Archive for Agustus, 2012


Cerita Gurau Waktu di Mcd


Cerita ini cuman cerita celetukan senda gurau hasil ide kreatif dalam pikiran kami dan tiba saat kami bertiga adit, hilmy ngopi di Mcd. Pada saat itu malam hari sekitar jam 21.30 kami bertiga asyik  bercerita  ada gerombolan cewek menor dateng membawa koper besar-besar berwarna  merah kami pikir warga yang mengungsi kan akhir-akhir ini banyak kebakaran dimana-mana hahaha…

Eh…tiba-tiba ada seseorang bule masuk terburu-buru ke Mcd sambil memegangi dompetnya potongannya  mirip pemain sepak bola indo yg pacarnya nikita willy itu loh katanya..

Kemudian tiba-tiba si cowok dipanggil gerombolan si cewek tadi  dengan kata MIKE…MIKE…sini dahulu kenapa yah kami berfikir..setelah itu si gerombolan cewek maju duluan masuk  ke Mcd dan sibule tadi sok bermain hp dibelakang..Hmm kelihatannya nih bule katrok ya dan sok gengsi loh kenapa?kata salah satu orang temenku…Itulo bule tadi dipanggil gerombolan cewek dengan tiba-tiba kelihatannya si bule lupa bawa duit kali dipikir makan di Mcd gak bayar…makannya tuh bule langsung sok pura-pura main hp dibelakang.

Waktu mesen tuh bule hampir buat malu para gerombolan cewek-cewek masak di Mcd  minta pesen ote-ote makanan khas jatim yang pakai petis itu..hahaha ya jelas lah bule itu gak punya duit masak mau pesen ote-ote di Mcd wong duitnya cuman seribu rupiah sambil pasang status tuh bule di fb masak di Mcd gak ada ote-ote yang harganya seribuan..langsung cemberut tuh bule yang paling parah tempat ngambil saus dikira tempat ngambil petes hahaha..payah nih orang!Kami juga melihat kenapa sang pramuria di Mcd itu kewalahan ternyata si Mike berbicara krama inggil waktu memesan makanan makanya butuh pramuria translator yang ahli bahasa krama inggil jadi susah untuk diterjemahkan(kami kira bahasa inggrisan kenapa gak inggris timur aja sekalian!hahaah)

setelah denger-denger cerita temen-temen gerombolan cewek-cewek bule itu ternyata orang jember asal pulau nusa barong..hahah kami langsung ngakak!hahahaa..ketawa lepas(kami berfikir kenapa gak sekalian aja lahirnya dari batu seperti kera tumpay mungsuhnya kera sakti)hahaha…

Tapi sang pacar hebatnya begitu perhatian karena kasihan dengan si Mike ini karena sering di aniaya oleh bapaknya camat di kampung halamannya pada saat Mike ingin mengurus KTP di kecamatan panggilan pacarnya ini ke bapak camat adalah Paduka kami langsung berfikir seperti film-film di Indosiar itu lak’aan..hahah karena Mike orangnya pantang menyerah dan tidak sering patah arang makanya si Mike sekarang punya banyak pekerjaan tingkatannya itu sejenis helper di kantor-kator jadi dia sering di panggil-panggil perusahaan sana-sini namanya juga helper..hahah!apalagi kalau ada pilkada atau partai-partai kampanye sering dapet job sana-sini Mike misalnya sperti mendirikan spanduk dan  tempel poster lumayan bayarannya 5ribu sampe 10ribu rupiah perpartisipasi jadi semakin banyak partai kelihatannya Mike jadi semakin untung nih ceritanya..hahaha!

Tapi Mike sendiri punya pekerjaan tetap yaitu sebagai tukang las bengkel motor deket rumahnya yang sekarang(tidur bengkel maksutnya). di Pekerjaannya yang tetap ini Mike sangat senang sekali mengelas apapun di welding katanya dari besi, aluminium, baja, kursi, meja, tembok (LOHkok tembok?)kami kaget mungkin karena Mike ini tipikal orang kerja keras jadi g bisa dia itu kalau pengangguran kata pacarnya…Oh begitu toh hahaha!Bajunya Mike itupun masih basah keringat dalemnya jelas akhirnya kami percaya bahwa Mike itu habis dari bengkel, kata Mike ada temennya sebengkel yang mau minjemin hem sama celana jin buat jalan-jalan malam ini kalau enggak saya bisa pakai celana koloron sama kaos singlet inginnya sih beli baju langsung di mall tapi berhubung mall nya sudah tutup jadi kita mampir aja beli makanan. Oh begitu toh ceritanya…

Nama kepanjangan Mike sendiri adalah Mike Sikode(langsungnya mengingatkan kami sama seseorang?).

Tiba-tiba itu Mike mengentuk dia tidak cocok sama saus Mcd itu karena  biasanya Mike ini sausnya petes kalau lagi maem ote-ote atau tahu isi. Jadinya si gerombolan cewek itu tadi menjauh dan pura-pura kebelakang hanya pacar Mike yang tahan dengan kentutnya itu karena ditutupi oleh rasa cinta yang berlebihan.

Kemudian si gerombolan cewek itu berbincang ke sesamanya…begini sebenarnya tadi kita tidak mengajak Mike untuk ikutkan hanya pacarnya si D saja tapi kenapa Mike bisa ikut sih kata si A?si B menjawab ini pasti gara-gara si C dibengkel tadi kamu bilang mau cari maem ke MC dengernya Mike waktu  ngelaskan akhirnya jadi dikira kalian ngajak dia wong ejaan katanya sama, si C bilang iya-yah mungkin nah kita kan sungkan sama si D, si E nyeletuk tahu gitu kamu g usah e iyain ngajak masak tuh dia ke Mcd gak bawa uang cuman seribu rupiah lagi dia pikir ke warung apa beli ote-ote doang udah bahasa krama inggil lagi kita jadi agak ribet ngomongnya. hahah!

Ternyata usut punya usut gerombolan cewek-cewek tadi itu ke bengkel Mike mau ngelasin sepeda lipat yang patah tapi mau ngajak makan ceweknya Mike doang eh ternyata salah omong sama Mike  makanya mereka bawa koper besar-besar isinya sepeda lipat toh ternyata…hahaha(Kami berfikir oh ternyata begini toh  kejadiananya berarti Mike tuh hidupnya gengsian suka kerja keras dan cuman mau cari KTP karena kurang diakui sama warga sekitar hahaha…)

Karena sudah malam akhirnya kami bertiga kembali ke parkiran dan pulang..hahaaha..yup tunggu cerita-cerita lainnya aja deh dari Sueto..salam wild life!

Iklan

watu abu 2 copy

Hallo Salam Wildlife!Sudah lama tidak posting perjalanan extreme Sueto kali ini di tahun 2012 bulan agustus menceritakan singkat  perjalanan saja. Kali ini perjalanan dilakukan sendirian karena yang lain pada mudik sendiri-sendiri dan saya ada waktu senggah liburan panjang yah saya coba mencari tempat-tempat baru yang sekiranya bisa di lalui dengan perjalanan sehari. Eh ternyata setelah riset dan searching dapetnya di Malang juga. Mari kta telusuri yuk.

IMG_4200

Perjalanan kali ini sebenarnya niatnya kepingin menjelajahi beberapa tempat sekaligus dalam satu hari tapi karena ada gangguan jadi akhirnya cuman bisa ke satu tempat saja. Niatnya berangkat subuh ini malah jam11 baru berangkat dari rumah menuju Malang memang tujuan kali ini memang tidak jauh-jauh dari pantai sipelot yang pernah di posting di https://suetoclub.wordpress.com/2011/11/17/all-about-tour-to-sipelot-beach/ yup tempat yang saya tuju juga pantai bernama pantai Lenggosono dan pantai Watu Awu sebelumnya yang ada dalam benak saya adalah bagaimana menelusuri akses ke pantai Lenggosono saja tak terpikir malah akan mendarat di pantai Watu Awu.

Berangkat jam 11 menuju Malang beristirahat dikota Malang dulu karena memang kebetulan cuaca panas sekali jadi saya maem sup buah dulu biar seger terus perjalanan langsung saya lanjutkan menuju Turen melewati pertigaan arah pantai Sendang Biru dan sampai ke kota Dampit sedikit mengingat-ingat jejak perjalanan saat ke pantai Sipelot ternyata kali ini sudah ada plakat penunjuk arahnya tidak seperti dulu  jadi bisa agak santai jalannya. Kemudian masuk gerbang kecamatan Tirtoyudo setelah masuk langsung mencari arah desa pujiharjo sampai pertigaan ada masjid sekitar jam 14.00 p.m saya sampai disitu. Pertigaan ini sudah ada arah penunjuk jalannya juga jadi bagi yang masih baru melewati daerah ini gak akan kesasar kalau gak salah kalau arah ketimur itu arah pantai Licin masuk kecamatan Ampel Gading perbatasan Malang-Lumajang. Lanjut perjalana sebelum sampai desa Pujiharjo saya penasaran ada jalan tanjakkan membelah dua tebing seperti baru dibangun disebelah barat jalan menuju desa Pujiharjo akhirnya saya coba jalan ini dan saya tanya kepada orang penjual bakso setempat  ternyata akses jalan ini memang ke arah desa Purwodadi yang menjadi tujuan saya pantai Lenggosono. View daerah memang bagus saya sempat membuat saya terkesima, nih fotonya :

IMG_4149

IMG_4131

 

Nah Setelah saya lihat-lihat ada tempat tersembunyi yang saya ingat sebelah pantai Lenggosono ternyata ada pantai lagi tapi saya belum tahu namanya akhirnya saya turun dan coba telusuri jalannya kemudian ada pertigaan, saya pilih sebelah kiri terus melalui jalan menurun yang cukup terjal dan akhirnya saya sampai ke dusun Balerejo dan bertanya orang setempat apakah nama pantai di desa ini ternyata bernama pantai Watu Awu sampai ke Pantainya….Wao! tenang sekali ombaknya, sepi tenang, dengan penduduk yang ramah dan tempatnya asik dibuat bertenda atau camping. Saya lansung siapkan segala peralatan untung mengambil beberapa moment dan dokumentasi karena memang saya tidak akan bisa lama-lama disini dan hari semakin gelap. Berikut foto-fotonya :

IMG_4170

IMG_4204

IMG_4217

IMG_4213

IMG_4217

IMG_4208

watu abu 1 copy

IMG_4252

Tipikal pantainya sepertinya sama dengan pantai Sipelot karena memang geologi pantainya sama pantai jenis teluk dalam jadi ombaknya tenang karena tidak langsung dari laut lepas hanya pasir pantai sedikit lebih putih atau bersih karena memang tidak banyak aktifitas warga yang dilakukan di pantai ini tidak seperti pantai Sipelot yang sudah agak ramai. Sama seperti Sipelot yang menjadi tujuan wisatawan di daerah sini memang kebanyakan menuju ke Pantai Sipelot atau ke Pantai Lenggosono karena memang secara akses lebih mudah dan penduduk lebih ramai jadi pantai Watu Awu ini sepi pengunjung tapi tak apalah bagiku justru sepi inilah tempat ini menjadi sangat nyaman untuk dibuat bersantai dan menghilangkan pikiran  jenuh akibat aktifitas dikota rasanya seperti surga kecil yang nyamannya masuk kedalam pikiranku dan membuat saya lebih refresh dan mempunyai inspirasi dalam hal-hal baru kedepan.

Hari sudah sore menunjukkan pukul 16.oo p.m waktunya pulang kembali ke Sidoarjo takutnya macet kena arus balik lebaran. Alhamdulillah jam 19.20 saya sudah sampai di rumah jadi bisa evaluasi untuk menuju ke touring-touring selanjutnya. Bagi pembaca selamat menikmati keindahan alam Indonesia….!

Berikut Videonya :


Edo Rusyanto's Traffic

PEMOTOR tanpa helm. Ada di kota dan di desa. Entah karena tak punya, atau tak ada ukuran helm yang pas.
“Cuma dekat aja kok, gak usah pakai helm, polisinya juga kenal semua,” kata seorang pemuda, di Jakarta, suatu ketika. Ada yang janggal dari pernyataan sang pemuda itu?
Ya. ‘Hanya jarak dekat’ dan ‘Polisinya kenal semua’. Lantas, apa hubungannya dengan memakai helm demi keselamatan berkendara?
Jargon jarak dekat tidak perlu pakai helm pelindung kepala adalah salah kaprah. Jika kita sepakat kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, jargon soal jarak itu menjadi gugur.
Perilaku memakai helm agar tidak ditilang polisi juga jargon keliru. Memakai helm demi keselamatan pemotor. Mengurangi risiko fatalitas. Apalagi, nilai kepala kita tak sebanding dengan harga helm atau biaya denda.
Barangkali kesadaran untuk memakai helm saat berkendara masih perlu terus digaungkan. Lalu, dibarengi penegakan hukum atas hal itu.
Soal sanksi tidak memakai helm saat berkendara bisa dilihat…

Lihat pos aslinya 57 kata lagi


 

Sebuah gunung api raksasa yang terletak di bawah laut di perairan Sumatra ditemukan para ilmuwan baru-baru ini. Gunung api yang oleh para ilmuwan diklaim sangat berbahaya ini menjadi ancaman serius dan terus dipantau.
Riset kelautan yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), CGGVeritas, serta Institut de Physique du Globe (IPG) Paris, Prancis, menemukan keberadaan gunung api raksasa tersebut.

gunung berapi raksasa bengkulu
Gunung api raksasa berada di bawah laut dengan diameter mencapai 50 kilometer (km) dan tinggi mencapai 4.600 meter, terletak di 330 km arah barat Kota Bengkulu. ”Gunung api ini sangat besar dan tinggi. Di daratan Indonesia tak ada gunung setinggi ini kecuali Puncak Jayawijaya di Papua,” kata Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam, BPPT, Yusuf Surachman kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/5).
Lokasi gunung api raksasa itu, lanjut Yusuf, berada di palung Sunda di barat daya Sumatra, 330 km dari Bengkulu, di kedalaman 5.900 meter, dan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut.
Namun meskipun gunung ini diketahui memiliki kaldera, yaitu fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik, yang menandainya sebagai gunung api, ia mengaku belum mengetahui tingkat keaktifan gunung api tersebut. ”Bagaimanapun gunung api bawah laut sangat berbahaya jika meletus,” kata Yusuf.


Survei yang menggunakan kapal seismik Geowave Champion canggih milik CGGVeritas itu merupakan yang pertama di dunia karena menggunakan streamer terpanjang, 15 km, dari yang pernah dilakukan oleh kapal survei seismik.
Tujuan dari survei tersebut untuk mengetahui struktur geologi dalam, dengan penetrasi sampai 50 km, meliputi palung Sunda, Prisma Akresi, Tinggian Busur Luar (Outer Arc High) dan Cekungan Busur Muka (Fore Arc Basin) perairan Sumatra.

Sejak kejadian gempa dan tsunami pada akhir 2004 dan gempa-gempa besar susulan lainnya, banyak perubahan struktur di kawasan perairan Sumatra yang menarik minat banyak peneliti asing.
Tim ahli dari Indonesia, Amerika Serikat (AS) dan Prancis kemudian bekerja sama memetakan struktur geologi dalam untuk memahami secara lebih baik sumber dan mekanisme gempa pemicu tsunami menggunakan citra seismik dalam (deep seismic image).

Gunung raksasa di perairan Sumatra

Posisi gunung : di palung Sunda, barat daya Sumatra, 330 km arah barat Kota Bengkulu.
Kedalaman : 5.900 meter
Posisi puncak gunung: di kedalaman 1.280 meter dpl
Ketinggian : 4.600 meter
Diameter : 50 kilometer
Keterangan: memiliki kaldera, yaitu fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik, yang menandainya sebagai gunung api. Tingkat keaktifan belum diketahui.

Video :

Sumber: Riset kelautan BPPT, LIPI, Departemen ESDM, CGGVeritas, Institut de Physique du Globe (IPG) Prancis. – Ant

http://sains.kompas.com/read/2009/05/28/18081172/Ditemukan.Gunung.Api.Raksasa.Bawah.Laut.Sumatera

 

 


Mitos gunung tidak hanya di Jawa. Di banyak daerah Indonesia semua gunung mendapat atribut sama. Dia dianalogikan sebagai pusat pemerintahan gaib, dan pesannya sebagai sinyal agar manusia berjaga-jaga. Itu terjadi pada Gunung Mutis di Pulau Timor, Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Gunung Karangetang di Pulau Halmahera dan gunung-gunung lain yang tersebar di Nusantara.

 

Di Gunung Rinjani, jika purnama tiba, maka laki perempuan dan anak-anak berduyun-duyun mendaki gunung ini. Mereka tidak mengambil rute gampang di Sembalun Lawang, tetapi melewati rute bahaya di Senaru. Rute ini hanya delapan jam dengan medan berat sampai di puncak Sangkareang.

Dari puncak ini mereka bergelayut di batu-batu cadas. Menurun menuju Segara Anak. Sebuah danau yang di tengahnya tersembul Gunung Baru yang merupakan anak Gunung Rinjani. Gunung dengan mitos Dewi Anjani, putri rupawan berilmu tinggi seperti tersurat dalam lontar Rengganis ini terus diuri-uri. Dan saat purnama tiba, ritus tabur mas itu tetap lestari.

Di Gunung Gamalama Ternate apresiasi terhadap gunung juga tak beda. Gunung yang memecah pulau Ternate yang luasnya hanya 12 kilometer ini punya danau yang dipercaya dihuni buaya putih. Buaya itu dianggap sebagai penjaga kedamaian alam setempat. Mereka yakin jika buaya diusik dan terusik, maka lahar Gamalama akan berubah arah tidak seperti biasanya. Lahar itu akan semburat seperti Merapi sekarang yang menebar ke mana-mana.

Di Gunung Karangetang Pulau Halmahera mistisisme itu kian lekat lagi. Suku Tugutil yang berdiam di seputaran gunung ini sehari-hari menjalani hidup yang kental tradisi. Itu dari kelahiran, dewasa sampai kematian. Malah jika ada warga yang meninggal, untuk mengusir roh buruk yang disebut Gomanga, mereka melakukan ritus unik untuk pengusiran sebelum mengantar si mati ke tengah hutan. Sambil mabuk mereka membabat apa saja yang dijumpa.

Dan di Pulau Timor yang dikangkangi Gunung Mutis samalah posisinya. Gunung ini juga diperlakukan sebagai area titah. Perubahan yang terjadi diasumsikan sebagai bagian dari pesan gaib untuk manusia. Berkat itu alam tetap lestari, terjaga, karena saling ‘menghormat’ antara alam dan manusia.

Di Bukit Dirun, lereng Gunung Mutis, misalnya, sesaji tak sulit ditemukan. Area ini dipercaya sebagai pemakaman kuno. Makam yang terbentuk sebelum zaman es, dan jauh pra kawasan ini timbul dari dasar laut untuk menjadi daratan. Dan itu logis jika dilihat kontur dan stuktur tanah bukit ini yang berkarang-karang.

Malah kalau kita menyusuri Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tak tersadari mengamini buku The Atlantis karangan Arysio Santos serta Eden The East karya Stephen Oppenheimer, bahwa Indonesia merupakan benua yang hilang, dan membuka kemungkinan Nabi Nuh berasal dari Indonesia. Sebab di daerah ini terdapat bukit yang disebut Fatu Kopa (Batu Kapal). Rakyat setempat pun meyakini, bahwa batu itu adalah kapal Nabi Nuh!

Mitos-mitos iku kian mendekati realitas tatkala dirujuk pada masa lalu Pulau Seram. Di pulau ini terdapat Suku Naulu dan Suku Alifuru. Dalam Son of The Sun disebutkan, suku ini merupakan manusia awal dari sebuah peradaban yang hilang. Namanya pun menyuratkan itu. Alif adalah pertama. Dan uru adalah manusia. Dengan begitu Alifuru adalah manusia pertama.

Mitos-mitos itu memang perlu disingkap misterinya. Itu agar tidak berubah menjadi dongeng yang kelak nglenik. Para sejarawan Indonesia dituntut untuk menguak segala mitos itu agar sejarah negeri ini tidak seperti sekarang, sejarah dongeng. Raja-raja yang pernah memerintah dianggap mokswa (hilang secara gaib) dan hanya serat serta babad yang bisa dijadikan rujukan untuk mengungkap sebuah awal.

Pengalaman di lapangan menunjukkan, ilmuwan kita tak banyak turba. Entah karena malas atau takut berbagai sebab di antaranya sengsara. Sebab saat saya mendatangi Suku Boti (Pulau Timor) yang dikultuskan penerjemah saya acap dihantui ‘takut kualat’, memasuki Yot Tomat (Kepulauan Kei) diliputi rasa mencekam, mengunjungi Suku Naulu (Pulau Seram) takut dibunuh karena jika baileo (rumah adat) mereka rusak memang mewajibkan tumbal manusia, dan ketika memasuki perkampungan Suku Tugutil (Pulau Halmahera) memang terkesan menyeramkan.

Malah untuk menguak Islam Wetu Telu di Pulau Lombok pun dibutuhkan tenaga ekstra. Itu karena terpencar di Bayan (ritus keturunan Sunan Giri Prapen), di Mataram (Pura Lingsar), Sade dan Rambitan (tradisi dan masjid kuno), serta di Rambanbiak (Dasan Baru, Lombok Timur) pusat mistik Suku Sasak yang sekaligus tinggal intelektual sekte ini.

Namun di balik kekurangan-kekurangan itu mitos mempunyai peran penting bagi lestarinya budaya bangsa. Tabu dan mistik memberi pengamanan terhadap terjaganya alam dan benda yang disakralkan. Tanpa itu, rasanya hampir bisa ditebak kekayaan ini akan musnah ditransaksikan.

Maka, lepas kita suka atau tidak suka dengan tradisi dan budaya yang ada, tapi itulah diri kita, kekayaan kita, yang terasa indah jika kita menggaulinya dengan mesra. Dan itu salah satu sebab berbagai bangsa datang dan kagum dengan Indonesia.

Sumber : Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati budaya, tinggal di Jakarta (detik.com)

 


Dengan seluruh mukjizat dari Sang Maha Pencipta-Nya. Sampai detik ini Sueto terus berkembang mengunjungi selangkah  demi selangkah keindahan alam di Indonesia dengan segala dukungan dan bantuan dari teman-teman  yang berpartisipasi juga atas perjalanan yang ditempuh Sueto beberapa tahun ini.

Keinginan kami untuk memperkenalkan kekayaan alam Indonesia, keindahan, serta budaya Indonesia akan terus kami jelajah sebisa mungkin dan alhamdulillah di bulan yang penuh rahmat ini   kami benar-benar bisa bersyukur melihat keindahan nusantara yang kami cintai ini dengan segenap rasa nasionalisme yang terus kami junjung.

Kami juga mohon maaf sebesar-besar jika ada salah dalam penyajian bahasa atau berita kepada rubrik dan para blogger sekalian juga kepada seluruh anggota Sueto Community kami ucapkan MINALAIDZIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN dan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433H 2012


Edo Rusyanto's Traffic

JALAN raya masih mencekam. Kecelakaan lalu lintas jalan terus berjatuhan. Sebanyak 300 kasus terjadi setiap hari pada 2011. Duka anak negeri.
Data Korps Lalu Lintas Mabes Polri menyebutkan, pada 2011, setiap jam tiga orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Mayoritas pemicu kecelakaan adalah perilaku para pengguna jalan. Termasuk, para pesepeda motor.
Mengapa jalan raya kita seakan menjadi ladang pembantaian? Setiap jam tiga orang tewas akibat kecelakaan?
Yuk kita tengok seputar faktor manusia. Tidak tertib. Inilah faktor yang paling kerap dituding sebagai pemicu kecelakaan di jalan. Tak heran jika kemudian mencuat jargon, kecelakaan kerap kali diawali oleh pelanggaran aturan jaln.
Tidak tertib bermakna mengabaikan aturan yang ada dan berkendara ugal-ugalan. Tapi, kenapa pengendara menjadi tidak tertib? Boleh jadi karena kecenderungan ingin cepat sampai tujuan. Tergesa-gesa. Akibatnya, melibas aturan yang ada seperti melibas bahu jalan, melibas trotoar jalan, dan melawan arus kendaraan.
Kalau ditanya lebih jauh, kenapa harus tergesa-gesa? Jawabannya bisa…

Lihat pos aslinya 185 kata lagi


 

Yup Salam Wildlife udah lama yah blog sueto jarang mengeluarkan artikel…Soalnya hari-hari sebelumnya pada sibuk banget sih..jadi agak galau mau menulis artikel..

Mulai hari kemerdekaan ini Suetoclub akan aktif lagi menulis artikel…

Puasa di bulan agustus sungguh sebuah perjuangan kemudian di hari rayanyapun berdekatan dengan hari jadi RI serasa flashback ke masa perjuangan bangsa Indonesia kala itu mempertahankan bangsa dari para penjajah. Semangat juang para pahlawan nasional yang tak kenal patah arang seharusnya masih tertanam di darah anak cucunya di zaman sekarang seperti puasa yang sungguh menguji mental, iman, nafsu lahir batin seseorang.

Kalau di lihat bangsa Indonesia yang sekarang memang sangat butuh dan rindu akan pahlawan nasional yang bisa membawa Indonesia ke era kejayaan seperti dahulu yang semangatnya dapat menggugah mental masyarakat dan penduduknya untuk lebih mengerti arti sebuah nasionalisme kepada suatu bangsa.

Tapi sekarang semangat nasionalisme itu telah semakin pudar kebanyakan terkalahkan oleh uang, politik, ambisi, gengsi, korupsi dan sebagainya. Kurangnya rasa memiliki dan melindungi sebagai suatu bangsa yang utuh itulah yang akan mengikis sedikit demi sedikit rasa nasionalisme kita.

Semoga bangsa ini tahu dan bangkit tidak semakin terjerumus oleh zaman yang global ini karena semakin banyak bangsa lain yang datang dan sukses di negara ini selama bangsa kita juga tidak bisa mengimbangi akhirnya lama kelamaan rasa nasionalisme kita akan direnggut oleh bangsa lain. Mungkin pernah terbesit dalam pikiran saya mending dijajah bangsa sendiri dari pada di jajah bangsa lain toh ujung-ujungnya duit atau kekayaan alam misalnya akan kembali juga ke kita.

Bagaimana ya kalau semua infrastruktur, kekayaan alam, teknologi, sumber daya di negara ini dikuasai oleh bangsa lain sedangkan bangsa kita hanya sebagai bangsa yang komsumtif saja dan minim inovasi mungkin bisa disebut akan menjadi bangsa yang alay seperti kata anak-anak muda zaman sekarang dengan komunitas yang alayers sehingga tidak terlihat lagi adanya rasa nasionalisme yang membakar semangat juang dari kaum yang tua sampai yang muda. Pasti kalau sudah seperti itu timbulah pertannya negara/bangsa seperti apa sih Indonesia?mungkin jawabannya dapat berbeda-beda tergantung tingkat nasionalisme orang yang menjawab juga lebih ke jawaban optimisme atau pesimisme yang berunjung pada suatu kenyataan yang nampak dalam sejarah bangsa Indonesia ini.

Bagiku hari kemerdekaan ini adalah hari yang mengingatkanku selalu, betapa besar rasa nasionalisme yang terdapat dalam dirimu terhadap bangsa ini. Salam selamat liburan puasa yah kawan-kawan.

 

%d blogger menyukai ini: