiri. Mudah-mudahan bisa menjadi langkah inspiratif akan pentingnya Go Green khususnya di Indonesia.

 

 

%d blogger menyukai ini: